Sejarah Freemason, Abdurrahman Wahid dan Celah Terbukanya Gerbang Baru Zionism Indonesia


Loji-loji (rumah-rumah ibadah) Freemasonry oleh kaum pribumi Indonesia disebut sebagai “Rumah Setan” disebabkan ritual kaum Freemason yang selalu melakukan pemanggilan arwah orang yang sudah mati. Lama kelamaan hal ini mengusik istana, sehingga pada bulan Maret 1950, Presiden Soekarno memanggil tokoh-tokoh Freemasonry Tertinggi Hindia Belanda yang berada di Loji Adhucstat (sekarang Gedung Bappenas-Menteng) untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Di depan Soekarno, tokoh-tokoh Freemasonry ini mengelak dan menyatakan istilah “Setan” mungkin berasal dari pengucapan kaum pribumi terhadap “Sin Jan” (Saint Jean) yang merupakan salah satu tokoh suci Freemasonry. Walau mereka berkelit (*), namun Soekarno tidak percaya begitu saja. Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara Nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia.

(*) "Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah." (HR Ahmad dan Thabarani).

Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara. Toh meski sudah dilarang, yang namanya Rotary Club, Lions Club dan sejenisnya, tetap saja melakukan aktivitas secara terbuka di Indonesia. Bahkan sejumlah tokoh masuk dalam keanggotaan organisasi-organisasi ini.

Freemason Era Abdurrahman

Dan, 38 tahun kemudian pada saat Presiden Abdurrahman Wahid terpilih menjadi Presiden Indonesia, ia yang konon katanya seorang kyai besar, kakak kandung Sholahuddin Wahid (adik kandung abdurrahman), pernah berkata dalam satu acara, “Saya tahu betul, abdurrahman itu tidak sholat. [eramuslim] telah ”mencabut Keppres Nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres Nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.

Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia dan kini mulai menggeliat bangkit .. !!

Keppres No 69/2000 yang dikeluarkan oleh Abdurrahman tersebut sampai sekarang masih saja berlaku alias belum dicabut.

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 69 TAHUN 2000

TENTANG


PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN 1962
TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMOKRASI, ROTARY CLUB,
DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMETSELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA),
MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATION
OF ROSI CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I


PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang :
bahwa pembentukan organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan pada hakekatnya merupakan hak asasi setiap warganegara Indonesia;

bahwa larangan terhadap organisasi-organisasi sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962, dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip-prinsip demokrasi;

bahwa meskipun dalam kenyataannya Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 sudah tidak efektif lagi, namun untuk lebih memberikan kepastian hukum perlu secara tegas mencabut Keputusan Presiden tersebut;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, b, dan huruf c di atas, maka dipandang perlu untuk mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962;

Mengingat :

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886);


MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN 1962 TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMO-KRASI, ROTARY CLUB, DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMET-SELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA), MORAL REARMA-MENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATION OF ROSI CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I.

Pasal 1

Mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 tentang Larangan Adanya Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i.


Pasal 2

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2000

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd


ABDURRAHMAN WAHID



***

WASIAT Abdurrahman untuk umat Muslim ....

Buku yang berjudul Al-Qur’an Dihina Gus Dur ini isinya berupa tanggapan atas wawancara abdurrahman yang dimuat di situs JIL (Jaringan Islam Liberal) islamlib.com yang berjudul “Jangan Bikin Aturan Berdasarkan Islam Saja!” (10/04/2006). Dalam wawancara itu abdurrahman menghina Al-Qur’an secara terang-terangan. Di antaranya terdapat dalam tanya jawab sebagai berikut:

JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

(Gus Dur): Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).

JIL: Maksudnya?

(Gus Dur): Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha’

Oleh karena itu, penghinaan terhadap Al-Qur’an ini perlu ditanggapi.

