Antara Densus 88 Anti Teror dan Burung Hantu Dajjal Akhir Zaman

pelaku teror sedang menyandra wanita
Agak aneh juga setiap penangkapan teroris selalu saja ada hubungannya dengan kunjungan pejabat dari luar negeri atau presidennya republik indonesia!!
Mari kita intermezo sebentar saja.
Jika memang densus ini adalah anti teror, lalu apakah peristiwa begal motor yang sampai saat ini masih ramai dengan kasus-kasus yang sedemikian memilukan sehingga selalu memakan korban jiwa, bahkan kebanyakan korban jiwa dari begal ini tewas mengenaskan dengan gorokan, tembakan pistol dan aniaya lain hingga tewas.
Mereka para begal motor memiliki kelompok, organisasi yang terstruktur, memiliki hukum dan aturan tersendiri dalam hidup mereka sehingga mereka mampu melakukan hal-hal yang meresahkan masyarakat Indonesia. 


Apakah begal motor itu bukan teror dan teroris? jelas begal motor adalah aksi teror bagi masyarakat Indonesia.

Belum lagi narkoba, bukankah narkobapun teror bagi NKRI? Fakta menyodorkan kini gembong narkoba sudah berani membunuh polisi.
Baiknya kita pahami arti teror sesungguhnya. Karena masyarakat Indonesia saat ini masih tidak memiliki JAMINAN untuk dapat aman hidup di negeri Indonesia. Jangan sampai aparat yang berkewajiban sebagai pelindung masyarakat dari bentuk teror apapun malah disetir oleh tangan tak terlihat sebagai tombak alat politik mereka untuk menghancurkan Indonesia dari dalam.
Sepertinya, sekarang Densus 88 sudah dijadikan alat untuk mengangkat pamor seseorang atau mungkin juga sebagai kepanjangan tangan dari pihak asing untuk membunuh para pejuang muslim indonesia dengan alasan dasar "perang melawan teroris" apakah benar begitu???
Bukankah Amerika pun sama menyatakan perang terhadap Irak dan Afghanistan atas alasan berperang melawan teroris dan membasmi senjata pemusnah masal.Sekarang terbukti kalau senjata pemusnah masal tidak pernah ada dan menurut hemat saya apa yang dilakukan oleh pejuang-pejuang Irak dan Afghanistan bukanlah sebuah terorisme melainkan sebuah perjuangan untuk mendapatkan kembali hak mereka yang telah dirampas oleh Amerika dan Sekutunya,yaitu KEMERDEKAAN atas penjajahan yang dilakukan oleh Amerika!!Begitupun dengan Densus 88 yang pada saat semula didirikan untuk membasmi terorisme di indonesia kini seolah menjadi kepanjangan tangan dari kepentingan Amerika,menilik perbuatan brutal Densus 88 ketika menggerebek rumah yang dicurigai sebagai sarang teroris,mereka melakukan penghinaan terhadap umat islam dengan menangkap dan memukuli orang yang sedang menunaikan salat!
berikut kutipan beritanya yang saya ambil dari JPNN.com :



Selasa, 28 September 2010 , 07:15:00
Densus 88 Dituding Tangkap Orang Saat Salat Komnas HAM Akan Lakukan Investigasi

JAKARTA -- Profesionalisme Detasemen Khusus Anti Teror Polri sedang diuji. Di tengah-tengah perburuan mengejar Abu Tholut dan jaringannya, korps burung hantu ini dituding melanggar hak asasi manusia. Kartini Panggabean, istri tersangka Khairul Ghazali menulis pengakuan yang menyebut Densus 88 memukuli suaminya saat sedang menunaikan salat maghrib.

Dalam pengakuan yang diperoleh Jawa Pos, Kartini menjelaskan suaminya sedang salat berjamaah dengan tiga orang tamunya. "Saat itu bang Jali ( panggilan Khairul Ghazali) dan empat temannya salat berjamaah di ruang belakang dekat dapur," ujar Kartini dalam dokumen pengakuan yang ditandatanganinya.

