Rahasia Pemindahan Yahudi ke Palestina dan Pembantaian Palestina Holocaust Season 2

Wanita dan kanak-kanak Yahudi yang diarahkan supaya berbogel sebelum eksekusi terhadap mereka
Wanita Yahudi di Ukrain yang dipaksa untuk berbogel sebelum dibunuh beramai-ramai oleh pegawai tinggi Einsatzgruppe
 Holocaust Season 1

Herzl mencemooh siapapun yang dianggapnya tidak modern, beradab dan berpendidikan. Sasaran cemoohannya adalah bangsa yahudi itu sendiri yang setia pada taurat dan  budaya. Dia menginternalisasi landasan dan gagasan anti-semitik sebagaimana tertulis dalam buku harian dan artikelnya.

"Sebuah gagasan bagus memasuki pikiranku untuk memikat anti-semitik yang palsu dan membuat mereka menghancurkan kekayaan/kawasan yahudi"

Ungkapan di atas ditanyakan kepada orang yahudi dan mereka menjawab bahwa ungkapan diatas diungkapkan oleh Hitler. Padahal sejatinya ungkapan itu adalah ungkapan Theodor Herzl SANG BAPAK ZIONIS.

"Sangat penting bahwa penderitaan yang dialami orang-orang yahudi menjadi lebih buruk, hal ini akan terselesaikannya rencana kita. Para anti semit akan membantu kita sehingga mereka akan memperkuat penyiksaan terhadap orang-orang yahudi. Para anti semit harus menjadi teman kita"
(dari buku harian theodore herzl)

Dalam ensklipedia Yahudi, Yahudi Ashkenazi merupakan kelompok terbesar dalam dunia Yahudi dibanding Sephardi maupun Mizhrai. Yahudi Ashkenazi mencapai 80-90 persen dari total 13 juta orang Yahudi di dunia.

Menurut Taurat Ashkenazi adalah keturunan Noah tapi dari keturunan Jhapet bukan Shem (semit).

Ashkenazim adalah bentuk jamak daripada 'Ashkenaz' dari bahasa Ibrani אשׁכנזי yang berarti "Jerman". Dalam bahasa Ibrani juga dikenal bentuk אשׁכנזים.

Kemajuan pembauran kaum Yahudi yang tampaknya tidak tercegah (dan penolakan kaum Yahudi pada program Zionis) memacu kaum Zionis ke arah persekongkolan dengan para anti-Semit. Orang yang memulainya adalah Theodor Herzl, pemimpin pertama gerakan Zionis. Herzl menyadari bahwa, untuk memaksa kaum Yahudi meninggalkan rumah-rumah mereka saat itu dan pindah ke Israel, anti-Semitisme adalah sebuah kebutuhan. Upaya apa pun untuk meyakinkan kaum Yahudi berpindah ke Tanah Suci Palestina memerlukan gerakan anti-Semit yang andal sebagai pendorong.

Herzl tak puas memikat kaum Yahudi berpindah dengan ajakan-ajakan diplomatis. Sebagaimana ditulis oleh seorang tokoh politik dan cendekiawan tersohor Perancis Roger Garaudy dalam bukunya The Case of Israel: A Study of Political Zionism (Kasus Israel: Sebuah Kajian tentang Zionisme Politik), Herzl menyokong pemisahan kaum Yahudi bukan untuk membina suatu agama atau budaya yang terpisah, melainkan sebuah negara. Herzl bahkan melanjutkan dengan berjanji kepada Plehve, menteri dalam negeri Rusia semasa pogrom-pogrom (pembantaian kaum Yahudi) Kishinev yang keji, bahwa ia akan menang atas kaum Yahudi yang berperan besar dalam hasutan revolusi melawan tsar (raja Rusia), sehingga mencegah pemberontakan, sebagai balasan atas bantuan Rusia mengirimkan orang-orang Yahudi kembali ke Palestina.

“Kaum Yahudi membentuk suatu masyarakat tunggal, dan tidak bisa dipadukan dengan kaum-kaum lain. Namun, mereka memang berbaur dengan masyarakat mana pun jika merasa aman di dalamnya untuk waktu yang lama. Dan itu tak akan pernah menjadi minat kita.” Karena itu, menurut Herzl pemimpin Zionis ini, langkah pertama yang harus diambil adalah menciptakan rasa permusuhan terhadap kaum Yahudi.

