Islam Disebar dengan Pedang ?



Tuduhan yang di lontarkan oleh para Musuh-musuh islam, bahwasannya agama Islam disiarkan dengan pedang, atau dengan jalan kekerasan, adalah sebuah bualan basi juga sebuah bualan yang tidak berdasar ilmiah, namun suatu propaganda murahan yang ditebarkan oleh bangsa penjajah seketika mereka menguasai negeri-negeri Islam, yang pada waktu mereka berkuasa disokong atau sokong-menyokong dengan pihak missionaris dan para zindik Kristen untuk berupaya menyudutkan agama Islam.

Dulu orang Koptik Mesir sampai sekarang masih memegang teguh agamanya, mendapat perlindungan dari penguasa Islam, sebab ada Sabda Nabi: ”Man azaa zhimmian, faqad azhaani” [Barangsiapa yang menyakiti zhimmi samalah artinya dengan menyakiti dirku sendiri]. Zhimmi adalah kelompok masyarakat beragama non-Islam yang sudah menyatakan taat kepada penguasa Islam.

Kalau Islam memang disiarkan dengan kekerasan, sudah lama pemeluk Kristen itu habis musnah. Sebagaimana habis musnahnya dengan kekerasan oleh Kristen, ummat Islam di Spanyol yang pernah menguasai negeri itu selama 700 tahun.

Sir Thomas Arnold, Seorang orientalis Inggris, Guru Bahasa Arab di University of London, Profesor Filsafat di Aligargh University dan Profesor di Government College di Lahore, bertahun-tahun lamanya mempelajari secara ilmiah mengenai tersebarnya Islam yang sangat mengagumkan ini, lalu beliau mendapat kesimpulan yang bersifat ilmiah, yang dapat dipertanggungjawabkan bahwa kepesatan kemajuan Islam bukanlah karena dipaksakan dengan kekerasan tetapi disambut dengan gembira dan sukarela oleh bangsa-bangsa yang menerima Islam itu sendiri. Buah penyelidikannya ini disusunnya menjadi sebuah buku bernama “Preaching of Islam”.

Buku beliau ini telah berulang cetak, pertama pada tahun 1896 di Aligargh, kedua di London tahun 1913 dan ketiga di Cambridge (London) 1935. Disalin ke dalam bahasa Arab (cetakan kedua 1957) oleh Dr. Hasan Ibrahim Hasa dkk, diberi nama “Ad-Da’watu ilal Islam (Dakwah kepada/menuju Islam) sebagai kenang-kenangan kepada Dr. Sir Theodore Morison yang mempelopori cetakan pertama (tebal terjemahan berbahasa Arab itu 515 halaman).

Dalam buku itu Sir Thomas Arnold,mengemukakan fakta-fakta sejarah yang kuat, bahwa tersebarnya Islam bukan dengan kekerasan, melainkan karena isi ajarannya dapat diterima orang.

Jika Prof. Arnold mengemukakan fakta-fakta ini, bukanlah berarti bahwa beliau menjadi Islam, dia tetap Kristen, tetapi orang Kristen sejati bisa saja sama dengan orang Islam sejati yaitu tidak mau memungkiri kebenaran.

Seorang pendeta Kristen bernama Azin Palacius, yang sangat saleh dalam agamanya, menjadi penyelidik Islam pula, dengan terus terang mengakui, “Kekerasan dan pedang bukanlah faktor utama yang menyebabkan Islam tersebar begitu cepat.  Itu hanya faktor kedua saja”.

Kalau kita pikirkan bahwa beliau adalah seorang pendeta yang dihormati dalam agamanya, bagi kita pengakuan beliau itu sudahlah patut disebut amat maju.

Robertson Pengarang “Sejarah Hidup Charlemagne” menulis demikian, “Hanya kaum muslimin yang dapat mengumpulkan rasa toleransi agama dengan semangat penyebaran agama.  Meskipun mereka membawa senjata untuk menyebarkan ajaran Nabi mereka, namun mereka tetap memberi kebebasan kepada orang yang tidak suka memeluk agama yang mereka bawa dan tetap setia memeluk agama mereka yang lama”.

Di Zaman Umar bin Khattab
Michaud Menulis :di dalam bukunya “Sejarah Perang Salib”, sebagai berikut, “Muhammad telah melarang panglima-penglima perangnya membunuh pendeta-pendeta karena mareka adalah orang yang melakukan sembahyang kepada Tuhan. Seketika Umar masuk ke Palestina, tidaklah disakitinya orang Nasrani. Tetapi seketika orang Nasrani masuk kota itu (di waktu Perang Salib) maka dibunuhlah orang Islam dan dibakarlah orang Yahudi.

