Rahasia Lucifer Cikal Bakal Agama Demokrasi dan Perang Dunia Ketiga Bagian 2

BAGIKAN:

albert pike perang dunia 3 | Cacat dan Sisi Gelap Sistem Demokrasi | penipuan demokrasi



ALBERT PIKE: MENGUNGKAP REKAYASA PERANG DUNIA III Albert Pike [1] Freemasonry Amerika paling terkemuka pada waktu itu dan masih dipuja sebagai seorang ‘Dewa’ Masonik, dalam sebuah surat yang ia tulis untuk Giuseppe Mazzini [2], seorang Freemasonry Italia, tertanggal 15 Agustus 1871, menguraikan rencana tiga perang dunia, menurutnya perang dunia perlu dalam rangka mencapai Sebuah Dunia Yang Tentram. Surat ini pernah dipamerkan di the British Museum Library di London, namun tidak lama. William Guy Carr seorang mantan pejabat intel dalam dinas Angkatan Laut Kanada, juga pengarang buku `Pawns in the Game.` membuat salinannya. Carr meringkasnya sbb:
“Perang Dunia Pertama digelar agar Illuminati dapat menggulingkan kekuasaan Tzar di Rusia dan merubah negara tersebut menjadi kubu Komunisme-Atheistik. Perselisihan-perselisihan antara Kekaisaran Inggris dan Jerman yang digerakkan oleh para Agentur Illuminati dihidupkan untuk menimbulkan perang ini. Setelah perang selesai, Komunisme dibangun dan digunakan untuk menghancurkan pemerintahan-pemerintahan lainnya serta untuk memperlemah agama-agama.
Perang Dunia Kedua dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan yang terjadi antara Politik Fasis dengan Zionis. Dengan diigelarnya peperangan ini maka akan menghancurkan Naziisme dan kekuatan Politik Zionis meningkat semakin kuat, dengan demikian negara Israel yang berdaulat dapat didirikan di Palestina. Selama berlangsungnya perang dunia kedua, kekuatan Komunisme Internasional dibangun sampai kekuatannya sebanding dengan kekuatan umat Kristen. Pada batas ini ditahan serta diawasi sampai diperlukan dalam akhir pergolakan masyarakat.
“Perang Dunia Ketiga dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan antara Politik Zionis dengan Para Pemimpin Dunia Islam yang digerakkan oleh para agentur Illuminati. Peperangan diarahkan sedemikian rupa dengan mengadu-domba Islam dengan Politik Zionis (termasuk Negara Israel) yang akan saling menghancurkan, sementara pada waktu yang bersamaan negara-negara lainnya, dipecah-belah untuk saling bertentangan satu-sama lain dalam masalah ini, mereka akan dipaksa untuk berperang sampai kepada sebuah keadaan keleletihan yang paripurna baik secara pisik, mental, spiritual maupun ekonomi.”
ImageDalam bukunya, `Terrorism And the Illuminati,` [3] seorang pengarang Kanada, David Livingstone lebih jauh menjelaskan mengenai maksud Albert Pike sbb:

“Kemudian Pike menjelaskan kepada Mazzini bahwa setelah Perang Dunia Ketiga selesai, sebuah pergolakan masyarakat dunia akan diprovokasi yang skala kejadiannya lebih besar daripada yang pernah dikenal dunia selama ini.

“Kita harus melepas kontrol atas Nihilis (maksudnya teroris) dan Atheis, dan kita harus memprovokasi terjadinya sebuah pergolakan masyarakat yang menunjukkan kepada bangsa-bangsa dampak buruk dari Atheisme mutlak, kekejaman yang orisinil serta huru-hara paling berdarah. Dimana-mana para warganegara berkewajiban untuk mempertahankan diri mereka sendiri melawan minoritas revolusioner dunia, membasmi penghancur peradaban, dan terhadap kekecewaannya oleh agama Kristen, yang kepercayaan ketuhanannya mulai saat itu akan kehilangan petunjuk atau arahan, lalu mereka akan menginginkan kepercayaan baru, namun tanpa mengetahui apa yang harus dipercayai, lalu kami akan memberi mereka petunjuk dengan menjelmakan doktrin universal murni Lucifer, yang pada akhirnya disebar luaskan kepada masyarakat umum. Manifestasi ini akan dihasilkan dari gerakan reaksioner umum, yang kemudian akan terjadi kehancuran agama Kristen dan Atheisme, keduanya ditaklukkan dan dibasmi pada saat yang bersamaan.”

ALBERT PIKE PADA 15 AGUSTUS MEMASUKKAN KAUM NIHILIS DAN ATHEIS KE DALAM DEMOKRASI. SEDANG THEODORE HERZEL MENGEMBANGKAN NATIONALISME DEMOKRASI UNTUK DIJADIKAN POLITIK. MEMBEBASKAN MANUSIA DARI AGAMA DAN BEBAS DARI TUHAN. KEDUA TOKOH ZIONISME YAHUDI ISRAEL MENINGGALKAN JEJAK DEMOKRASI ANTI TUHAN ANTI AGAMA. 