Beberapa dari Loji-Loji yang sempat dibangun di Indonesia:

LOJI DI JAKARTA:










LOJI DI BANDUNG:


*****

LOJI DI SEMARANG:



*****

LOJI DI MAGELANG:


*****

LOJI MATARAM (YOGYAKARTA)



*****

LOJI DI MAKASSAR




*****

LOJI DI PALEMBANG




*****

LOJI DI KUTA RAJA, BANDA ACEH




*****

TOKOH FREEMASON INDONESIA:






Komisaris Jenderal (Pol.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (lahir di Bogor, Jawa Barat, 7 Juni 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Agustus 1993 pada umur 85 tahun) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri; dulu bernama Kepala Djawatan Kepolisian Negara) pertama, menjabat dari 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959. Pada tahun 1952 menjadi anggota dari loge Indonesia Purwo Daksia. Ia menjabat sebagai Kepala kepolisian RI . Soekanto menjadi Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Ia juga menjabat sebagai ketua dari Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stiching.


*****
KEGIATAN FREEMASON INDONESIA:




Foto-foto diatas adalah BUKTI bahwa faham aliran satanic ini PERNAH TUMBUH SUBUR di Indonesia.
Dan setelah Gus Dur mencabut Surat Keputusan Presiden yang dibuat presiden Soekarno, maka aliran ini mempunyai kesempatan besar untuk muncul kembali di Indonesia.






Lambang VOC berakar dari simbol freemasonry

Mungkin pada masa lalu, keikutsertaan mereka pada kelompok ini hanya untuk mencari sesuap nasi, atau mencari “aman” atau bisa pula hanya karena masalah politik.

Tapi di era kebebasan informasi yang mutakhir seperti sekarang, rahasia-rahasia perencanaan busuk dari kelompok ini mulai terbongkar.

Dan saat ini juga, sudah ada banyak penentang dari seluruh penjuru dunia, dari berbagai ras manapun juga telah menjaga jarak dengan kelompok ini.

Anggota kelompok freemason terkenal dengan kesantunan dan kebaikannya dalam banyak hal, namun justru inilah strategi perilaku (behavior) mereka untuk membuat simpati semua kalangan.

Dengan perilaku sopan dan santun serta baik tersebut justru membuat orang tak percaya jika kelompok ini adalah kelompok satanic yang fahamnya bersebrangan dengan kelompok believers yaitu orang beragama, apapun agamanya.

Namun, mereka yang masuk kelompok ini, selama mereka bukan turunan Yahudi (termasuk yang ada di foto-foto diatas) mereka tidak pernah tau kalau mereka juga halal untuk dibunuh karena mereka hanyalah “Goyim”.

Anggota freemason merasa diri mereka adalah manusia sejati, selain mereka adalah turunan monyet atau dalam bahasa mereka adalah “Goyim”.




Daftar Loji-Loji di Indonesia Beserta Tempat, dan Waktu Didirikannya : 



‎1. Loge La Choisie di Batavia (1764-1766)‎

‎2. Loge La Fidele Sincerite (1767)‎

‎3. Loge La Virtuese (1769)‎

‎4. Loge La Constante et Fidele (1801) di Semarang‎

‎5. Loge De Vriendschap (1809) di Surabaya

‎6. Loge De Ster in Het Oosten (Loji Bintang Timur) di Batavia (1837)‎
‎7. Loge Matahari di Padang (1858)‎
‎8. Loge Princes Frederik der Nederlanden di Rembang (1871)‎
‎9. Loge L Union Frederic Royal di Surakarta (1872)‎
‎10. Loge Prins Frederik di Kota Raja Aceh pada tahun 1880‎
‎11. Loge Veritas di Probolinggo‎
‎12. Loge Arbeid Adelt di Makassar (1888)‎
‎13. Loge Excelsior di Bogor (1891)‎
‎14. Loge Tidar di Magelang (1891)‎
‎15. Loge St. Jan di Bandung (1896)‎
‎16. Loge Fraternitas di Salatiga (1896)‎
‎17. Loge Humanitas di Tegal (1898)‎
‎18. Loge Malang (1901)‎
‎19. Loge Blitar (1906)‎
‎20. Loge Kediri (1918)‎
‎21. Loge Het Zuinderkruis (Rasi Pari) di Batavia (1918)‎
‎22. Loge De Broerderketen (Segitiga) di Jember (1926)‎