Sejarah mencatat bahwa umat Islam yang dibunuh ketika kaum Salib ’sekitar “70.000 [Tujuhpuluh Ribu orang jiwa].

Dari sumber sejarah orang Nasrani sendiri terdapat bahwa seketika Umar masuk ke negeri itu, setelah sampai ke gereja Qiamat yang terkenal itu, datanglah waktu sembahyang. Maka Petrike (patriach) penjaga gereja itu mempersilahkan beliau masuk sembahyang di dalamnya. Tetapi Umar menolak tawaran penghormatan itu, beliau berkata, “Jika aku sembahyang di dalamnya nanti pengikutku akan menganggap gereja ini milik Islam dan bisa saja mengambilnya. Jadi lebih baik saya sembahyang di luar saja”.

Cobalah bandingkan catatan ini dengan catatan yang dibawa oleh Orientalis Cara de Vaux, yang disalinkannya dari catatan Pendeta Lepoui Remon Egel, bahwa 10.000 orang Islam yang lari berlindung diri ke dalam Masjid Umar di Baitul Maqdis seketika tentara Salib masuk, “Darah telah ditumpahkan dengan cara yang amat mengerikan dalam Haikal Sulaiman itu, sehingga bangkai orang yang mati terbunuh berserak berkeping-keping di lantai masjid. Tangan dan kaki, lengan-lengan bergerak-gerak di sana-sini. Seakan-akan memohon minta disambungkan dengan tubuh asalnya, namun jika disambungkan tidaklah sesuai lagi. Begitu banyaknya potongan tubuh itu bahkan tentara Salib yang berkeliaran haus darah itupun akhirnya tidak tahan lagi oleh bau darah dan mayat tersebut.”

Catatan ini adalah dari sarjana Barat sendiri dan yang mati dalam masjid ini 10.000 dan dengan yang di luar 70.000.

Rene Groset Menulis dalam bukunya “Sejarah Asia” sebagai berikut, “Telah didapat saling pengertian mendalam di antara Pendeta Kristen terbesar Koptik Muqauqis dengan balatentara Arab yang masuk untuk mengusir bangsa Romawi. Maka setelah balatentara Arab itu melewati Suez (belum ada Terusan waktu itu) di bawah pimpinan Amr bin ‘Ash, memberontaklah sekalian rakyat Koptik terhadap penjajahan bangsa Romawi itu, dan dengan gembira menyambut bangsa Arab itu, yang mereka anggap sebagai tentara pembebas. Lantaran itu pertahanan Romawi runtuh dengan sendirinya, karena telah tenggelam dalam semangat rakyat yang berduyun-duyun menyambut pembebasnya, sehingga hanya sebentara balatentara Romawi bertahan, lalu mengaku tunduk.

Meskipun jizjah yang dibayar kira-kira 15 franc-emas setahun, namun itu adalah 100 kali lebih murah daripada yang harus mereka bayar kepada penjajah mereka sebelumnya, bangsa Romawi yang sama-sama Kristen. Dan di zaman ‘Umar bin Abdul Aziz, mereka berduyun-duyun masuk Islam, padahal setelah Islam kalau mereka mengeluarkan kewajiban zakat, mereka harus membayar kadang-kadang berlipat ganda daripada yang harus mereka bayar sebagai jizyah kalau mereka masih Kristen.

Dengan mengemukakan beberapa fakta yang dikemukakan oleh penyelidik-penyelidik Barat ini, Dapatlah  Tuduhan -tuduhan yang di lontarkan oleh para Musuh-musuh islam, bahwasannya agama Islam disiarkan dengan pedang, atau dengan jalan kekerasan, menerima study tentang kebenaran fakta sejarah ini? Atau hanya ikut-ikutan oleh Propaganda Murahan yang di tebarkan oleh Mush-musuh Islam? “

1. Tahun 630 (8 H). Utusan Nabi Muhammad, Al-Harits ibu Umair al-Azady, yang membawa surat untuk pemimpin Bushro, dihadang dan diculik untuk selanjutnya dipenggal lehernya oleh pegawai Romawi atas perintah Kaisar Romawi, Heraklius. Padahal, membunuh duta merupakan kejahatan yang amat sama halnya dengan mengumumkan perang. Akibat kebiadaban kaisar Kristen ini timbullah perang Mut’ah dan perang Tabuk antara umat Islam melawan Kristen Romawi. Inilah konflik pertama kali antara umat Islam dengan orang Kristen. Dan seperti yang terpampang dalam sejarah, Kristen lah yang lebih dulu membunuhi umat Islam.