Herzl berupaya memancing kaum anti-Semit dengan sebuah cara yang mengejutkan, yakni menambahkan kalimat-kalimat pada buku hariannya yang akan mendorong mereka percaya pada persekongkolan Yahudi dan lalu merangsang mereka menyerang kaum Yahudi. Tiga seri buku harian Herzl diterbitkan di tahun 1922 dan 1923. Seorang penulis Austria dan penerbit buku Österreichische Wochenschrift (Mingguan Austria), Josep Samuel Bloch, yang mengenal baik Herzl, menulis tentang buku-buku harian itu: “Surat-surat yang dikirimkan kepada Rothschild dan Baron Hirsch, serta penegasan bahwa orang Yahudi itu pemberontak dan penggerak revolusi berbakat di negara-negara yang mereka tinggali, cukup membawa kehancuran pada kaum Yahudi. Herzl telah menyediakan musuh-musuh kaum Yahudi dasar bagi sebuah ‘pemecahan masalah Yahudi’. Ia telah menunjukkan jalan untuk diikuti di dalam kegiatan mereka selanjutnya. Buku-buku harian itu benar-benar mengerikan.” Herzl bekerja keras membangkitkan anti-Semitisme dan membangun persekutuan dengan para anti-Semit sampai akhir hayatnya. Upaya-upaya yang dilakukannya atas nama Zionisme tidak begitu berhasil: kebanyakan kaum Yahudi Eropa menolak pindah ke Tanah Suci Palestina.

Rencana Herzl bersekongkol dengan orang-orang anti-Semit telah menjadi cara yang paling disukai para pemimpin Yahudi penerusnya. Akhirnya, Herzl menjadi pendukung pergerakan anti-Semit yang bersemangat. Roger Garaudy menulis bahwa pada tahun 1896, sebelum menerbitkan bukunya The Jewish State (Negara Yahudi), Herzl menjawab kecaman bahwa ia bekerja merugikan kaum Yahudi dengan menyatakan tanpa ragu bahwa para anti-Semit akan menjadi sahabat karib kaum Zionis.

Herzl dan para Zionis lainnya sepakat tentang tujuan-tujuan bersama. Niat mereka adalah memindahkan semua kaum Yahudi ke Palestina. Inilah sebuah pemecahan yang sempurna bagi para anti-Semit, yang ingin melindungi kemurnian ras mereka dari pencemaran melalui percampuran dengan kaum Yahudi. Theodore Fritsch, penerbit Antisemitische Correspondenz (Surat-Menyurat Anti-Semit, belakangan disebut Deutsch-Soziale Blatter, Cacar Sosial Jerman), sebuah majalah anti-Yahudi tersohor, menyambut baik Kongres Zionis Pertama, dan mengirimkan ucapan selamatnya bagi penerapan sebuah teori yang mensyaratkan bahwa kaum Yahudi meninggalkan Jerman dan bermukim di Palestina.\

Palestina Holocaust Season 2

Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982:

Saya menulis kepada anda sambil mendengarkan radio transistor yang baru saja mengumumkan bahwa ‘kita’ sedang dalam proses ‘pencapaian tujuan-tujuan kita’ di Lebanon: yakni untuk menciptakan ‘kedamaian’ bagi penduduk Galilee. Kebohongan ini sungguh membuat saya marah. Sudah jelas bahwa ini adalah peperangan biadab, lebih kejam dari yang pernah ada sebelumnya, tidak ada kaitannya dengan upaya yang sedang dilakukan di London atau keamanan di Galilee…Yahudi, keturunan Ibrahim…. Bangsa Yahudi, mereka sendiri menjadi korban kekejaman, bagaimana mereka dapat menjadi sedemikian kejam pula? … Keberhasilan terbesar bagi Zionisme adalah de-Yahudi-isasi bangsa Yahudi. ("Professor Leibowitz calls Israeli politics in Lebanon Judeo-Nazi" Yediot Aharonoth, 2 Juli 1982)

Kalangan Yahudi yang menyebarluaskan gagasan Zionisme adalah mereka yang memiliki keyakinan agama sangat lemah. Mereka melihat “Yahudi” sebagai nama sebuah ras, dan bukan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu keyakinan agama.