Sedangkan loji-loji berdasarkan urutan nomor dari Freemasonry Belanda ketika menancapkan ‎pondasinya di Indonesia adalah:‎

‎1. loge nummer 31 : La Constante et Fidèle, Semarang, Indonesië (pada 31-11-1960 berubah ‎menjadi cabang Loge Agung Indonesia)‎
2. loge nummer 46 : Mata Hari, Padang, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi pada 17-03-‎‎1943 di karenakan Jepang)‎
3. loge nummer 53 : Mataram, Djokjakarta, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
4. loge nummer 55 : l'Union Frédéric Royal, Soerakarta, Nederlands Oost-Indië (berhenti ‎beroperasi sejak pendududkan Jepang)‎
5. loge nummer 61 : Prins Frederik, Kota Radja, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎selama pendudukan Jepang)‎
6. loge nummer 65 : Arbeid Adelt, Makassar, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
7. loge nummer 70 : Deli, Medan, Nederlands Oost-Indië (Di tutup pada 1960 karena pemerintah ‎Indonesia melarang Freemasonry)‎
8. loge nummer 82 : Tidar, Magelang, Nederlands Oost-Indië (Di tutup pada 1960 karena ‎pemerintah Indonesia melarang Freemasonry)‎
9. loge nummer 83 : Fraternitas, Salatiga, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
10. loge nummer 84 : Sint Jan, Bandung, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
11. loge nummer 87 : Humanitas, Tegal, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
12. loge nummer 89 : Malang, Malang, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
13. loge nummer 92 : Blitar, Blitar, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak pendudukan ‎Jepang)‎
14. loge nummer 109 : De Dageraad, Kediri, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
15. loge nummer 110 : Het Zuiderkruis, Mr. Cornelis/Batavia, Nederlands Oost-Indië (in ruste ‎gagaan in 1955)‎
16. loge nummer 111 : De Broederketen, Batavia, Nederlands Oost-Indië (in ruste gegaan in ‎‎1948)‎
17. loge nummer 129 : De Driehoek, Djember, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎
18. loge nummer 149 : Palembang, Palembang, Nederlands Oost-Indië (di tutup pada 1958)‎
‎19. loge nummer 151 : De Hoeksteen, Soekaboemi, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎sejak pendudukan Jepang)‎
20. loge nummer 153 : Serajoedal, Poerwokerto, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎sejak pendudukan Jepang)‎
21. loge nummer 165 : De Witte Roos, Batavia, Nederlands Oost-Indië (Di tutup pada 14-01-‎‎1958)‎
22. loge nummer 182 : Purwa Daksina, Batavia, Nederlands Oost-Indië, (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di ‎nyatakan terlarang di Indonesia)‎
23. loge nummer 183 : Dharma, Bandoeng, Nederlands Oost-Indië, (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di ‎nyatakan terlarang di Indonesia)‎
24. loge nummer 192 : Bhakti, Semarang, Nederlands Oost-Indië (pada tahun 1955 di resmikan ‎sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di nyatakan ‎terlarang di Indonesia)‎
‎25. loge nummer 193 : Pamitran, Soerabaja, Nederlands Oost-Indië (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di ‎nyatakan terlarang di Indonesia)




 
Vatikan Melarang Freemason

Gereja Vatikan saja sudah lama mengharamkan anggotanya untuk menjadi anggota organisasi-organisasi ini dan menyatakan jika ada anggota Gereja Vatikan yang masuk menjadi angota maka dia dianggap telah keluar dari Kekristenan.

Berbagai Papal Condemnation dikeluarkan untuk hal ini, salah satunya Humanus Genus yang dikeluarkan Paus Leo XIII di tahun 1884.