2. Tahun 1064. Rombongan peziarah Kristen sebanyak 7000 orang yang dipimpin oleh seorang Uskup telah menyerang orang-orang Arab dan Turki di Yerusalem.

3. 15 Juli 1099, Yerusalem ditaklukan. 60.000 orang dibunuh, terdiri dari orang-orang Yahudi, Muslim, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat : “Kami harus berjalan didalam darah musuh kami sedalam mata kaki”. Akhirnya pada 15 Juli 1099, Yerusalem (Baitul Maqdis) jatuh ke tangan pasukan Salib, tercapailah cita-cita mereka. Berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Kaum kafir Kristen itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya.

Mereka juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan bangsa. Seorang ahli sejarah Prancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Yerusalem oleh orang Kristen tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Yerusalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang coba mengelak dari kematian dengan cara mengendap-endap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristen itu.

Tentara Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam coba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentara infanteri dan kavaleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu menginjak-injak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang coba menyelamatkan diri dengan sia-sia.“Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah di dalamnya mengenai lutut dan mencapai tali kekang kuda.” Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan mereka Yesus Kristus atas kemenangan mereka. Tapi begitu upacara perayaan itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.

Seterusnya Michaud berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup-hidup, diseret dari tempat persembunyian bawah tanah, diseret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan.”Selanjutnya Michaud menambahkan: “Air mata wanita, tangisan anak-anak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu.Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan jumlahnya dengan perbudakan atau kerja paksa yang mengerikan.”.

Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sebagai berikut: “It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished.”

“Adalah mustahil untuk melihat keatas angka-angka luas yang dibunuh tanpa kengerian; di mana-mana diletakkan bagian-bagian tubuh manusia, dan seluruh lantai telah tertutup oleh darah para korban. Itu tidak sendiri karena pertunjukan besar tubuh-tubuh tanpa kepala dan terpotong-potong yang ditaburkan di segala jurusan, benar-benar membangunkan kengerian bagi semua yang melihatnya. Meski demikian yang lebih seram adalah untuk menatap atas para pemenang diri mereka, menitikkan darah seluruh badan, suatu penglihatan tidak menyenangkan yang membawa teror bagi semua menjumpainya. Itu dilaporkan di dalam lampiran kuil itu sendiri bahwa sekitar sepuluh ribu orang pengkhianat binasa.”


Gustave Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristen sebagaimana kata-katanya: “Kaum Salib kita yang ‘bertakwa’ itu tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerusakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu pertemuan yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Yerusalem yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristen yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlahnya mencapai 60.000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8HARI SAJA termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.”

Gustave Le Bon dalam bukunya “La Civilisation Islamique er Arabe” hal.407 juga mengatakan, “Kekejaman yang dilakukan oleh tentara salib terhadap kawan maupun lawan, tentara maupun rakyat sipil, wanita ataupun anak-anak, orang tua maupun anak muda, membuat mereka menduduki tempat teratas dalam sejarah kekerasan”.

Salah seorang saksi sejarah, Robert The Monk, menulis sebagai berikut: “Tentara kami menyerbu seluruh lorong, medan, serta di atas bumbung-bumbung rumah yang bersambungan seperti singa yang kehilangan anaknya. Kami mencabik-cabik anak-anak dengan kejam. Kami membunuh orang tua dan muda dengan pedang. Untuk mempercepat kerja, kami menggunakan satu tali untuk mengantung leher beberapa orang.”Tentara merampas dan merampok apa saja yang mereka temukan. Mereka bahkan merobek perut para korban untuk mencari emas dan uang. Apa saja yang ditemukan, mereka rampas. Akhirnya, Bohemond mengumpulkan semua yang selamat, lelaki ataupun perempuan, yang cacat dan tidak berdaya di dalam sebuah istana, dan membunuh mereka semua. Mereka meninggalkan yang muda untuk dijual di pasar budak Antiochia.

Godfrey Hardouinville melaporkan kepada Paus, “Di Yerusalem, umat Islam yang ditangkap, dibunuh oleh orang-orang kami di halaman kuil Solomon hingga kuil itu dipenuhi dengan darah yang menggenang sampai ke lutut.”