Banyak kalangan Yahudi saat ini yang mengecam ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah seorang tokoh agamawan Yahudi terkemuka, mengatakan:

    ‘Zionisme berkeinginan untuk mendefinisikan masyarakat Yahudi sebagai sebuah bangsa .... ini adalah sesuatu yang menyimpang (dari ajaran agama)’. (Washington Post, 3 Oktober 1978)
Kaum Muslimin telah bersikap benar dalam menentang Israel dan Zionisme. Tapi, mereka juga harus memahami dan ingat bahwa permasalahan utama bukanlah terletak pada orang Yahudi, tapi pada Zionisme.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sikap toleransi yang wajib diperlihatkan kaum Muslimin terhadap orang-orang ahli kitab telah terbukti sepanjang sejarah Islam. Selama berabad-abad, umat Islam memperlakukan kaum Yahudi dengan sangat bersahabat dan mereka menyambut persahabatan ini dengan kesetiaan. Namun, hal yang telah merusak keadaan ini adalah Zionisme.

Zionisme muncul pada abad ke-19. Dua hal yang menjadi ciri menonjol Eropa abad ke-19, yakni rasisme dan kolonialisme, telah pula melebur menjadi Zionisme. Ciri utama lain dari Zionisme adalah bahwa Zionisme adalah ideologi yang jauh dari agama. Orang-orang Yahudi, yang merupakan para mentor ideologis utama dari Zionisme, memiliki keimanan yang lemah terhadap agama mereka. 
Bahkan, kebanyakan dari mereka adalah ateis.

Mereka menganggap agama Yahudi bukan sebagai sebuah agama, tapi sebagai nama suatu ras. Mereka meyakini bahwa masyarakat Yahudi mewakili suatu ras tersendiri dan terpisah dari bangsa-bangsa Eropa. Dan, karenanya, mustahil bagi orang Yahudi untuk hidup bersama mereka, sehingga bangsa Yahudi memerlukan tanah air tersendiri bagi mereka.

Hingga saat kemunculan Zionisme di Timur Tengah, ideologi ini tidak mendatangkan apapun selain pertikaian dan penderitaan. Dalam masa di antara dua perang dunia, berbagai kelompok teroris Zionis melakukan serangan berdarah terhadap masyarakat Arab dan Inggris. Di tahun 1948, menyusul didirikannya negara Israel, strategi perluasan wilayah Zionisme telah menyeret keseluruhan Timur Tengah ke dalam kekacauan.

Titik awal dari Zionisme yang melakukan segala kebiadaban ini bukanlah agama Yahudi, tetapi Darwinisme Sosial, sebuah ideologi rasis dan kolonialis yang merupakan warisan dari abad ke-19. Darwinisme Sosial meyakini adanya perjuangan atau peperangan yang terus-menerus di antara masyarakat manusia. Dengan mengindoktrinasikan ke dalam otak mereka pemikiran “yang kuat akan menang dan yang lemah pasti terkalahkan”, ideologi ini telah menyeret bangsa Jerman kepada Nazisme, sebagaimana orang-orang Yahudi kepada Zionisme.

Kini, banyak kaum Yahudi agamis, yang menentang Zionisme, mengemukakan kenyataan ini. Sebagian dari para Yahudi taat ini bahkan tidak mengakui Israel sebagai negara yang sah dan, oleh karenanya, menolak untuk mengakuinya. Negarawan Israel Amnon Rubinstein mengatakan: “Zionisme adalah sebuah pemberontakan melawan tanah air (Yahudi) mereka dan sinagog para Pendeta Yahudi”. (Amnon Rubinstein, The Zionist Dream Revisited, hlm. 19)

Pendeta Yahudi, Forsythe, mengungkapkan bahwa sejak abad ke-19, umat Yahudi telah semakin jauh dari agama dan perasaan takut kepada Tuhan. Kenyataan inilah yang pada akhirnya menimpakan hukuman dalam bentuk tindakan kejam Hitler (kepada mereka), dan kejadian ini merupakan seruan kepada kaum Yahudi agar lebih mentaati agama mereka. Pendeta Forsythe menyatakan bahwa kekejaman dan kerusakan di bumi adalah perbuatan yang dilakukan oleh Amalek (Amalek dalam bahasa Taurat berarti orang-orang yang ingkar kepada Tuhan), dan menambahkan: “Pemeluk Yahudi wajib mengingkari inti dari Amalek, yakni pembangkangan, meninggalkan Taurat dan keingkaran pada Tuhan, kebejatan, amoral, kebiadaban, ketiadaan tata krama atau etika, ketiadaan wewenang dan hukum.” (Rabbi Forsythe, A Torah Insight Into The Holocaust, http://www.shemayisrael.com/rabbiforsythe/holocaust.)