Awal Berdirinya Freemason

Pada tahun 1717 masehi, gerakan rahasia ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, namun pada hakikatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemasonry sebagai nama barunya.

Sebagai pendirinya adalah Adam Wishaupt, seorang tokoh Yahudi dari London, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Albert Pike, seorang jenderal Amerika (1809-1891). Organisasi ini sulit dilacak karena strukturnya sangat rahasia, teratur, dan rapi.

Tujuan gerakan Freemasonry secara umum adalah:

1. Menghapus semua agama.
2. Menghapus sistem keluarga.
3. Mengkocar-kacirkan sistem politik dunia.
4. Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia dan merusak kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara-negara non-Yahudi atau Goyim (sebutan dari bangsa lain di luar Yahudi).
Tujuan akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha, di kota Al-Quds (Yerussalem), mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol para cendekiawan Zionis.


Freemasonry (atau Masonic) (info Freemason) adalah sebuah organisasi rahasia yang berakar pada kepercayaan Mesir kuno yang disebut Kabbalah.

Freemasonry secara bahasa terdiri dari dua kata, Free dan Mason. Free artinya merdeka dan mason artinya tukang bangunan. Dengan demikian Freemasonry secara etimologis berarti “tukang-tukang bangunan yang merdeka”.

Secara hakikat, Freemasonry atau Al-Masuniyyah (dalam bahasa Arab) adalah sebuah organisasi Yahudi Internasional bawah tanah yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan.

Freemasonry di atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. Tetapi maksud Freemasonry di sini adalah tidak terikat dengan ikatan pihak manapun kecuali sesama freemason.
Freemasonry berasal dari gerakan rahasia yang dibuat oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan pemeluk Masehi (Kristen, Islam, Budha, Hindu dan semua agama kecuali Jews), dengan cara pembunuhan terhadap orang per-orang.
Menurut buku ‘Kabut-kabut Freemasonry’, salah seorang yang disebut sebagai pendirinya adalah Herodes Agrippa I (meninggal 44 M). Ia dibantu oleh dua orang Yahudi, Heram Abioud dan Moab Leomi. Freemasonry selanjutnya menempatkan dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun Islam.

Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, namun pada hakikatnya adalah seorang Yahudi.

Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemasonry sebagai nama barunya. Sebagai pendirinya adalah Adam Wishaupt, seorang tokoh Yahudi dari London, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Albert Pike, seorang jenderal Amerika (1809-1891).
Herodes Agrippa I (wikipedia)
Selain itu, tujuan mereka juga untuk mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol para cendekiawan Zionis.

Buku Protokol tersebut berisikan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di dalam setiap rapat mereka, serta berisikan 24 bagian (ayat) yang mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi, serta menyiapkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia Internasional.

Dalam gerakannya, Freemasonry menggunakan tangan-tangan cendekiawan dan hartawan Goyim, tetapi di bawah kontrol orang Yahudi pilihan. Hasil dari gerakan ini di antaranya adalah mencetuskan tiga perang dunia, tiga revolusi (Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri di Inggris), melahirkan tiga gerakan utama (Zionisme, Komunisme, dan Nazisme).

Freemansory terbagi ke dalam tiga tingkatan:  
1. Majelis Rendah atau Freemansory Simbolis
2. Fremansory Majelis Menengah
3. Fremansory Majelis Tinggi.

Dalam penerimaan keanggotaan, Freemasonry tidak mempersoalkan agama calon anggota. Bahkan calon anggota disumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dalam Freemasonry diadakan model kenaikan pangkat hingga level ke-33 bagi orang-orang Goyim. Orang-orang yang berhasil dijaring kemudian diberikan tugas untuk menyebarkan paham Freemasonry dan bekerja untuk merealisasikan tujuannya.