Cacat dan Sisi Gelap Sistem Demokrasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, demokrasi diartikan sebagai bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya, gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.

Jauh sebelum pengertian itu muncul, istilah Demokrasi sudah lahir di Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Kata Demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16, mengemukakan bahwa pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat (from people, for people, by people). Padahal kenyataannya  pemerintahan dari, oleh dan untuk PARTAI.

Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem demokrasi di banyak negara.
Secara umum, demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain, hal itu juga dapat disebut bagi-bagi kue kekuasaan.

Ketiga jenis lembaga melaksanakan kewenangan masing-masing. Lembaga-lembaga pemerintah seperti presiden dengan dibantu menteri dan jajarannya memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. Sementara lembaga-lembaga pengadilan memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan judicatif. Dan lembaga perwakilan rakyat – DPR di Indonesia – memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif.

Pemerintahan demokratis diberi kewenangan membuat keputusan melalui mandat yang di peroleh melalui pemilu. Selanjutnya warga Negara melalui hak memilihnya yang periodik dapat terus menjaga agar pemerintahnya bertanggung jawab kepada masyarakat. Dan jika pertanggungjawaban itu tidak diberikan, maka warga Negara dapat mengganti pemerintahan melalui mekanisme demokrasi yang tersedia.

Walau harus diakui corak dan model demokrasi beragam di setiap negara, namun secara umum, rakyatlah yang memegang peranan penting dalam proses demokrasi. Merekalah yang diserahi tanggung jawab memilih siapa wakil yang mereka kehendaki melalui proses pemilihan baik langsung maupun tak langsung. Aspirasi merekalah yang harus dilaksanakan oleh wakil-wakil terpilih.
Unsur berikutnya dan bahkan lebih mendasar dalam demokrasi adalah kebebasan, yaitu kebebasan berekspresi, berkumpul, berserikat, dan media (Koran, radio, TV). Kebebasan memungkinkan demokrasi berfungsi.

Luar biasanya, sistem demokrasi sudah dianut oleh mayoritas negara di dunia. Dengan berkiblat ke Negara Super Power Amerika Serikat, negara-negara di dunia – terutama negara berkembang – berlomba-lomba berbenah dan mengadopsi sistem ini dengan corak dan warna yang disesuaikan dengan karakter bangsa masing-masing.

Satu point yang perlu dicermati dari sistem demokrasi adalah penentuan calon pemimpin atau wakil rakyat yang kelak menyuarakan kehendak rakyat. Demokrasi tidak mengatur detil dari point ini. Semua diserahkan pada negara atau wilayah guna menyesuaikan sesuai dengan kepentingan. Mengingat azas kebebasan yang berlaku dalam sistem demokrasi, maka setiap warga negara punya hak dipilih dan memilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Celakanya jika dalam penetapan ini bermuatan kepentingan segelintir orang atau kelompok, maka akan dibuat kriteria selonggar mungkin. Ini yang terjadi ketika Aburrahman Wahid (Gus Dur) dicalonkan sebagai presiden RI. Atau standar minimum pendidikan SMA pada penetapan calon anggota legislatif indonesia. Itulah muncul kekhawatiran dari beberapa kalangan akan munculnya sosok-sosok boneka. Mereka yang sebenarnya jauh dari kompeten namun memenuhi syarat minimal berhak mencalonkan diri.
Sisi lain yang tak kalah menakutkan adalah proses pra pemilihan umum. Mengingat calon harus memenangkan suara terbanyak untuk bisa duduk di tempat yang ia inginkan, maka mau tak mau harus ada usaha untuk merebut hati rakyat. Kampanye sebagai mekanisme ‘beriklan’ harus dimanfaatkan betul.

Semua kita tahu bagaimana gegap gempitanya kampanye. Mulai dari famplet, selebaran, panggung dangdut, iklan televisi, dsb. Berbagai janji diumbar di sana. Intinya sama: Pilih Saya. Karena saya pantas. 

Mereka yang lolos “fit and Proper Test” ini dan berkampanye, membutuhkan dana yang tidak sedikit.


Hanya beberapa gelintir saja yang menggunakan dana dalam hitungan ratusan juta. Selebihnya, membutuhkan dana hingga miliaran. Tentu saja hanya segelintir saja yang punya, mampu dan mau mengeluarkan danasebesar ini. Kalaupun tak punya dana sebesar itu, tersedia jalan lain. 

Diperbolehkan menggalang dana dan mencari sponsor dari individu atau kelompok. Dan tentu saja harus ada ‘traksaksi’ atau semacam kesepakatan antara kedua belah pihak. Intinya harus ada simbiosis mutualisme antara kerduanya. 
Maka jadilah kampanye tidak sekedar pra pesta demokrasi melainkan pesta bisnis di sisi lain. Inilah point berbahaya dimaksud. Celah ini sangat dipahami betul para pemilik modal. Mereka yang ingin mempertahankan hegemoni bisnisnya rela merogoh kocek lebih dalam guna mendukung salah satu calon yang dianggap menguntungkan bisnisnya kelak.