Zionisme, yang tindakannya bertentangan dengan ajaran Taurat, pada kenyataannya adalah suatu bentuk fasisme, dan fasisme tumbuh dan berakar pada keingkaran terhadap agama, dan bukan dari agama itu sendiri. Karenanya, yang sebenarnya bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Timur Tengah bukanlah agama Yahudi, melainkan Zionisme, sebuah ideologi fasis yang tidak berkaitan sama sekali dengan agama.

Akan tetapi, sebagaimana yang terjadi pada bentuk-bentuk fasisme yang lain, Zionisme juga berupaya untuk menggunakan agama sebagai alat untuk meraih tujuannya.

Penafsiran Taurat yang Sengaja Keliru oleh Kaum Zionis

Taurat adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa. Allah mengatakan dalam Alquran: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan
Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi),...” (QS. Al-Maa-idah, 5:44). Sebagaimana pula dinyatakan dalam Alquran, isi Taurat di kemudian hari telah dirubah dengan penambahan perkataan manusia. Itulah mengapa di zaman sekarang telah dijumpai “Taurat yang telah dirubah”.

Namun, pengkajian terhadap Taurat mengungkap keberadaan inti ajaran-ajaran Agama yang benar di dalam Kitab yang pernah diturunkan ini. Banyak ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Agama yang benar seperti keimanan kepada Allah, penyerahan diri kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, takut kepada Allah, mencintai Allah, keadilan, cinta, kasih sayang, menentang kebiadaban dan kedzaliman tertulis dalam Taurat dan bagian-bagian lain dari Kitab Perjanjian Lama.

Selain itu, peperangan yang terjadi sepanjang sejarah dan pembantaian yang terjadi ini dikisahkan dalam Taurat. Jika seseorang berniat untuk mendapatkan dalil – meskipun dengan cara membelokkan fakta-fakta yang ada – untuk membenarkan tindakan keji, pembantaian dan pembunuhan, ia dapat dengan mudah mengambil bagian-bagian ini dalam Taurat sebagai rujukan untuk kepentingan pribadinya. Zionisme menempuh cara ini untuk membenarkan tindakan terorismenya, yang sebenarnya adalah terorisme fasis, dan ia sangat berhasil. Sebagai contoh, Zionisme telah menggunakan bagian-bagian yang berhubungan dengan peperangan dan pembantaian dalam Taurat untuk melegitimasi pembantaian yang dilakukannya terhadap warga Palestina tak berdosa. Ini adalah penafsiran yang tidak benar. Zionisme menggunakan agama sebagai alat untuk membenarkan ideologi fasis dan rasisnya.

Sungguh, banyak orang-orang Yahudi taat yang menentang penggunaan bagian-bagian Taurat ini sebagai dalil yang membenarkan pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina sebagai tindakan yang benar. The Neturie Karta, sebuah organisasi Yahudi Ortodoks anti Zionis, menyatakan bahwa, nyatanya, “menurut Taurat, umat Yahudi tidak diizinkan untuk menumpahkan darah, mengganggu, menghina atau menjajah bangsa lain”. Mereka menekankan lebih jauh bahwa, “para politikus Zionis dan rekan-rekan mereka tidak berbicara untuk kepentingan masyarakat Yahudi, nama Israel telah dicuri oleh mereka”. (Rabbi E. Schwartz, Advertisement by Neturei Karta in New York Times, 18 Mei 1993)

Dengan menjalankan kebijakan biadab pendudukan atas Palestina di Timur Tengah dengan berkedok “agama Yahudi”, Zionisme sebenarnya malah membahayakan agama Yahudi dan masyarakat Yahudi di seluruh dunia, dan menjadikan warga Israel atau Yahudi diaspora sebagai sasaran orang-orang yang ingin membalas terhadap Zionisme.

Terkait Khusus

konspirasi zionis 4737272594709091660

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item