Kecuali, perekrutan anggota menengah dan tinggi kelompok ini sangat tertutup, bersifat rahasia dan sangat eksklusif. Anggotanya berasal dari latar belakang profesi, agama, kepercayaan, dan kebangsaan yang berbeda.

Gerakan Freemason Indonesia ada di Buku-Buku Sejarah

Namun meski ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason (Belanda:Vrijmetselaarij), nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah.

Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang gerakan salah satu kelompok Yahudi di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini.

Di antaranya adalah: Vrijmet selaarij: Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr Dirk de Visser Smith pada tahun 1931, Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J Hagemen JCz pada tahun 1886,
Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onderhoorige Kolonien en Londen (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H Maarschalk pada tahun 1872.

Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar.
Loge de Ster in het Oosten (Batavia), Loge La Constante et Fidele (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya).

Di samping literatur yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, pada tahun 1994, sebuah buku berjudul Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962 (Freemason dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis oleh Dr Th Stevens, seorang peneliti yang juga anggota Freemason.

Berbeda dengan buku-buku tentang Freemason di Hindia Belanda sebelumnya, buku karangan Dr Th Stevens ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

Buku-buku yang mengungkap tentang sejarah keberadaan jaringan Freemason di Indonesia sejak masa penjajahan tersebut, sampai saat ini masih bisa dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Bahkan, Indisch Macconiek Tijdschrift (Majalah Freemason Hindia), sebuah majalah resmi milik Freemason Hindia Belanda yang terbit di Semarang pada 1895 sampai awal tahun 1940-an, juga masih tersimpan rapi di perpustakaan nasional.

Selain karya Stevens dan H Maarschalk yang diterbitkan di negeri Belanda, buku-buku lainnya seperti tersebut di atas, diterbitkan di Semarang dan Surabaya, dua wilayah yang pada masa lalu menjadi basis gerakan Freemason di Hindia Belanda, selain Batavia.

Keberadaan jaringan Freemason di Indonesia seperti ditulis dalam buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 adalah 150 tahun atau 199 tahun, dihitung sejak masuknya pertama kali jaringan Freemason di Batavia pada tahun 1762 sampai dibubarkan pemerintah Soekarno pada tahun 1961.

Selama kurun tersebut Freemason telah memberikan pengaruh yang kuat di negeri ini. Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 misalnya, memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loge-loge yang berada langsung di bawah pengawasan Freemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman yang ditulis oleh Tim Komite Sejarah Freemason ini adalah bukti tak terbantahkan tentang keberadaan jaringan mereka di seluruh Nusantara.

Keterlibatan elite-elite pribumi, di antaranya para tokoh Boedi Oetomo dan elite keraton di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, terekam dalam buku kenang-kenangan ini. Radjiman Wediodiningrat, orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan Boedi Oetomo, adalah satu-satunya tokoh pribumi yang artikelnya dimuat dalam buku kenang-kenangan yang menjadi pegangan anggota Freemason di seluruh Hindia Belanda ini.

Radjiman yang masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913, menulis sebuah artikel berjudul ”Een Broderketen der Volken” (Persaudaraan Rakyat). Radjiman pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selain Radjiman, tokoh-tokoh Boedi Oetomo lainnya yang tercatat sebagai anggota Freemason bisa dilihat dalam paper berjudul The Freemason in Boedi Oetomo yang ditulis oleh CG van Wering.

Kedekatan Boedi Oetomo pada masa-masa awal dengan gerakan Freemason bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut. Adalah Dirk van Hinloopen Labberton, pada 16 Januari 1909 mengadakan pidato umum (openbare) di Loge de Sterinhet Oosten (Loji Bin – tang Timur) Batavia. Dalam pertemuan di loge tersebut, Labberton memberikan ceramah berjudul, ”Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo).