Inipulalah yang dimanfaatkan dengan jeli oleh para penganut “Tata Dunia Baru” yang dimotori oleh zionis yahudi. Dalam Protokol Zion Protokol X butir sebelas disebutkan, “Pada masa mendatang kita akan menentukan tanggung jawab presiden.” 

Inti dari protokol di atas adalah bagaimana agen-agen mereka berusaha sekuat tenaga dalam menguasai negara dan mengendalikan presiden. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa lebih dari ¾ bumi menggunakan demokrasi sebagai sistem untuk memilih presiden dan kampanye sebagai mekanisme mencari dukungan. Bisa dibayangkan jika presiden-presiden yang lahir itu adalah mereka yang menggunakan dana yang dikucurkan oleh pemilik modal yahudi. Tentu mereka harus mentaati semacam LoI (letter of intent) atau MoU (Memorandum of Understanding). Mereka juga akan dituntut balas budi ketika sudah mapan di kursinya. 

Dan presiden bukanlah satu-satu penentu kebijakan sebuah negara. Di Indonesia misalnya, ada DPR. Di Amerika ada senat. Mereka para wakil yang duduk di sana pun tak luput dari jerat mematikan tersebut. Maka jadilah mereka tak ubahnya boneka dan wayang-wayang yang dikendalikan oleh si pemilik modal. 

Di Amerika, Koran Washington Post pada 2003 menghitung, 60 persen dari dana kampanye para calon presiden Demokrat berasal dari pengusaha Yahudi. Jerusalem Post pada 2000 melaporkan: Yahudi menyumbang 50 persen dana kampanye Bill Clinton pada 1996.

Obama sendiri saat kampanye didukung penuh oleh Yahudi. Situs surat kabar Israel Haaretz, Rabu (22/10), memuat laporan tentang tokoh-tokoh Yahudi AS yang memainkan peran penting dalam proses pemilu dan kampanye presiden di Negeri Paman Sam itu dibawah judul “36 Jews Who Have Shaped the 2008 U.S. Election”.

Dari 36 nama tersebut terdapat nama-nama penggalang dana kampanye bagi Obama yaitu: Sheldon Adelson seorang Republikan, neokonservatif dan seorang ‘mega-donor’, Sherry Lansing penggalang dana dan donatur utama Partai Demokrat, pernah menjadi perempuan pertama yang memimpin Paramount, salah satu studio film terkemuka di Hollywood, Eli Pariser memimpin situs MoveOn.org, situs advokasi online beraliran liberal yang menggalang dana untuk kandidat presiden dari Partai Demokrat, Penny Pritzker ketua nasional bidang keuangan kampanye Obama, seorang milyader berasal dari keluarga Yahudi yang dikenal kerap menjadi donatur besar, Denise Rich mantan istri milyader March Rich, seorang penggalang dana terbesar bagi Partai Demokrat, Barbra Streisand penyanyi terkenal yang menjadi ikon Yahudi-liberal dan penggalang dana bagi Yahudi, mendukung Obama dan berhasil menggalang dana sebesar 25.800 dollar dari kalangan selebritis Hollywood.

Selain dana, yahudi memainkan peran penting dalamm mendongkrak popularitas calon yang di dukung. Melalui media massa, terus ditiupkan apa saja yang bisa membuat si calon meningkat elektabilitasnya. Mereka tahu betul bagaimana dasyatnya peran media massa. Dalam Protokol XII point 3 disebutkan:



“Kita akan memperlakukan pers dengan cara sebagai berikut: peran apa yang dimainkan oleh pers sekarang ini? Pers berfungsi membangkitkan dan membakar berbagai keinginan yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita atau bisa juga untuk melayani tujuan egois dari kelompok-kelompok.” 

Melalui media-media yang mereka punya, si calon dapat dengan mudah memenangkan hati rakyat. Dapat dengan mudah pula memlintir fakta untuk kemudian menjatuhkan lawan-lawan politiknya.
Di Amerika maupun di Inggris dan negara barat lainnya, demokrasi tengah menjadi obyek telaah. Demokrasi sering kali dikatakan sedang meluncur menuju sistem oligarki (bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh segelintir kelompok elit kecil). Bahkan, ada yang mengatakan bahwa demokrasi sedang bermetamorfosis menjadi otokrasi (suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang)

Uang dan kekuatannya sering menjadikan proses pemilihan umum menjadi tidak fair. Afiliasi kekuatan militer dan industri menjadi sangat digdaya, terlebih setelah mengadopsi semboyan “perang melawan terorisme”. Lobi dan korupsi mencemari berbagai proses pemerintahan. Singkat kata, demokrasi tengah berada dalam kondisi yang tidak baik alias sakit. (Simon Jenkins, mantan editor The Times, Guardian, 8 April 2010). 