Tiba-tiba sebuah mobil datang, terdengar suara dari luar ada orang berteriak-teriak. "Saat itu ketiga anak saya masih bermain di rumah tetangga..Saya terkejut karena pas saya di depan pintu saya lihat sudah turun dari mobil 30 orang bersenjata. Anak-anak saya diam tak bersuara. Densus 88 langsung saja menerobos masuk ke dalam rumah dengan bersenjata," katanya.

Menurut perempuan berjilbab itu, Densus menembakkan senjatanya.  "Sepasang daun pintu rumah kami ditunjang (ditendang) sama Densus 88. Tidak ada baku tembak, tidak ada perlawanan dari  dalam rumah, karena Bang Jali sedang sholat, sedang membaca surah al-Qur"an sehabis, membaca surah al-Fatihah," katanya.

Tiba-tiba tiga makmum (Alek, Deni dan Dani) keluar dari shaf (membatalkan sholat mereka) karena mendengar suara ribut  tembakan dan segera mengetahui datangnya orang-orang bersenjata. Alek, Dani dan  Deni lari menuju kamar mandi. Alek keluar dengan membobol seng (atap) kamar  mandi. Orang-orang yang sudah masuk rumah menembaki mereka. Deni dan Dani ditembaki secara membabi buta sewaktu mereka di depan kamar mandi.

"Saya, dua perempuan dewasa yang bersama saya, bayi saya yang berumur 20 hari,  dan anak tetangga yang balita itu, menyaksikan kejadian itu," katanya.  Jali dan seorang makmumnya, Abu masih tetap melanjutkan sholat, walaupun orang-orang bersenjata itu sudah  masuk ke dalam rumah, di ruang belakang dekat dapur. "Orang-orang bersenjata itu langsung menarik paksa Bang Jali, sholat Bang Jali dihentikan secara paksa. Dia? ditunjangi (ditendang) saat sholat kemudian dipijak-pijak (diinjak-injak) hingga babak belur," aku Kartini. 

Aparat lalu menembaki rumah dengan membabi buta. "Di rumah tidak ada senjata, Bang Jali hanya terus bertakbir,  Allahu akbar, hanya itu yang bisa Bang Jali lakukan. Mereka menembaki saja walau tidak ada perlawanan," katanya.

Pengakuan itu panjang dan rencananya akan segera dilaporkan ke Amnesty Internasional (sebuah organisasi HAM di AS) dan dibantu oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras).  Dihubungi terpisah, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengaku saat ini belum mendapatkan laporan dari keluarga korban terkait penangkapan itu. Pihaknya masih mengumpulkan informasi sebelum melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP). "Kami belum menghubungi keluarga. Kami masih dalami," katanya. Jika informasi itu benar, Ifdhal mengaku siap melakukan langkah lanjutan. "Kita akan melakukan investigasi serius," katanya.

Wakadivhumas Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga membantah Densus 88 melakukan pelanggaran HAM. "Semua sudah dilakukan prosedural," katanya. Ketut merujuk pada penjelasan Kapolri Bambang Hendarso Danuri Jumat (24/09) lalu yang menyebutkan jika Densus menggunakan langkah umum maka akan didahului oleh tersangka teroris.(rdl)

Sedikit menarik menanggapi sepak terjang Densus 88 belakangan ini dan hingga kini ada satu hal yang menarik perhatian saya,yaitu lambang dari densus 88 itu sendiri.Selain lambang Densus yang menggelitik pikiran saya adapun asal muasal dana yang disandang densus,,Kita lihat dulu lambang Densus 88 ya gan,



Dan ini yang membuat saya penasaran :




Kenapa Densus 88 memilih lambang yang sudah jelas merupakan salah satu lambang Illuminati???

Adakah hubungannya dengan asal usul dana yang menyokong Densus 88???