Theosofi adalah bagian dari jaringan Freemason yang bergerak dalam kebatinan. Aktivis Theosofi pada masa lalu, juga adalah aktivis Freemason. Cita-cita Theosofi sejalan dengan Freemason. Apa misi Freemason? Dalam buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, karya Dr Th Steven dijelaskan misi organisasi yang memiliki simbol Bintang David ini: ”Setiap insan Mason Bebas mengemban tugas, di mana pun dia berada dan bekerja,untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antar manusia.”
Jadi, misi Freemason adalah “menghapus pemisah antar manusia!”. Salah satu yang dianggap sebagai pemisah antarmanusia adalah ‘agama’. Maka, jangan heran, jika banyak manusia berteriak lantang: ”semua agama adalah sama”. Atau, ”semua agama adalah benar, karena merupakan jalan yang sama-sama sah untuk menuju Tuhan yang satu.”

Paham yang dikembangkan Freemason adalah humanisme sekular. Semboyannya: liberty, egality, fraternity. Sejak awal abad ke-18, Freemasonry telah merambah ke berbagai dunia. Di AS, misalnya, sejak didirikan pada 1733, Freemason segera menyebar luas ke negara itu, sehingga orang-orang seperti George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin menjadi anggotanya.

Prinsip Freemasonry adalah ‘Liberty, Equality, and Fraternity’. (Lihat, A New Encyclopedia of Freemasonry, (New York: Wing Books, 1996). Harun Yahya, dalam bukunya, Ksatria-kstaria Templar Cikal Bakal Gerakan Freemasonry (Terj), mengungkap upaya kaum Freemason di Turki Usmani untuk menggusur Islam dengan paham humanisme.

Dalam suratnya kepada seorang petinggi Turki Usmani, Mustafa Rasid Pasya, August Comte menulis, “Sekali Usmaniyah mengganti keimanan mereka terhadap Tuhan dengan humanisme, maka tujuan di atas akan cepat dapat tercapai.” Comte yang dikenal sebagai penggagas alir n positivisme juga mendesak agar Islam diganti dengan positivisme. Jadi, memang erat kaitannya antara pengembangan liberalisasi, sekularisasi, dan misi Freemason. (republika/icc.wp.com)

Beberapa Anggota Fremason Terkenal di Dunia :
* Enrico Fermi
* Johann von Goethe
* Voltaire
* Duke Ellington
* Rudyard Kipling
* Louis Armstrong
* Winston Churchill
* Giuseppe Garibaldi
* Charles Lindbergh

Beberapa Presiden Amerika Serikat anggota Freemasonry:
o George Washington
o James Monroe
o Andrew Jackson
o Martin Van Buren
o James Polk
o James Buchanan
o Abraham Lincoln
o Andrew Johnson
o James Garfield
o William McKinley
o Theodore Roosevelt
o William Taft
o Warren Harding
o Franklin D. Roosevelt
o Harry Truman
o Lyndon Johnson
o Gerald Ford.
*****

GALLERIES:

Beberapa dari Loji-Loji yang sempat dibangun di Indonesia:
LOJI DI JAKARTA:
*****
LOJI DI BANDUNG:
*****
LOJI DI SEMARANG:
*****
LOJI DI MAGELANG:
*****
LOJI MATARAM (YOGYAKARTA)
*****
LOJI DI MAKASSAR
*****
LOJI DI PALEMBANG
*****
LOJI DI KUTA RAJA, BANDA ACEH
*****

TOKOH FREEMASON INDONESIA:



Komisaris Jenderal (Pol.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (lahir di Bogor, Jawa Barat, 7 Juni 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Agustus 1993 pada umur 85 tahun) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri; dulu bernama Kepala Djawatan Kepolisian Negara) pertama, menjabat dari 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959. Pada tahun 1952 menjadi anggota dari loge Indonesia Purwo Daksia. Ia menjabat sebagai Kepala kepolisian RI . Soekanto menjadi Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Ia juga menjabat sebagai ketua dari Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stiching.
*****

 

KEGIATAN FREEMASON INDONESIA:

Foto-foto diatas adalah BUKTI bahwa faham aliran satanic ini PERNAH TUMBUH SUBUR di Indonesia.