Analisa Simon Jenkins di atas memberikan gambaran jelas tentang cacat demokrasi. Selain prosesnya sering tidak fair, mekanisme dan hasilnya pun tak jarang menimbulkan petaka. Namun sayangnya kehebatan media dan ‘marketing’ demokrasi yang dimiliki tangan-tangan tersembunyi, membuat demokrasi seolah batu karang gagah yang tak tergoyahkan. 

Disisi lain, pelaku-pelaku politik yang sudah jauh tenggelam dalam dahaga duniawi dan kekuasaan semakin banyak bermunculan. Individu hasil didikan tangan-tangan inilah yang akan dijadikan boneka dan atau wayang.

Inilah cacat bawaan dan sisi gelap demokrasi yang sudah banyak memakan korban. Pelan tapi pasti, dunia saat ini sedang berjalan ke arah proses destruktif massal. Satu per satu negara teracuni. Satu per satu pula negara-negara tersebut dikuasai secara kasat mata melalui tangan-tangan tersembunyi lewat mekanisme pemilu dalam sistem demokrasi. 

Mari kita benahi sistem yang sudah terlanjur rusak ini. Tidak ada kata terlambat. Sudah lebih setengah abad bangsa ini merdeka, juga sudah lebih setengah abad bangsa ini menggunakan sistem DEMOKRASI !!! tapi hasilnya bangsa ini  tetap dilanda bencana, bencana baik dari alam, dariperut kelaparan maupun dari nafsu kekuasaan walhasilnya DEMOKRASI membuat rakyat menjadi DEMOCRAZY.

Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pencasila dan UUD 45. Bangsa Indonesia tidak mau menjadi bangsa yang tidak mau dipengaruhi dan dikendalikan oleh bangsa asing. Apalagi dikendalika oleh demokrasi zionisme yahudi amerika. Sesungguhnya demokrasi itu anti agama anti tuhan.

Didukung oleh pikiran dan pemikiran dari sekutunya kaum sekuler yang anti agama. Kaum liberalisme anti tuhan karena berdasarkan kebebasan. Kaum atheis yaitu tidak beragama dan tidak bertuhan. Kaum munafik adalah yang mengaku Islam, tetapi anti Pancasila dan anti Syariat Islam. Dan kaum komunisme gabungan dari orangt-orang nihilis dan atheis. Kemudian mereka ini mewujudkan komunisme gaya baru yang tercetus pada pemberontakan komunisme yang ketiga kalinya pada tahun 1998 yang mereka sebut sebagai Reformasi 1998.

Indonesia akan kacau balau dan terpecah belah antar suku, antar agama, sehingga Indonesia tidak memiliki peradaban. Bangsa Indonesia jika memakai dan menganut demokrasi, maka secara nyata mereka mau menghapus Pancasila dan menjadi antek-anteknya amerika. Sehingga Indonesia dijajah oleh zionisme yahudi amerika dengan topeng : Demokrasi. Kejahatan niat, kejahatan pemikiran dan kejahatan penghianat yang disembunyikan dalam topeng adalah pendurhakaan kepada Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Allah Maha Melihat segala sesuatu dan tidak dapat manusia menipu Allah. Karena Maha Mengetahui Allah SWT itu membuat manusia harus takut kepada azab dan siksa Allah SWT. Sesungguhnya dunia ini tidak punya daya dan upaya untuk menyelamatkan. Apabila Allah SWT telah menentukan nasib bagi mereka yang tidak mau menjaga iman dan Islam dalam situasi zaman yang telah dikuasai oleh pemikiran sekuler, pemikiran liberal dan pengtanut demokrasi.

Al-Qur'an memperingatkan dalam terjemahannya sebagai berikut : "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kari kulit mereka akan hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Surah An-Nisaa ayat 56).

Gerakan wanita komunis gaya baru lebih jahat dari gerwani PKI gaya lama berideologi marxis. Kebencian dan kesadisan wanita komunisme gaya baru tertutup dengan gaya dan kelembutan wanita. Namun sangat berbahaya karena wanita komunis ini menikam ajaran syariat Islam. Bahkan umat Muslim mereka sebut sebagai pelanggar HAM berat akibat adanya perda-perda syariat Islam.

Mempermalukan umat Muslim dengan poligami dan kawin sirri. Dan hal ini terus digembar-gemborkan dengan kebebasan pers. Padahal banyak insan pers itu beragama Islam.

Gerakan wanita komunis gaya baru ini bekerja sama dengan penganut kebebasan pers untuk meluluh lantakkan ajaran Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW. Lihatlah di sekeliling kita saat ini. Orang-orang munafik dan antek-anteknya zionisme yahudi israel dan yahudi amerika sangat menginginkan umat Muslim yang taat kepada Allah SWT dan taat kepada Rasulullah SAW menjadi sesat. Maka lawanlah di mana saja mereka berada. Jangan jadikan mereka sebagai teman setia dan penolong. Bahkan jangan jadikan mereka sebagai pemimpin.