Dari info yang saya dapat di mbah google diketahui bahwa kenapa Densus 88 memilih burung hantu sebagai lambangnya,yaitu sebagai berikut :

Burung hantu dengan kemampuan penglihatan yang tajam, pendengaran yang kuat karena “radar” yang ada pada wajahnya, kemampuan bergerak tanpa bersuara di malam hari, dan kecepatan terbang yang tinggi akan memburu tikus (yang dimanapun selalu mengganggu dan merusak) kemanapun bersembunyi secara cepat dan akurat. Tikus dapat diartikan sebagai teroris yang selalu mengganggu umat manusia. Kemampuan burung hantu tersebut dapat melambangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat bergerak dengan sangat rahasia digunakan sebagai logo Detasemen Khusus 88 Anti Teror untuk memburu teroris kemanapun berada.


Meski Densus 88 memiliki alasan yang cukup masuk akal untuk menggunakan burung hantu sebagai lambang kesatuannya namun itu tidak serta merta menggugurkan pandangan bahwa Densus 88 mempunyai keterkaitan dengan Illuminati.

Namun selayaknya kita cermati mengenai Densus 88 yang konon tidak lepasdari campur tangan Amerika meskipun dibantah oleh oleh polri.ini dia cuplikan yang saya ambil dari wikipedia :

Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian yang pernah mendapat pelatihan di beberapa negara.


Densus 88 dibentuk dengan Skep Kapolri No. 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003, untuk melaksanakan Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan kewenangan melakukan penangkapan dengan bukti awal yang dapat berasal dari laporan intelijen manapun, selama 7 x 24 jam (sesuai pasal 26 & 28). Undang-undang tersebut populer di dunia sebagai "Anti Teror Act".
Angka 88 berasal dari kata ATA (Anti Terror Act), yang jika dilafalkan dalam bahasa Inggris berbunyi Ei Ti Ekt. Pelafalan ini kedengaran seperti Eighty Eight (88). Jadi arti angka 88 bukan seperti yang selama ini beredar bahwa 88 adalah representasi dari jumlah korban bom bali terbanyak (88 orang dari Australia), juga bukan pula representasi dari borgol.


Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Luar Negeri AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS.Informasi yang bersumber dari FEER pada tahun 2003 ini dibantah oleh Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Zainuri Lubis, dan Kapolri Jenderal Pol Da’i Bachtiar.  Sekalipun demikian, terdapat bantuan signifikan dari pemerintah Amerika Serikat dan Australia dalam pembentukan dan operasional Detasemen Khusus 88. Pasca pembentukan, Densus 88 dilakukan pula kerjasama dengan beberapa negara lain seperti Inggris dan Jerman. Hal ini dilakukan sejalan dengan UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pasal 43.

Apakah yang anda pikirkan sekarang ???Begitu kuatkah pengaruh Illuminati melalui negara boneka nya,yaitu Amerika???atau semuanya cuma kebetulan belaka???

Ada baiknya jika anda sekalian membaca berita yang dilansir oleh eramuslim.com dan abisyakir.wordpress.com.

berikut kutipannya ::