Dan setelah Gus Dur mencabut Surat Keputusan Presiden yang dibuat presiden Soekarno, maka aliran ini mempunyai kesempatan besar untuk muncul kembali di Indonesia.



Lambang VOC berakar dari simbol freemasonry Mungkin pada masa lalu, keikutsertaan mereka pada kelompok ini hanya untuk mencari sesuap nasi, atau mencari “aman” atau bisa pula hanya karena masalah politik.

Tapi di era kebebasan informasi yang mutakhir seperti sekarang, rahasia-rahasia perencanaan busuk dari kelompok ini mulai terbongkar.

Dan saat ini juga, sudah ada banyak penentang dari seluruh penjuru dunia, dari berbagai ras manapun juga telah menjaga jarak dengan kelompok ini.

Anggota kelompok freemason terkenal dengan kesantunan dan kebaikannya dalam banyak hal, namun justru inilah strategi perilaku (behavior) mereka untuk membuat simpati semua kalangan.

Dengan perilaku sopan dan santun serta baik tersebut justru membuat orang tak percaya jika kelompok ini adalah kelompok satanic yang fahamnya bersebrangan dengan kelompok believers yaitu orang beragama, apapun agamanya.

Namun, mereka yang masuk kelompok ini, selama mereka bukan turunan Yahudi (termasuk yang ada di foto-foto diatas) mereka tidak pernah tau kalau mereka juga halal untuk dibunuh karena mereka hanyalah “Goyim”.

Anggota freemason merasa diri mereka adalah manusia sejati, selain mereka adalah turunan monyet atau dalam bahasa mereka adalah “Goyim”.
*****

FREEMASON DI MALAYSIA:


Anggota Freemason Malaysia
Freemason pernah menjadi isu di Malaysia disaat Haji Sulaiman Palestina datang berkunjung ke partai UMNO di Malaysia.
Ada dakwaan pemimpin tertentu dari partai tersebut disponsori atau menjadi ahli Freemason untuk melonjak naik dalam hierarki negara.
Namun pada awal tahun 1980-an isu ini mulai kembali senyap dan menghilang dalam persidangan UMNO.


Lodge Freemason di Perak, Malaysia
Di Malaysia, cabang Freemason beroperasi sebagai Loji Besar Daerah Timur Tengah (District Grand Lodges of Middle East atau DGLME). DGLME secara resmi bermula di Kuala Lumpur pada tanggal 20 Oktober 1916.

Ia disebut Timur Tengah karena pada awal abad ke-19, setiap yang berada antara timur India tidak termasuk timur jauh (Hong Kong, Cina dan Jepang) dikenal sebagai Timur Tengah. Hanya pada abad ke-20, istilah Timur Tengah merujuk kepada negara Arab dan Teluk. Cabang ini bagaimanapun tidak mau mengubah namanya karena sudah biasa dengan nama tersebut dan tradisinya.
DGLME ini meliputi kota yang luas termasuk kota lain di kawasan ini:
•    Singapura: 3 loji
•    Kuala Lumpur: 3 loji
•    Pulau Pinang: 1 loji
•    lpoh: 1 loji
•    Kuantan: 1 loji
•    Kuching: 2 loji
•   Port Dickson: 1 loji
•   Port Klang: 1 loji
•    Kelantan: 1 loji
•    Taiping : 1 loji
•    Kota Kinabalu: 1 loji
•    Bangkok: 3 loji
•   Pattaya: 1 loji
•    Melaka: 1 logi (sumber: wikipedia malaysia)
Malaysia Freemasons (Lodge Freemason di Perak)
  
Telah sangat jelas disini, bahwa Malaysia tidak mampu untuk dapat lepas dari pengaruh Inggris dan Eropa. Para anggota Freemason Yahudi memang membutuhkan goyim-goyim yang setia.
Namun sesetia apapun mereka, tetaplah hanya “Goyim” yang menurut para freemason yahudi, Goyim adalah monyet berwujud manusia dan tetap halal untuk dibunuh.