Ahli sejarah Kristen yang lain, Bernama Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahwa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diseret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Yerusalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh anak-anak yang terkoyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.” Penaklukan Yerusalem oleh tentara Salib benar-benar diwarnai dengan pembantaian yang tak pandang bulu (indiscriminate massacre). Kaummuslimin -meliputi semua umur dan jenis yang tak berdaya- dibantainya.

K. Hitti menuliskan, “Heaps of heads and hand feet were to be seen throughout the street and squares of the city.” (Tumpukan dari kepala-kepala dan kaki tangan korban pembantaian dipamerkan di jalan-jalan dan di sudut-sudut kota).

Para ahli sejarah mencatat jumlah korban pembantaian itu sekitar 60.000 sampai 100.000 orang lebih. Peristiwa yang kejam ini, jika dibandingkan dengan penaklukan Shalahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali Yerusalem, tentu menimbulkan pertanyaan, “Benarkah motivasi agama (Kristen) menjiwai perang ini?”.

Karena, berbeda 180 derajat dengan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Kristen, umat Islam sama sekali tidak melakukan pembantaian balasan ketika merebut kembali Yerusalem dibawah pimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Kristen membantai sangat banyak umat manusia ketika merebut Yerusalem,

Sementara Islam dibawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi berperilaku jauh lebih mulia dan beradab daripada Kristen ketika merebut Yerusalem kembali. Benar-benar bertolak belakang sekali memang antara Islam dengan Kristen itu. Sikap Salahuddin ini menambah harum namanya, baik di mata lawan maupun kawan.
Beberapa sejarawan Barat yang pernah menulis ketinggian pribadinya, antara lain Stanley Lane Poole.

4. Tahun 1456. Pertempuran Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh oleh orang-orang Kristen. Sampai disini saja entah sudah berapa banyaknya nyawa umat manusia yang telah dihabisi oleh orang Kristen. Umat Yahudi disembelih, umat Islam dibantai, bahkan umat seimanpun dihabisi juga oleh Kristen.Kekejaman dan kebiadaban Kristen memang terlalu spektakuler, mungkin sudah menjadi darah daging mereka untuk menghabisi nyawa orang. Buktinya jumlah manusia yang telah dibunuh oleh orang Kristen berkali-kali lipat lebih banyak daripada perbuatan sejenis yang dilakukan oleh umat Islam dan agama lainnya.

5. 3 Juni 1502, terjadilah pembunuhan massal di Kalikut, sebuah kota pelabuhan di selatan India yang menjadi pusat perdagangan abad ke-16.

Pembunuhan massal yang terjadi atas para pedagang Arab itu dilakukan oleh Vasco Da Gama seorang pelaut Portugis dan pasukannya. Awalnya, Vasco da Gama atas perintah raja Manuel dari Portugal,melakukan ekspedisi laut untuk mencapai India, salah satu tujuannya adalah untuk mencari rempah-rempah. Ekspedisi ini menggunakan empat kapal dengan 160 tentara dan pelaut. Mereka mengangkat sauh dari pelabuhan Lisabon tanggal 8 Juli 1497 dan tiba di pelabuhan Calicut pada tanggal 22 Mei 1498. Sebagaimana imperialis Barat lainnya, Vasco da Gama dengan segera mengklaim Calicut sebagai wilayah dagangnya dan timbullah pertentangan dengan para pedagang Arab. Akhirnya, Vasco da Gama memerintahkan pasukannya untuk membunuh massal para pedagang Arab yang berjumlah 800 orang tersebut. Calicut kini telah beralih nama menjadi Kozhikode

6. 8 Mei 1621, 14.000 orang di pulau Banda, Maluku dibantai Kristen Belanda. Contoh kongkrit bisa dilacak lewat bukti lembaran sejarah pembantaian bangsa Banda pada tanggal 8 Mei 1621, yang menelan hampir seluruh jumlah penduduk pulau Banda sebanyak 14.000 orang. Penduduk asli Banda tiada tersisa (Willard A. Hanna; Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island).

7. Tahun 1808-1811. Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa, Gubernur Jendral Herman William Daendels memerintahkan pembuatan jalan raya dengan kerja paksa (kerja rodi). Jalan itu sangat panjang, 1000 km terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Si Kristen bengis Daendels MEMAKSA rakyat Indonesia untuk mengerjakan pembuatan jalan raya tersebut tanpa diberi upah. Ribuan rakyat Indonesia mati menjadi korban dalam pembuatan jalan tersebut.