Gaya 'Koboi' Densus 88

Senin, 17/05/2010 14:11 WIB
Seperti sebuah ritual rutin, tiap menjelang kunjungan pejabat tinggi Amerika ke Indonesia, atau ada isu besar skandal pejabat negara, selalu saja muncul isu perburuan terorisme oleh Densus 88. Pola ini bisa disimak publik dalam beberapa aksi perburuan terorisme  tahun-tahun terakhir ini.
Perburuan terhadap pelaku terorisme, terutama para pelaku yang dianggap tokoh, selalu saja berujung pada tembak mati. Selain ada potensi pelanggaran Hak Asasi Manusia, pola ini justru memunculkan tanda tanya tersendiri. Ada apa di balik operasi tembak mati?
Jika polisi memang ingin memberantas jaringan terorisme, kenapa sang tokoh tidak ditangkap hidup-hidup? Bukankah tembak mati justru memutus aliran informasi tentang jaringan mereka?
Hal inilah yang disampaikan Anggota Komisi Hukum DPR dari FPKS, Nasir Jamil. Menurutnya, tindakan polisi menembak mati orang yang diduga teroris justru memutus aliran informasi terorisme.
Selain itu, masih menurut Nasir Jamil, tindakan polisi tersebut bisa memunculkan semangat lahirnya terorisme baru. “Ini seperti di Aceh. Ketika pemerintah membunuh GAM, justru lebih banyak GAM bermunculan,” ucap anggota DPR dari Aceh ini.
Dari segi pelanggaran HAM, aksi koboi Densus 88 ini juga memunculkan teror baru untuk keluarga korban. Padahal, mereka yang diburu sebagai teroris, belum tentu sebagai pelaku teroris. Karena proses peradilan terhadap mereka belum terjadi.
Komisioner Komnas HAM, Syafrudin Ngulma Simeulue mengatakan bahwa aksi Densus 88 Anti Teror justru memunculkan teror baru. “Tindakan Densus 88 sudah kebablasan. Tindakan brutal Densus 88 sudah merampas hak hidup warga negara dan hilangnya hak atas rasa aman dalam masyarakat,” tegasnya.
Menurut mantan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi, polisi arogan dengan menembak mati para teroris. “Amerika Serikat saja sudah mengubah caranya menangani teroris menjadi lebih manusiawi. Indonesia malah memburuk,” ujarnya.
Hal senada juga diucapkan Ketua Majelis Ulama Jatim, KH Abdushomad. Menurutnya, Polri kerap menyebut para tersangka teroris dengan sebutan ustadz. “Kalau selalu menggunakan sebutan ustadz, atau istilah Islam lainnya, seakan-akan Islam sengaja diseret-seret terus kedalam isu terorisme,” ucapnya.
Sementara itu, seperti dikutip banyak media, Kapolri menjelaskan bahwa tembak mati terhadap pelaku terorisme karena terorisme mempunyai prinsip lebih baik mati daripada tertangkap hidup.

Dan ini kutipan dari  abisyakir.wordpress.com. :

Densus 88 Menghina Islam

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Sejak lama kita telah mengingatkan Ummat Islam bahaya aksi-aksi Densus 88. Hal ini sudah diingatkan berkali-kali, di berbagai media, termasuk di blog ini. Densus 88 sudah benar-benar membabi-buta dalam menjalankan wewenangnya untuk memberantas terorisme.
Bukan berarti kita tidak setuju dengan pemberantasan pelaku teror yang membuat onar di tengah masyarakat. Tetapi masalahnya: SATU, isu terorisme itu sendiri penuh rekayasa, bukan seperti kejadian teror yang benar-benar murni teror. DUA, banyak orang yang tidak bersalah, tidak tahu-menahu, atau baru sebatas dicurigai, telah menjadi korban pemberantasan terorisme yang membabi-buta. Pelaku terornya sendiri tetap aman, sementara kaum Muslim yang tidak berdosa menjadi korban.