FREEMASON DI SINGAPORE:


Freemasons’ Hall (Loji) in Singapore
Dan menurut faham ini, makhluk-makhluk Goyim (non Yahudi) adalah layaknya monyet yang berujud manusia dan tak dosa jika dibunuh. Walau mereka masuk anggota freemason sekalipun, namun mereka akan selalu menjadi bawahan dikelompok tersebut dan jika perlu, suatu saat juga akan dibinasakan.

Di dunia ini HANYA terdapat tiga kelompok besar, yaitu:

1. Believers, golongan orang yang percaya Tuhan, apapun tuhannya dan apapun agamanya… yg kedua adalah:
2. Unbelievers, termasuk golongan orang faham atheis, komunis, scientology dan sejenisnya, yang tak percaya adanya makhluk astral ataupun supranatural, tidak percaya adanya Tuhan dan tak percaya agama serta tidak percaya adanya setan, dan golongan terakhir adalah:
3. Satanism, yaitu golongan orang yang percaya dengan kekuatan dan kebenaran setan dan sejenisnya yang akan membantu mereka dan menghalalkan segala cara.

empat 4 misi freemasonry

Golongan pertama (believers) selalu diserang oleh kedua golongan yang lainnyakarena dianggap “menghambat” perkembangan keduanya. Golongan pertama ini dianggap faham kuno yang masih mengakui adanya kekuatan supranatural di alam lain dan sejenisnya.

Faham para believers dianggap tak terbukti dan hanya warisan nenek moyang. Oleh karenannya golongan believers ini sering diadu domba dengan cara masuk ke dalam komunitasnya dan menjadi seorang spiritual di dalam kelompoknya lalu menyebarkan faham-faham “sempalan” dan membuatnya terkotak-kotak menjadi banyak agama dan kepercayaan.

Golongan kedua (unbelievers) sebenarnya adalah golongan yang netral. Mereka hidup mengejar kenikmatan dan kesempurnaan duniawi semata, karena mereka tak percaya kehidupan setelah kematiannya (life after death). Karena hanya mengejar kepentingan duniawi, maka golongan unbelievers ini biasanya menjadi “kaki-tangan” para kelompok satanism, alias dimanfaatkan. Dengan adanya mereka, maka golongan satanism semakin susah diteliti karena mereka hanya tinggal “duduk manis” saja, semua yang mengerjakan program adalah golongan unbelievers tersebut. Juga dalam kehidupan sehari-hari, golongan unbelievers ini menyebarkan cara pandang hidup atau “way of life” yang jauh dari norma-norma kesantunan seperti yang dianut golongan belevers.

Golongan ketiga (satanism) atau satanic ini adalah golongan yang mengatur dunia secara dominan untuk saat ini. Dan hebatnya mereka hanya dibelakang layar, hampir semua program mereka justru dijalankan oleh para unbelievers dengan memanfaatkanya, dengan bayaran ketenaran, kenikmatan dunia dan tentunya uang.

Golongan satanic ini cukup mengatur dari jauh, maka bawahannya akan mengikutinya dan menjalaninya. Semua program yang dijalaninya selama ini meneng sudah berjalan, sejak ribuan tahun lalu. Mereka juga bukan “golongan baru” , keberadaan mereka sudah sangat lama bahkan sekitar periode Nabi Nuh (Noah) mereka sudah eksis. Dan keberadaan mereka hingga kini tak begitu kentara, walau tak banyak bukti, namun mata dan hati kita dapat melihatnya…

Kira-kira, golongan mana yang akan anda pilih? jika anda ada di golongan pertama, kini saatnya saling merapatkan barisan bersama-sama dan hindari penyusupan dari luar…. just stay focus!!! (icc.wp.com)
+++

Terkait Khusus

Realita Akhir Zaman 6329804376316866035

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item