8. Tanggal 4 Maret tahun 1823, pasukan Yunani dalam era peperangan melawan tentara Imperium Ottoman, melakukan pembunuhan massal terhadap 12 RIBU MUSLIM di kota Tripolitza. Tentara Yunani dalam pertempuran itu mendapatkan dukungan dari beberapa negara Eropa.

9. Pada tahun 1830, Van Der Cappelen digantikan oleh Van Den Bosch sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda. Ia diberi tugas untuk mengisi kas keuangan Belanda yang kosong. Setelah memeras otak beberapa lama, Van Den Bosch menemukan suatu cara. Ia memberlakukan kebijakan Cultur Stelsel atau Tanam Paksa. Tanam paksa menimbulkan penderitaan rakyat yang amat menyedihkan. Beban rakyat semakin berat. Hasil pertanian pun semakin turun.

Rakyat mengalami kelaparan. Banyak rakyat Indonesia yang mati kelaparan, gara-gara penindasan Kristen biadab. Sebaliknya, sistem tanam paksa ini menguntungkan Kristen Belanda. Kas negara Belanda yang tadinya kosong, kini terisi kembali. Hasil tanam paksa diangkut seluruhnya ke Belanda. Kemudian, hasil tersebut digunakan untuk membangun negeri Belanda.

10. 10 November 1945, kekejaman penjajah Inggris di Surabaya. Pada bulan November 1945 terjadi perang yang amat sengit antara tentara Inggris dengan pasukan Indonesia yang mempertahankan pelabuhan dan kota Surabaya. Sekitar dua minggu pasukan Indonesia yang sebagian besar hanya bersenjatakan senapan dan bambu runcing melawan tentara Inggeris yang bersenjata lengkap dan modern dengan dibantu kapal-kapal altileri, angkatan udara dan tank-tank. Peristiwa pemboman atas kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang dilakukan oleh Angkatan Perang Kerajaan Inggris, di mana diperkirakan telah jatuh korban sekitar 30.000 orang Indonesia tewas (beberapa pihak menyebutkan “hanya” 12.000 korban tewas), yang banyak diantara korbannya adalah para orangtua, wanita dan anak-anak dan Pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, ibukota propinsi Jawa Timur Indonesia, dengan dalih: kematian Brigjen Mallaby, rakyat dan pemuda menghalangi perlucutan tentara Jepang oleh Sekutu, rakyat dan pemuda tidak mau menyerahkan tawanan Jepang dan senjatanya kepada Sekutu, pada tanggal 10 Nopember 1945 kota Surabaya dibombardir oleh kapal-kapal Sekutu dari laut dan pesawat-pesawat tempur mereka dari udara.Ribuan rumah di kota Surabaya hancur dan ribuan mayat bergelimpangan di mana-mana, berhari-hari Sekutu melakukan serangan tersebut dengan kejam tanpa pertimbangan perikemanusiaan sama sekali. Tujuan mereka supaya rakyat dan pemuda minta ampun dan menyerah kepada Sekutu (;Kristen Inggris).

Tetapi rakyat dan pemuda Surabaya dan satuan-satuan bersenjata lainnya yang pantang menyerah dan pantang minta ampun, makin menguatkan tekad dan semangat untuk meneruskan perlawanan bersenjata terhadap siapa saja yang akan memaksakan kembalinya penjajahan di Indonesia.

Perlawanan yang gagah berani, pantang menyerah dan dengan semangat berkobar-kobar dari kaum patriot Indonesia untuk membela tanah airnya melawan agresor di Surabaya itu membangkitkan semangat perlawanan patriot Indonesia lainnya di seluruh Indonesia.Atas dasar ideologi dan semangat rakyat dan pemuda Surabaya yang pantang menyerah itulah maka tanggal 10 Nopember dijadikan “Hari Pahlawan” di Indonesia.

Dalam pertempuran Surabaya melawan pasukan Inggris pada bulan November 1945 ini, tidak sedikit peranan pemuda-pemuda Tionghoa dan Arab yang ikut berjuang, bahu membahu melawan penyerbuan Kristen Inggris. Berkenaan dengan pertempuran Surabaya, Pada tanggal 12 November 1945, Bung Karno mengucapkan pidato antara lain “Ratusan orang Tionghoa dan Arab yang tidak bersalah dan suka damai, yang datang di negeri ini untuk berdagang, terbunuh dan luka-luka berat. Kurban di pihak Indonesia lebih banyak lagi. Saya protes keras terhadap pemakaian senjata modern, yang ditujukan kepada penduduk kota yang tidak sanggup mempertahankan diri untuk melawan”.