Akhirnya kita butuh bertafakkur tentang kematian kita. Sebenarnya tiap hari ulang tahun hendaknya kita ingat, makin dekat kepada kematian. Kita tidak mau bertambahnya dosa kehidupan yang kita jalani. Apakah kita tidak mau bertaubat nasuha ?

Demokrasi seolah-olah sebuah pencerahan peradaban dan sebuah jalan hidup, sehingga semua orang berjuang untuk menerapkannya. Orang-orang pada umumnya melihat demokrasi sebagai jalan yang terdepan untuk kemajuan dan perkembangan, Negara-negara besar seperti AS dan UK (Inggris) menjadi contoh akan hal ini; jika kita melihat lebih dekat lagi apa saja yang ditawarkan oleh demokrasi, peradaban mereka dan pencerahan yang dimaksudkan maka semuanya ini akan menjadi jelas, bahwa demokrasi adalah sumber segala macam bencana!



Dalam Keimanan Atau Aqidah
Penurunan moral masyarakat, masyarakat tidak memiliki nilai-nilai etik yang tegas terhadap apa-apa yang boleh dilakukan ataukah tidak. Masyarakat menjadi sangat kecewa dan tidak percaya pada agama, mereka meninggalkannya secara komplit. Mereka bebas untuk beribadah dan memuja-muja sesuatu, baik itu uang, binatang, manusia, atau sesuatu yang lain. Mereka menolak beriman kepada Tuhan, karena hanya materilah tujuan dalam hidupnya dimana uang dan kesenangan menjadi kunci utama yang harus dicapai.

Dalam Aspek Sosial Masyarakat
Ditingkatan sosial, struktur keluarga menjadi benar dimana orang-orang tidak percaya dengan pernikahan lagi karena pernikahan mengikat mereka, mencegah mereka dari kesenangan dan perzinahan. Perzinahan tersebar luas akibat dari rusaknya pernikahan yang mengakibatkan hancurnya keluarga dan kehidupan anak-anaknya. Perceraian menduduki angka rata-rata yang tertinggi lebih daripada sebelumnya dan masih terus meningkat. Keluarga dengan orang tua tunggal lebih umum khususnya bagi wanita. Homoseksual menjadi tren di kalangan masyarakat dengan legalisasi pernikahan antar sesama jenis dan hal itu diajarkan di sekolah-sekolah. Kekejaman terhadap anak tersebar luas seiring dengan kekejaman dalam rumah tangga. Orang-orang berjalan dengan telanjang (tidak menutup aurat) di jalan-jalan dan aktif memperjuangkannya lewat demokrasi dalam meraih popularitas dan kekuasaan, masalah-masalah kejiwaan yang melanda masyarakat menjadi fenomena yang umum didapati, seperti stress, depresi atau bahkan gangguan jiwa (gila). Alkohol dan minuman keras tersebar luas dan menjadi tren karena adanya legalisasi.
Industri-industri pornografi adalah salah satu industri yang tersebar dalam negara demokrasi bersama-sama dengan agen-agen pengawalnya dan ditunjang dengan tempat-tempat prostitusi baik legal maupun ilegal, dalam rangka untuk memberikan suguhan yang tidak bermoral kepada masyarakat dan mengajarkan paham materialistik kepada ummat. Adanya ketidakpercayaan diantara suami istri yang mengakibatkan  penganiayaan dan kekejaman pada anak-anak mereka. Pasangan suami istri bergaul bebas dengan lawan jenisnya yang biasanya berakibat adanya kumpul kebo (tidur bersama) yang kemudian diakhiri retaknya hubungan rumah tangga dan penyebaran penyakit.

Dalam Aspek Ekonomi
Ada banyak orang yang hidup dijalan-jalan, di kotak-kotak kardus, di gerobak, di kolong jembatan, makan dari tong-tong sampah, dan meminta-minta di jalan (pengemis), itu semua tidak dipertimbangkan dalam demokrasi (tidak mendapatkan perhatian). Rumah sebagai tempat perlindungan menjadi kurang nyaman karena dimana-mana dipenuhi masalah. Masyarakat hanya memikirkan diri mereka sendiri dan hanya memperhatikan kehidupan mereka sendiri tanpa memperhatikan yang lain atau masyarakat secara umum. Tingkatan hutang per orang mencapai ribuan, mereka menghadapi tantangan bunga yang tinggi; terkadang mereka pun tidak mampu untuk membayarnya kembali dan mereka diperbudak oleh kebutuhan mereka dalam bekerja dan tuntutan hutang mereka. Orang-orang menghabiskan hidup mereka untuk bekerja selama 40 jam (bahkan lebih) dalam seminggu, mengabaikan keluarga mereka dan anak-anak mereka, menggunakan hidup mereka dengan menghambur-hamburkan uang. Banyak orang manjadi pengangguran atau berkurangnya pekerjaan selama bertahun-tahun karena adanya komputerisasi, yang ada hanyalah penderitaan yang mereka alami. Orang-orang kaya dan kalangan atas adalah orang-orang yang mengontrol dan mampu untuk memanipulasi ekonomi dan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, lihatlah mereka sepertinya mudah untuk berkuasa dengan jalan apapun yang mereka mau. Televisi, game-game komputer dan musik telah menghancurkan pikiran generasi muda, mencuri otak mereka dari kemampuan berfikir dan merespon kehidupan dan tujuan terbesarnya dalam hidup, mereka tumbuh menjadi generasi masa depan yang buruk, yang bodoh teerhadap fakta yang mereka ikuti.