Densus 88: "Membunuhi Orang Shalat, dengan Biaya APBN."
TIGA, pemberantasan terorisme ini telah ditunggangi oleh semangat kebencian terhadap Islam, oleh sekumpulan anggota Polri dari unsur non Muslim, yang diasuh oleh Gorries Mere, selaku Ketua BNN. Menurut FUI, di tubuh Polri ada sebuah kelompok kecil beranggota 40-an orang, non Muslim semua, yang kerap beraksi membunuhi pemuda-pemuda Islam yang belum jelas kesalahannya di mata hukum. Pasukan itu kerap berlindung di balik nama Densus 88 untuk menghancurkan kehidupan pemuda-pemuda Islam tak bersalah dan keluarga mereka.
Kini terjadilah apa yang terjadi… Densus 88 dengan dukungan penuh Polri, mereka menembaki manusia yang sedang Shalat Maghrib. Katanya, orang-orang itu sedang memegang senjata, sedang hendak menyerang aparat keamanan. Padahal mereka ditembaki saat Shalat Maghrib di rumah. Betapa kejinya pernyataan -manusia terkutuk- Bambang Hendarso yang memfitnah manusia-manusia itu. Bahkan Yuki Wantoro, yang tidak tahu apa-apa tentang Perampokan Bank CIMB ikut difitnah juga, dan terbunuh disana. Masya Allah, mana lagi ada kebiadaban yang lebih keji dari itu? (Maka tidak berlebihan jika dikatakan, banyak dari pejabat-pejabat negara kita selama ini, bukan merupakan golongan manusia, tetapi golongan syaitan yang keji).
Sebenarnya, saat Densus 88 menangkap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Banjar ketika itu, memecahkan mobil, membekuk sopir dan laki-laki dalam mobil itu, menangkap kaum wanita, bahwa menghardik Ustadz Abu Bakar dengan ucapan, “Kutembak kamu!” Ini adalah pelecehan, penghinaan, penistaan besar terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Dan kini terjadi lagi penistaan yang lebih biadab. Orang-orang sedang shalat ditembaki, beberapa dibunuh. Ustadz Khairul Ghazali dibatalkan shalatnya, lalu dijatuhkan, dan diinjak-injak pula. Allahu Akbar, mana lagi kezhaliman yang lebih besar dari kekejian manusia-manusia syaitan ini? Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!
Wahai kaum Muslimin, kami sudah lama mengingatkan Anda akan masalah ini. Sudah sering kami mengingatkan Anda, termasuk kami tidak peduli dengan nasib kami sendiri. Kami ingatkan bahaya besar kesewenang-wenangan seperti ini. Tetapi Anda sepertinya hanya menganggap biasa-biasa saja.
Al Qur’an dihina oleh Gusdur, Anda diam. Dakwah dan aktivis Islam terus-menerus difitnah oleh Kapolri dan jajarannya, Anda juga diam. Ustadz Ba’asyir ditangkap dengan cara-cara yang keji, Anda diam. Kini Densus 88 menyerang orang sedang shalat, -saya yakin- Anda pun akan diam kembali.
Lalu bagaimana nanti kalau ada yang menginjak-injak Al Qur’an? Bagaimana nanti kalau Nabi Saw dihinakan serendah-rendahnya? Bagaimana kalau ribuan Muslim dimurtadkan? Bagaimana kalau kekayaan kaum Muslimin di negeri ini terus dibawa ke luar negeri? Bagaimana kalau negerimu dihancurkan oleh koruptor-koruptor kelas kakap yang membawa kabur triliunan rupiah uang rakyat? Bagaimana kalau ribuan nasib saudari-saudarimu dilecehkan, dihina, dihukum mati, diperkosa di luar negeri? Anda pun -saya yakin- akan diam juga.
Kalau begitu, apa artinya Anda disebut sebagai Muslim? Apakah Islam sama sekali tidak berharga di mata Anda? Apakah yang paling penting dalam hidup ini adalah pekerjaan, gaji, karier, bisnis, title akademik, popularitas, hubungan seksual dengan wanita, punya anak lucu-lucu, punya aset banyak, diwawancarai media-media massa, terkenal di mata ibu-ibu dan kaum wanita? Apakah yang seperti itu yang Anda anggap paling penting dalam hidup ini? Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.
Kita harus punya rasa malu, wahai Saudaraku! Kita harus punya rasa malu. Malu-lah hidup bemandi kesenangan, sementara keimanan Anda sangat tipis, rasa pembelaan Anda kepada Islam sangat krisis, rasa solidaritas Anda kepada sesama Muslim sangat kecil. Malu-lah, malu-lah, malu-lah, malu-lah, malu-lah…
Rasulullah Saw mengatakan, “Unshur akhaka zha-liman au mazh-luman” (tolonglah saudaramu yang zhalim dan terzhalimi). Maksud menolong saudara yang zhalim, ialah mencegah dia dari perbuatan zhalim itu.
Densus 88 atau Polri selama ini telah amat sangat sering menzhalimi pemuda-pemuda Islam. Begitu enaknya mereka menuduh orang lain sebagai teroris, atas dasar persepsi sendiri, atas dasar segala bentuk rekayasa. Tidak terhitung, betapa banyaknya keluarga Muslim, isteri-isteri, dan anak-anak mereka teraniaya karena tuduhan sebagai bagian komplotan teroris. Tetapi kita sendiri selama ini tidak ada niatan untuk menghentikan semua kezhaliman itu. Kita biarkan saja selama ini Densus 88, Bambang Hendarso -semoga Allah melaknat dia dan keluarganya-, Polri, TVOne dan MetroTV, terus-menerus menzhalimi kita semua. Betapa banyak orang-orang tak bersalah menjadi korban semua rekayasa terorisme ini.
Di Amerika sendiri, yang disebut sebagai boss-nya perang anti terorisme, mereka sudah mengendurkan ketegangan seputar isu terorisme ini. Padahal mereka telah kehilangan WTC, ribuan manusia tewas, miliaran dollar aset ekonomi hancur (yang tentu saja, peledakan WTC itu bukan dilakukan oleh Usamah Cs). Sedangkan di Indonesia, isu terorisme menjadi “penyakit menular” yang tidak sembuh-sembuh sejak lama.
Kita harus berusaha mengakhiri semua kezhaliman ini. Jangan lagi ada kaum Muslimin yang teraniaya secara sewenang-wenang. Rasulullah Saw mengingatkan, “Fattaqu zhulma, fa inna zhulma zhulumatun fid dunya wal akhirah” (takutlah kalian akan kezhaliman, sebab kezhaliman itu merupakan kegelapan di dunia dan akhirat). Kurang lebih seperti itu kata Nabi (mohon maaf bila ada lafadz yang tidak tepat).
Kalau sekarang anak buah Gorries Mere bisa membunuhi manusia saat sedang shalat. Suatu saat, mereka akan menembaki orang-orang yang sedang shalat jamaah di masjid. Suatu saat, mereka akan memerangi Islam dan kaum Muslimin, atas nama “perang melawan terorisme”. Adapun orang-orang terlaknat seperti Bambang Hendarso dan sejenisnya, mereka akan sangat mudah mencarikan dalil untuk melegalkan perang atas Islam ini. Mereka akan mencari dalil-dalil agar pemuda-pemuda bisa terus diperangi, dengan biaya APBN.
Aku telah mengingatkanmu, wahai Saudaraku! Inilah sebatas tanggung-jawab yang mampu kupikul. Selebihnya adalah tanggung-jawab Anda sendiri sebagai seorang Muslim yang masih menghargai agamanya. Bila agama itu sudah tak berharga di mata Anda, silakan lakukan apapun yang Anda sukai!
Ya Allah, ya Rahiim, ya Aziz, ya Ghafurr…kasihilah kami, sayangilah kami, sayangilah Ummat Muhammad ini. Bila Engkau tidak menolong kami dalam menolak kezhaliman manusia-manusia berhati syaitan, tentulah kami akan semakin tercerai-berai, agama-Mu semakin ternista, pemuda-pemuda kami akan terus teraniaya, wanita-wanita kami dan anak-anak kami, akan terus dicekam ketakutan, orangtua-orangtua kami akan menangis tidak berdaya. Ya Rahiim ya Aziz, tolonglah kami ya Allah, lindungi kami ya Mannan, belalah kami ya Jabbar.
Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.
Waskito.
Sekarang terserah anda semua mau berpikir bagaimana dan apa mengenai Densus 88 namun yang jelas penghinaan yang dilakukan Densus 88 terhadap umat islam tidak bisa ditolerir begitu saja.

Dan seemoga ada yang bisa segera menguak misteri dibalik Densus 88!!Terkait dengan Illuminati kah atau tidak!!

Amien!!

Terkait Khusus

Minerva 3369726195823427310

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item