11. 5 Juli 1962, setelah berjuang selama bertahun-tahun dan mengorbankan sekitar satu juta syuhada, rakyat muslim Aljazair akhirnya berhasil meraih kemerdekaan mereka. Pada tahun 1830, Prancis datang menyerang Aljazair dengan tujuan menjadikan negara itu sebagai wilayah jajahannya, namun mendapat perlawanan keras dari bangsa Aljazair. Salah satu pejuang kemerdekaan Aljazair yang terkemuka adalah Amir Abdul Qadir Aljazairi sejak tahun 1932. Pada 18 Februari 1834, tentara Prancis mengalami kekalahan telak melawan pasukan Amir Abdul Qadir Aljazairy. Sepertiga tentara Prancis tewas dalam pertempuran itu dan setengah dari tentara yang masih hidup menjadi tawanan perang. Kristen kolonialis Prancis yang baru pertama kalinya mengalami kekalahan besar di Afrika, menawarkan perdamaian. Namun, pemimpin perjuangan rakyat Aljazair, Amir Abdul Qadir Aljazairy itu menolak tawaran damai itu dan meneruskan perjuangannya sehingga hampir seluruh kawasan Aljazair berhasil dibebaskan. Namun pada tahun 1836, tentara Prancis kembali mengalahkan pasukan Abdul Qadir.Pada tanggal 18 November 1839, dimulailah periode kedua perjuangan rakyat Aljazair melawan penjajahan Prancis. Dalam perang ini, Kristen Prancis menambah pasukannya dalam jumlah besar dan menggunakan strategi penghancuran terhadap basis-basis militer Abdul Qadir.

Selain itu, tentara Prancis juga membuat rakyat kelaparan dengan cara menghancurkan ladang, kebun buah, dan hewan ternak. Akhirnya, Amir Abdul Qadir terpaksa menyerah pada tahun 1847 dan dipenjarakan di Prancis. Dengan kekalahan tersebut, Prancis pun berkuasa penuh atas Aljazair. Dengan leluasa, Prancis menguras hasil bumi negara ini dan menindas rakyat Aljazair.Sekitar satu abad kemudian, setelah Perang Dunia Kedua, sekali lagi rakyat Aljazair memulai perjuangannya melawan penjajahan Prancis. Pada tanggal 31 Juli 1962, barulah Aljazair meraih kemerdekaannya.

12. 19 Juni 1971. Sekitar 70 orang Moro, baik laki-laki, wanita dan anak-anak tanpa ampun dibantai oleh kelompok Ilaga Movement yang dibacking orang-orang Katolik Biadab dari Militer Filipina pada salah satu Masjid di Barrio Manili, Carmen Cotabato Utara. Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Pembantaian Manili ini, membuktikan bahwa peperangan antara bangsa Moro melawan Filipina adalah konflik religius. Yaitu kebencian mendalam Katolik Filipina terhadap agama Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk di Mindanao Selatan. Sampai detik ini total lebih dari 30 ribu muslim di Filipina yang tewas menjadi korban kekejaman pemerintah Filipina.

13. Tahun 1982. Pada tanggal 17 September 1982, terjadi pembunuhan massal terhadap warga sipil Palestina yang menghuni kamp penampungan Shabra dan Shatila di Lebanon oleh kelompok Phalang/Kristen dari Tentara Lebanon Selatan (SLA) yang didukung oleh tentara Zionis Israel. Dengan persetujuan Menachem Begin, Perdana Menteri Israel dan atas perintah Ariel Sharon, Menteri Perang Israel pada waktu itu, pada dini hari tanggal 17 September, tentara Zionis mengepung kamp pengungsi Shabra dan Shatila. Lalu, kelompok Phalang memasuki kamp tersebut dan memperkosa serta membunuh warga sipil Palestina yang umumnya wanita, anak-anak, dan orang tua. Pembunuhan massal ini berlangsung selama 40 jam dan 3300 orang telah terbunuh.