Dalam Aspek Politik
Realita demokrasi secara politik penuh dengan kebohongan, penipuan, kecurangan dan skandal-skandal, fakta inilah yang diterima masyarakat. Para politikus pada umumnya berbohong dalam rangka untuk memperoleh dukungan dari masyarakat, hanya jika pada akhirnya kebohohongannya terbongkar maka mereka terpaksa untuk meminta maaf. Masyarakat berpartisipasi dalam pemerintahan dengan memberikan suara melalui sepotong kertas yang dimasukkan dalam kotak suara. Gambaran yang diberikan media yaitu mereka memilih pemimpin meraka padahal dalam faktanya mereka dibayar oleh partai politik untuk mendukung kampanye-kampanya mereka. Pemerintah dengan sengaja membodohi masyarakat dan menolak pandangan-pandangan mereka jika mereka melawan agenda-agendanya dan potilik luar negerinya, pemerintah malah memperjuangkan kepentingan-kepentingan kaum elit dan memanipulasi situasi politik sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.

Dalam Politik Luar Negeri
Kolonisasi dan imperialisme telah menjadi cerita dari demokrasi, begitupun juga yang terjadi saat ini. Mereka memduduki dan menyerbu lahan-lahan asing untuk menjalankan jalan hidup mereka kepada yang lain. Mereka merampas sumber-sumber kekayaan negara untuk kemanfaatan dan kepentingan mereka sendiri, dan meninggalkan negara tersebut jika sudah hancur atau rusak. Mereka menimbun bahan-bahan alam dari dunia dan memanipulasi pasar dunia untuk memperoleh keuntungan. Mereka mempengaruhi dan mengontrol pasar luar negeri untuk memastikan bahwa mereka dapat memanfaatkan para penjual atau sales untuk kebaikan mereka dan koditas mereka. Mereka menciptakan perang diantara bangsa-bangsa (negara-negara) supaya mereka dapat menjual senjata dan artileri kepada bangsa-bangsa tersebut yang biasanya senjata-senjata dan ertileri yang dijual tersebut merupakan barang lama dan kadaluarsa. Mereka menciptakan rezim boneka di dunia supaya tunduk terhadap mereka dan dapat mereka gunakan untuk diseluruh dunia agar mereka mampu memainkan dominasi dunia dan memadamkan perlawanan atau mempertahankan diri dari serangan mereka. Mereka memata-matai negara lain dan sering melanggar hukum-hukum yang bersifat nasional maupun internasional yang mereka ciptakan tanpa ada rasa penyesalan sama-sekali.

Dalam Aspek Hak-hak Manusia
Tersebarnya rasisme dan diskriminasi yang di dasarkan atas basis daerah, warna kulit dan keyakinan (agama sebagai akibat dari demokrasi). Mereka melihat ras, suku  yang lain ada pada kedudukan yang inferior (rendah) dibandingkan dengan diri mereka sendiri: Orang-orang kulit hitam diberikan hak-hak perlakuan layaknya mempelakukan hewan. Bahkan wanita ditempatkan inferior daripada laki-laki sampai saat ini, mereka memperlakukannya sebagai obyek seks dengan menggunakan tubuh-tubuh mereka yang dipandang sebagai barangs. Demokrasi telah melakukan diskriminasi melawan ummat muslim dan memperlakukan mereka secara kejam, di Tahanan Guantanamo dan Abu Ghraib sebagai contoh yang jelas bahwa mereka telah melanggar hak-hak dasar manusia. Organisasi-organisasi seperti CIA memiliki tahanan-tahanan rahasia di seluruh dunia untuk kepentingan mereka sendir. Mereka menangkap dan menyiksa ummat muslim tanpa tuduhan, tanpa proses pengadilan atau bahkan pembelaan, meniadakan hak-hak mereka sebagai warga negara.