14. 14-15 April 1986. Selama dua hari Kristen AS atas perintah Presiden Ronald Reagan, -yang sudah mampus dan sedang dalam perjalanan menuju neraka jahannam- mengebom Tripoli dan Benghazi, kota-kota terpenting di Libya, yang menewaskan seratus orang menurut pers barat dan enam puluh orang menurut laporan resmi Libya, sebagian besar penduduk sipil. Tujuan Kristen biadab AS melakukan pengeboman itu adalah untuk membunuh Presiden Libya yang berdaulat, Kolonel Muammar Qaddhafy, namun hasilnya ternyata meleset. Qaddhafy selamat, namun salah seorang anak tirinya yang tidak bersalah berhasil dimampuskan oleh Kristen biadab AS. Saudara perempuan satu-satunya bocah cilik tersebut telah terbunuh akibat pemboman Kristen AS.

15. Berbagai pembantaian Kristen terhadap Umat Islam terjadi dimana-mana hingga saat ini, negara-negara Muslim di fitnah dan penduduknya di bunuh mulai dari Irak, Palestina, Libya, Chechya, Filipina, Pakistan, Afganistan, Libanon, Maroko, Turki hingga Indonesia…. Sampai saat ini.

Dari sudut dasar hukum perang, kitab Injil banyak memuat ayat perang dan penjajahan, dibawah ini sedikit nukilannya, jangan heran bila tentara asing biadab dan pembakaran kitab suci al Qura’n. Mana agama kasih yg sebenarnya

[Ulangan 13 : 6-11]

13:6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,

13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. JANGANLAH ENGKAU MERASA SAYANG PADANYA, JANGANLAH MENGASIHI DIA dan janganlah menutupi salahnya,

13:9 TETAPI BUNUHLAH DIA ! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, KEMUDIAN SELURUH RAKYAT

13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, SEHINGGA MATI, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

13:11 Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

[Ulangan 17 : 2-5]

17:2 “Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

17:3 dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

17:4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu HARUS KAU LEMPATI DENGAN BATU SAMPAI MATI..

Injil Kitab Matius 10: 34. (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru) Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Injil Kitab Lukas 12: 49 – 51. (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru)
49. “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

50. Aku harus menerima baptisan, betapakah susahnya hatiku sebelum hal ini berlangsung!

51. Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataKu kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Injil Kitab Lukas 19: 27. (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru)
Akan tetapi semua seteruku (orang-orang kafir) ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya (asal kata raja adalah lord – dalam bahasa Inggris atau Ar-Rabb – dalam Islam atau salah satu Asma’ul Husna atau bahasa Arab Al~Qur’an; artinya Tuhannya), Bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku”.

Injil Kitab I Samuel 15: 2 (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama).
2. Beginilah firman Tuhan semesta alam: “Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

Injil Kitab Mazmur 35: 2 – 3. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
2. Peganglah perisai dan utar-utar, bangunlah menolongku.cabutlah tombak dan kapak menghadapi orang yang mengejar aku; katakanlah kepada jiwaku: “Akulah keselamatan! “

Injil Kitab Matius 15: 30. (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru)
“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi”

Injil Kitab Yosua 6: 21. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
“Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai kepada LEMBU, DOMBA, dan KELEDAI”

Injil Kitab Ulangan 20: 16. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS”

Injil Kitab Imamat 24: 16. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
“Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, Bila ia menghujat nama TUHAN, HARUSLAH DIHUKUM MATI”

Injil Kitab Samuel 15: 3. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
“Firman Tuhan untuk membantai kaum Amalek: “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU, maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI”

Injil Kitab Bilangan 31: 17 – 18. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
17. Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.

18. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

Injil Kitab Ulangan 6: 21. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.

Injil Kitab Ulangan 10: 30. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
Dan TUHAN menyerahkan kota itu juga kepada orang Israel, besertarajanya. Yosua memukul kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dengan mata pedang, tidak ada seorangpun di dalamnya yang dibiarkannya lolos, dan rajanya itu, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.

Injil Kitab I Samuel 15: 2 – 3. (Zabur/Taurat/ Injil Perjanjian Lama)
2. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

Injil Kitab Matius 26: 38 – 40. (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru)
38. lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

39. Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

40. Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid- Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

 Dan masih banyak lagi Seperti dalam kitab ULANGAN 7:2 – Dan apabila sudah diserahkan Tuhan Allahmu akan mereka itu di hadapanmu, dan kamu sudah mengalahkan mereka itu, maka hendaklah kamu membinasakan mereka itu sama sekali, jangan kamu berjanji-janjian dengan mereka itu dan jangan kamu mengasihani mereka itu,

ULANGAN 20: 16, 17 – Tetapi adapun negeri bangsa-bangsa ini yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu akan bahagian pusaka, janganlah kamu hidupi barang sesuatu isinya akan bernafas; melainkan hendaklah kamu menumpas sama sekali segala orang Heti dan Amori dan Kanani dan Ferizi dan Hewi dan Yebuzi, seperti firman Tuhan Allahmu kepadamu

YUSAK 6:21 – Maka ditumpasnya segala sesuatu yang di dalam negeri itu, baik orang laki-laki atau perempuan, baik orang muda atau orang tua sampai segala lembu domba dan keledai pun dengan mata pedang …

HAKIM-HAKIM 1:8 – Maka bani Yehuda pun memerangi Yerusalem, lalu dikalahkannya, dan dibunuhnya segala orang isinya dengan mata pedang, dan ditundukkannya negeri itu

Dan Sekarang Mari kita  mengacu pada ayat kitab Talmud, akan terjadi kejahatan luarbiasa, inilah contoh ayat peperangan, pembantaian biadab itu ; Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota, dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”.

“Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat. (Talmud Kitab Erubin : 2b – edisi Soncino)

Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”.

Sanhedrin 58b, “Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh”.

Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya”.

Baba Kamma 37b, “Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi jika lembu orang Kanaan sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi, maka orang itu harus membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”.

Baba Mezia 24a, “Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya”. (Ayat ini ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b).

Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati. Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”.

Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel”.

Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”.

Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”.

Abodah Zarah 36b, “Anak-perempuan orang kafir sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”.

Abodah Zarah 22a – 22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu”.

Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu, lalu dimakan”.

Shabbath 41a, “Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan cara yang suci telah ditentukan”.

Yebamoth 63a, “’Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga”.

Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)”.

Sanhedrin 54b, “Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun”.

Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya”.

Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi”.

Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorang pun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar”.

Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan masuk neraka”.

Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan- Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut”.

Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, karena iblis yang ada di jamban itu masih menyertai

–Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi, bahkan lebih penting daripada Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi, prinsip, serta arahan bagi perumusan kebijakan negara dan pemerintah Israel, dan menjadi pandangan hidup orang Yahudi pada umumnya—

Namun perlu disadari bahwa Kelemahan mendasar dari kitab talmud:

1. Tidak ada pendukung referensi utama seperti azbabul nuzul, sehingga diketahui kronologis atau suasana turunnya suatu ayat
2. Tidak adanya penjelasan seperti halnya sanad/alur hadits Nabi, kesaksian sahabat, perawi/pencerita,
3. Tidak adanya keaslian otentik kitab, hafalan, transcript, manuscript, sehingga mudah direvisi
4. Tidak dikembangkannya ilmu berkaitan dengan kitab (baca tulis, gramatikal, penafsiran)
5. Tidak adanya huruf patent, semisal arab, sehingga penerjemahan berbagai bangsa/bahas tetap merujuk pada tex aslinya
6. Tidak mengacu pada ahli tafsir (mufassir) abad awal (salaf) yang dekat/merasakan suasana asbabul nuzul dst. sehingga tidak terjadi bias makna karena saling menafsir sesaui kepentingan

Dan Inilah Fakta sejarah rentetan pembantaian umat tak berdosa, selama setengah abad oleh Yahudi Nasrani. lalu masihkah mereka mengganngap Kita Umat islam di siarkan dengan Kekerasan?Adakah bukti sejarah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, yang menyatakan bahwa kepesatan tersebarnya Islam di Indonesia disebarkan dengan kekerasan atau pedang?

————————-
“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu” [al Maa’idah 62]

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”[ An nahl 90]

————–

CATATAN: Tulisan ini sebelumnya dimuat oleh Website: http://cahyaiman.wordpress.com Yang Kemudian Kami sunting dalam Situs http://gerbangkebenaran.blogspot.com/2011/11/fakta-sejarah-bahwa-kristenlah-biang.html

Reverensi :
1 ]Majalah Gema Islam No. 16 Thn I tgl 15 Sept 1962 oleh buya hamka

2] Adian husaini ;Misi Kristen: Indonesia, Ladang Siap Panen

3] Adian husaini ;Bangga Menjadi Kristen Radikal

4 ] Teror Kata Berkedok “Kasih” Oleh adian husaini

4] http://www.eastonpress.com/books/

5] https://citesat.wordpress.com/2012/05/12/pencarian-untuk-tulisan-terkini-ketika-kebodohan-di-banggakan/

Terkait Khusus

Politik 6397414482077899809

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item