Dalam Aspek Pendidikan
Demokrasi mengajarkan anak-anak tentang seks dan penyakit-penyakit yang ditularkan lewat aktifitas seks sebagai bagian dari kurikulum mereka, bersamaan dengan itu diajarkan minum-minuman keras, diperbolehkannya perlakuan yang kejam dalam rangka untuk mencegah generasi baru terpengaruh oleh tersebarnya penyakit-penyakit yang ada ditengah-tengah masyarakat mereka. Adanya budaya pergaulan bebas dalam institusi pendidikan dimana mereka didorong untuk belajar, mencoba dan menguji aktivitas seksual diantara mereka. Homoseksual diajarkan sebagai sesuatu yang dianggap normal dan merupakan bagian dari make up genetik dan selayaknya kita toleran terhadap orang-orang yang memiliki kecenderungan ke arah tersebut. Sistem pendidikannya mengajarkan pemikiran sekuler dari sudut pandang atheis yang menggunakan ide-ide manusia seperti evolusi. Sistem pendidikan yang mengajarkan segala sesuatu dilihat dari sudut pandang materialisme untuk menilai hidup dan agar menerima demokrasi sebagai jalan hidup satu-satunya.

Aspek Hukum
Sistem hukum dalam demokrasi sangat ironis (penuh dengan kebobrokan) dan penuh dengan pertentangan. Mereka mengangkat hakim untuk menghakimi manusia dari orang yang tidak pandai, tidak juga ahli dalam persoalan dari sisi hukum. Keputusan diambil berdasarkan atas banyaknya uang suapan yang bisa dia kumpulkan dari terdakwa, itulah nanti yang akan menentukan kasus apakah mereka dihukumi salah atau benar. Bisa saja terdakwa dituntut hukuman atas perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan akan tetapi mereka baru dibebaskan setelah menjalani hukuman beberapa tahun karena terbukti bersalah.

Dalam demokrasi orang melakukan pergaulan bebas (perzinahan) kurang mendapatkan porsi hukuman yang setimpal jika dibandingkan dengan seorang pembunuh dan seorang pemerkosa yang bisa dibebaskan segera, jika dibandingkan dengan seorang pencuri. Mereka bahkan dapat dihukum bunuh dengan injeksi atau alat pemotong listrik (terutama di negara-negara Barat). Ada persolan hukum yang dikeluarkan guna melawan orang-orang dengan sesuatu yang tidak masuk akal, seperti perusahaan rokok dengan menuliskan label merokok dapat menyebabkan kanker, merusak janin, dan lain-lain, makan bebas menyebabkan penambahan berat badan, dan lain-lain.

Kesimpulan
Beberapa hal di atas merupakan akibat buruk dari eksisnya demokrasi di dunia saat ini, dampak-dampak di atas belum dikupas secara mendalam, tidak juga khusus pada negara tertentu, Anda  dapat menemukannya dimanapun ketika manusia telah memegang kedaulatan, membuat hak untuk menghukumi dan menentukan jalan hidup mereka dan terbebas dari petunjuk Tuhan, maka tipe penyimpangan ini dan degradasi (kemunduran) akan segera terwujud.

Tanyakanlah pada diri Anda sendiri bagaimana peradaban masyarakat Barat? Apakah mereka benar-benar sebagai masyarakat yang maju dan berkembang sehingga patut untuk ditiru? Tidakkah mereka hidup dalam kegelapan dan justru butuh pencerahan? Tidakkah mereka menemui problem yang tidak ada habis-habisnya dalam semua aspek kehidupan dan mereka tidak memiliki solusi untuk itu? Apakah kamu benar-benar ingin hidup dalam masyarakat dimana orang-orangnya hidup seperti binatang tanpa memperdulikan siapapun juga? Apakah kamu benar-benar ingin hidup dalam masyarakat yang tidak ada batas larangan dan mentoleransi semua pandangan dan semua perbuatan?
Karena justru kita menemukan demokrasi menjadi sesuatu yang dielu-elukan sebagai pencerahan dan jalan hidup yang hebat? Bahkan kita menemukan ummat Muslim menyerukan demokrasi dan berjuang untuk menerapkannya? Apakah mereka buta teerhadap realita gaya hidup dari bangsa-bangsa yang menghasilkan demokrasi dan telah menjalankannya?

Allah SWT. memuliakan ummat Muslim disebabkan mereka telah mengikrarkan kalimat syahadat dan mengimaninya, yang secara alami berkonsekuensi menyesuaikan kehidupannya dengan syahadat tadi. Satu-satunya syariah yang sempurna dan jalan hidup yang hebat hanya satu yaitu agama Allah (Islam), tidak satupun dari syariah Islam yang dirancang dari pemikiran manusia yang didasarkan atas hawa nafsu dan keinginan mereka. Sesungguhnya orang-orang kafir (non muslim) berada dalam kesesatan apabila yang mereka imani dan jalan hidupnya akan menyebabkan mereka menjadi ahli neraka serta tinggal di dalamnya.
Lalu mengapa kita merasa butuh untuk mengikuti mereka dan hidup seperti mereka? Tidakkah kita telah memiliki petunjuk yang benar dari Allah tentang bagaimana jalan hidup kita (cara menempuh kehidupan kita)? Demokrasi dan semua yang berawal darinya adalah terbelakang (jahiliyah) dan sesat, sesuatu yang jelas-jelas ditolak oleh Islam.

”Allah pelindung orang-orang yang beriman: Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (Iman). Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaithon, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada  kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka: mereka kekal didalamnya.” (QS. Al Baqarah, 2:257)

KOMENTAR

BLOGGER
islamic'
Nama

aagym,19,Aagym Audio,8,Abdur Raheem Green,2,Akhir Zaman,18,Akhir Zaman Ebook,35,Akhlaqul Karimah,16,Al Masih,9,apk bahasa,1,apk doa,2,apk Quran,4,apk salat,3,apk umum islam,1,Aplikasi Islami,26,aplikasi total android,10,Audio,13,Bang Imad,4,Bani Jawi dan Melayu,4,BELA DIRI,1,Belajar Bahasa Arab,2,Berita dan Kasus,27,Berita Islami,18,Bola,3,Buku Imran Hosein,4,Catatan Sang Pujangga Sesi 1,4,Dajjal,10,Doa dan Ruqyah Audio,1,Download Ebook Islami,26,Download Ebook Kristologi,18,Download Ebook Umum,4,Ebook Detektif,1,Ebook Doa,5,Ebook Fiqih,20,Ebook Hadits,18,Ebook Hubungan,6,Ebook Keluarga,3,Ebook Quran,20,Ebook Sejarah,22,Ebook Tajwid,1,Ekonomi Islam,25,Freemasonry,22,Gaib dan Non Dunia,43,Gaib dan Non Dunia Video,6,Gog and Magog,1,Gusdur,3,Hassan Al Banna,1,Hj. Irene Handono,1,Ibadah Sehari-hari,1,Ideologi,2,Imran Hosein,17,islam,1,Islam dan Hindu,2,Keajaiban Islam,15,Keluarga Bahagia,3,Keluarga Ibrahim,10,Kisah-Kisah Motivasi,10,Komunis,2,Konspirasi Amerika,18,konspirasi zionis,62,Kristologi,54,KUNGFU,1,Liberalis,1,Lintas Agama,27,Love Islam,39,Love Kesehatan,6,Love Menulis,5,Love Musik,1,Love ng-BLog,3,Love Nonton Bareng,10,Masalah Syi'ah,2,Masuk Islam,18,Minerva,4,Nubuat Muhammad,3,Office,1,Pancasila,1,Pengendalian Pikiran,13,Permasalahan Islami,19,Pernikahan,1,Politik,29,Protokol Zionisme,11,Puasa,3,Realita Akhir Zaman,39,Romansa dan Cinta,14,Science and Signs,1,Sejarah dan Biografi Islam,56,Setanisme,1,Sihir,13,Software Belajar Bahasa Inggris,3,Software dan Aplikasi,10,Sofware dan Download,9,Sundaland dan Atlantis,6,Takbiran Audio,3,The Best Book,1,The Truth Of Islam,29,Tilawah Quran,1,Video Akhir Zaman,14,Video Dokumenter,6,Video Imran Hosein,12,Video Masuk Islam,9,video sosial eksperimen,4,Video Zakir Naik,11,Wakeup Project,8,Yesus dan Isa,1,Yusuf Estes,3,Zakir Naik,15,
ltr
item
love is rasa: Rahasia Lucifer Cikal Bakal Agama Demokrasi dan Perang Dunia Ketiga Bagian 2
Rahasia Lucifer Cikal Bakal Agama Demokrasi dan Perang Dunia Ketiga Bagian 2
albert pike perang dunia 3 | Cacat dan Sisi Gelap Sistem Demokrasi | penipuan demokrasi
http://2.bp.blogspot.com/-nkNk8l16sRM/VCouJxuHlNI/AAAAAAAAAgU/QxugLZtBXrE/s640/hngjgkju.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-nkNk8l16sRM/VCouJxuHlNI/AAAAAAAAAgU/QxugLZtBXrE/s72-c/hngjgkju.jpg
love is rasa
http://love-is-rasa.blogspot.com/2015/07/lucifer-cikal-bakal-demokrasi-perang-dunia-ketiga-bagian-2.html
http://love-is-rasa.blogspot.com/
http://love-is-rasa.blogspot.com/
http://love-is-rasa.blogspot.com/2015/07/lucifer-cikal-bakal-demokrasi-perang-dunia-ketiga-bagian-2.html
true
2777010531160768459
UTF-8
Load Semua Postingan Tidak ditemukan postingan LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Balas Batalkan balasan Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua REKOMENDASI UNTUKMU LABEL ARCHIVE SEARCH SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan entri sesuai dengan permintaan anda Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI TERKUNCI PREMIUM Silahkan bagikan untuk mengakses konten Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin