Ayat-Ayat Palsu Bibel - Di Tulis Yahudi Di Imani Kristen


I
YOHANES 13:13

ALKITAB VERSI TERKINI:
"Kamu menyebut Aku Guru dan TUHAN, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan TUHAN." (Yohanes 13:13)

ALKITAB VERSI KSI (TAHUN 2000)
"Kamu menyebut Aku Guru dan Junjungan. Memang sepatutnyalah demikian, karena Aku adalah Guru dan Junjungan." (Yohanes 13:13)

ALKITAB VERSI ENDE (TAHUN 1969)
"Kamu memanggil Aku Guru dan Tuan. Dan tepatlah demikian, sebab memang itulah Aku!" (Yohanes 13:13)

ALKITAB VERSI SCHELLABEAR DRAFT (TAHUN 1912)
"Adapun kamu menyebutkan aku guru dan Rabbi, maka patutlah katamu itu, karena akulah dia." (Yohanes 13:13)

ALKITAB VERSI KLINKERT (TAHUN 1870)
"Bahwa akoe dipanggil olihmoe goeroe dan toewan (baca: tuan), maka benarlah bagitoe, karena akoelah dia." (Yohanes 13:13)

Sebagaimana jelas tertulis dalam kitab-kitab tersebut di atas, sampai saat ini belum ada satu orang pun yang dapat menjelaskan secara benar sekaligus dapat pula dipertanggungjawabkan kepada jemaat seluruh gereja di Indonesia tentang perubahan personifikasi sosok Yesus dari Toewan menjadi Rabbi, dari Rabbi menjadi Tuan, dari Tuan menjadi Junjungan, dan dari Junjungan menjadi Tuhan!

Padahal jelas-jelas tidak dapat dipungkiri bahwa ini adalah persoalan yang sangat mendasar, bahkan landasan paling fundamental menyangkut keyakinan beragama seluruh umat Kristiani. Ayat-ayat yang mengandung pengertian saling berbeda dari masing-masing kitab di atas, oleh siapa pun yang membacanya dengan menggunakan akal sehat, dapat diartikan sebagai suatu kebohongan karena secara sepihak telah merobah arti kata Tuan menjadi Tuhan.

Benarkah sedemikian mudahnya menjadikan sosok "Anak Manusia" yang sejak awalnya sudah dipanggil dengan sebutan Guru, atau Rabbi serta merta dapat menjelma menjadi Tuhan hanya karena alasan; demikianlah yang tertulis di dalam kitab suci?

Jika demikian, lalu siapakah sesungguhnya yang menulis kitab suci itu? Mereka yang namanya dinisbatkan kepada masing-masing Injil di dalam Alkitab kanon, atau mereka yang dilahirkan hampir 2.000 tahun kemudian, tapi secara diam-diam (dan ini sungguh tidak terpuji) mengambil inisiatif untuk menambahkan huruf "H" di tengah-tengah kata "TUAN" sebelum kitab suci tersebut dicetak ulang?

Apa pun jawabnya, maka fakta seperti ini tentu saja kemudian mengundang tanya yang tidak kalah fundamentalnya yakni; apakah kitab suci yang kandungannya secara diam-diam telah dirobah, tapi entah oleh siapa, ini masih layak untuk diyakini sebagai sebuah kitab suci? Bila hal yang sedemikian crussial menyangkut keimanan seluruh umat kristen Indonesia tentang EKSISTENSI TUHAN dapat dengan mudah "diubah-suaikan" sesuka hati, apakah perobahan-perobahan serupa tidak mungkin terjadi pula pada ayat-ayat lain di dalam kitab suci ini?

II
I YOHANES 5: 7-8

Alkitab, I Yohanes 5 terjemahan LAI 1984:

(7) Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
(8) Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Perhatikan tanda kurung "( )" pada dua ayat di atas.

Ada dua sumber berbeda yang digunakan untuk menulis Alkitab Versi NIV (New International Version) dan NASV (New American Standard Version) serta King James Version (KJV).

KJV berasal dari teks Alkitab Bizantium, sedangkan NIV dan NASV berdasarkan terjemahan dari Teks Alexandria.

Berikut ini akan kita lihat di mana letak perbedaannya.

In the following examples the King James Version differs from the NIV, and NASV. because it bases it's translation on the Byzantine text-type and the NIV and NASV base theirs on the Alexandrian text-type.
  • KJV: "For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are three that bear witness in earth, the spirit, and the water, and the blood; and these three agree in one." (1 John 5:7-8)
  • NIV: "For there are three that testify: v. 8 the Spirit, the water and the blood: and the three are in agreement." (1 John 5:7)

Pada KJV tercantum bahwa yang memberikan kesaksian di surga adalah: Bapa, Firman, dan Roh Kudus, ditambahkan keterangan bahwa ketiganya adalah satu, serta ada tiga yang memberikan kesaksian di bumi, yakni: Roh, Air, dan Darah, dan ketiganya juga satu.

Tetapi pada NIV hanya dicantumkan mengenai Roh, Air, dan Darah, tanpa menyebutkan sedikitpun tentang Bapa, Firman, dan Roh Kudus.

Berikut adalah penjelasan mengapa terjadi demikian:
  1. When Erasmus first printed the Greek New Testament in 1514 it did not contain the words "in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are three that bear witness in earth," because they were not found in any of the Greek manuscripts that Erasmus looked at.
  2. These words were not quoted by any of the Greek church fathers. They most certainly would have been used if the Trinity in the 3rd and 4th centuries.
  3. These words are not found in any ancient versions of the New Testament. These include Syriac, Coptic, Armenian, Ethiopic, Arabic, Slavonic, nor in the Old Latin in its early form.
  4. These words begin to appear in marginal notes in the Latin New Testament beginning in the fifth century. From the sixth century onward these words are found more and more frequently.
  5. Erasmus finally agreed to put these words into new editions of his Greek New Testament if his critic's could find one Greek manuscript that contained these words. It appears that his critics manufactured manuscripts to include these words.
  6. These additional words are found in only eight manuscripts as a variant reading written in the margin. Seven of these manuscripts date from the sixteenth century and one is a tenth century manuscript.
  7. Erasmus' New Testament became the basis for the Greek New Testament, "Textus Receptus", which the King James translators used as the basis for their translation of the New Testament into English.
ATAU:
  1. Ketika Erasmus pertama kali mencetak Perjanjian Baru berbahasa Yunani pada tahun 1514 di sana tidak ada kata-kata "di surga, Bapa, Firman, dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu; dan ada tiga yang bersaksi di bumi," karena kata-kata ini tidak ditemukan di manapun dalam naskah Yunani yang dicari-cari oleh Erasmus.
  2. Kata-kata ini tidak ada yang dikutip oleh para bapa gereja Yunani. Kata-kata ini semestinya sudah digunakan jika Trinitas sudah dikenal pada abad 3 dan 4.
  3. Kata-kata ini tidak ditemukan dalam versi kuno Perjanjian Baru. Ini termasuk Syria, Arab Koptik, Armenia, Ethiopia, Slavia, maupun dalam bahasa Latin Kuno pada awal pembentukan Perjanjian Baru.
  4. Kata-kata ini mulai muncul dalam catatan pinggir pada awal penulisan Perjanjian Baru dalam bahasa Latin pada abad kelima. Baru pada abad keenam dan seterusnya kata-kata ini lebih banyak dan lebih sering ditemukan.
  5. Erasmus akhirnya setuju untuk menempatkan kata-kata ini ke dalam edisi baru Perjanjian Baru bahasa Yunaninya jika para pengkritiknya dapat menemukan satu naskah Yunani yang berisi kata-kata ini. Tampaknya pengkritiknya kemudian menyusupkan kata-kata ini ke dalam naskah tersebut
  6. Kata-kata tambahan ini ditemukan hanya pada delapan naskah sebagai varian bacaan yang ditulis sebagai catatan pinggir. Tujuh dari naskah-naskah ini berasal dari abad keenambelas dan satu naskah lagi dari abad kesepuluh.
  7. Perjanjian Baru Erasmus menjadi dasar bagi Perjanjian Baru Yunani, "Textus Receptus", yang digunakan oleh para penerjemah King James untuk menterjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Inggris.
Untuk lebih jelasnya, silahkan buka SURAT KIRIMAN YAHYA (I YOHANES) 5: 6-8

(6) Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena roh adalah kebenaran.
(7) Sebab tiga yang memberi kesaksian (di dalam surga Bapa, Firman dan Roh kudus dan ketiganya adalah satu.
(8) Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi) Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Sebelum mendapat kritikan, kalimat mulai dari kata "di dalam sorga" pada ayat 7 sampai kata "bumi" pada ayat 8 tidak memakai tanda kurung. Yang mengkritik adalah DR GC Van Niftrik.

Sedangkan menurut The Holy Bible International Version (Zondervan Bible publisher, Grand Rapid Michigan USA, 3th Printing July 1981 halaman 926) ayat-ayat tersebut berbunyi:

(6) This is the one who come by water and blood - jesus christ. He did not come by water only, but by water and blood. And it is the spirit who testifies, because the spirit is truth.
(7) for there are three that testify
(8) the spirit, the water, and blood. And three are in agreements.

ATAU:

(6) Inilah dia yang yang datang dengan air dan darah - yesus kristus. Ia tidak datang dengan air saja, melainkan air dan darah. Dan rohlah yang menyaksikan, karena roh adalah kebenaran.
(7) ada tiga yang menyaksikan
(8) roh, air, dan darah. Dan ketiganya menjadi satu.

Memperhatikan ayat-ayat di atas, maka tampak jelaslah penyisipan yang dilakukan oleh penterjemah Alkitab. Dengan demikian, kalimat mulai dari kata "di dalam sorga" pada ayat 7 sampai kata "di bumi" pada ayat 8 adalah palsu. Lagipula, jika sebelumnya ayat itu tidak ada, mengapa sekarang muncul? Atau sebaliknya, jika dulunya memang ada, mengapa sekarang di hilangkan?

Mengenai pemalsuan ayat ini, perhatikan komentar berikut:
  • DR G.C. Van Niftrik dan D.S.B.J Boland (Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 hal 418) Didalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam I Yahya 5: 6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung. Penterjemah Alkitab rupanya menuruti saran keduanya. Dengan memberi kurung kalimat itu.
  • Drs. M.E. Duyverman (Pembimbing ke dalam perjanjian baru, BPK Jakarta 1966 hal. 145). Menurut salinan tertua, jalannya kalimat adalah begini: Karena tiga menjadi saksi, yaitu roh, air, dan darah. Rupanya tambahan mulai terbubuh sebagai keterangan pinggir kalimat; penyalin kemudian memasukkannya dalam nas karena berpikir ini adalah perbaikan penyalin lama. Sampai kini hal itu masih terjadi. Mengapa keterangan pinggir itu dapat masuk menjadi ayat Tuhan dengan begitu mudahnya, padahal ayat ini merupakan pokok doktrin trinitas? Mengapa sampai tersusupi ayat tambahan?
  • Jerry Falwell (Jerry Falwell, Liberty Bible Commentary, thomas Nelson Publisher, Nashville, Camden New York 1983 halaman 26-38). Tokoh kristen radikal Amerika Serikat ini mengomentari pemalsuan ayat-ayat itu sebagai berikut: Sebagian kalimat pada ayat 7 dan sembilan kata pertama pada ayat 8 adalah tidak asli dan tidak bisa dianggap sebagai bagian dari firman Tuhan. - The rest of verse 7 and first nine words of verse 8 are not original, and are not to be considered as a part of the words of God.

Catatan:
Adanya penambahan ini tentu saja melahirkan suatu perbedaan doktrinal yang nyata. Perbedaan yang ingin diperlihatkan adalah mengenai konsep tritunggal yang menjadi doktrin utama gereja Kristen dewasa ini. Jika kita memperhatikan ayat-ayat dalam naskah yang lebih tua, yang tidak mengandung tambahan tersebut, maka sesungguhnya tidak ada sama sekali pendukung yang "berbau" wahyu Ilahi untuk mengukuhkan doktrin tritunggal yang dianut oleh gereja. Demi kepentingan inilah maka kemudian kata-kata ini pun secara diam-diam "disusupkan" ke dalam rangkaian ayat-ayat suci. Bukankah ini sangat patut dianggap sebagai sebuah pembodohan dan pembohongan yang nyata kepada semua jemaat gereja-gereja di seluruh Indonesia?

III
Matius 28:16-20


(18) Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan bumi."

Ayat Matius 28:18 ini adalah ayat palsu! Sebab sesungguhnya Kitab Matius fasal 28 selesai hanya sampai ayat 15, yang ditutup dengan kalimat sebagai berikut:

(15) Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

KING JAMES VERSION:
(15) So they took the money, and did as they were taught: and this saying is commonly reported among the Jews until this day.

AMERICAN STANDARD VERSION:
(15) So they took the money, and did as they were taught: and this saying was spread abroad among the Jews, and continueth until this day.

Pusatkanlah perhatian anda pada kata-kata dengan huruf miring di atas: cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. Ini adalah rangkaian kata penutup yang lazim digunakan untuk mengakhiri sebuah cerita!

Pada Alkitab KJV dan ASV di atas, jelas sekali tertulis; "until this day" atau "sampai hari ini". Begitu pula kalau kita melihat Alkitab dalam bahasa Indonesia sehari-hari:

(15) Maka tentara pengawal itu mengambil uang itu, dan melakukan seperti yang dipesankan kepada mereka. Oleh karena itu cerita itu masih tersiar di antara orang Yahudi sampai pada hari ini.

Ayat inilah sesungguhnya yang merupakan ayat terakhir dari Kitab Matius fasal 28. Sedangkan lima ayat berikutnya, yakni ayat 16 sampai dengan ayat 20, adalah rangkaian ayat-ayat yang ditambahkan kemudian oleh Gereja.

Untuk lebih jelasnya, silahkan buka KITAB MATIUS 28:1-20

(16) Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
(17) Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orangragu-ragu.
(18) Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Mereka yang dikaruniai akal sehat dan dengan cermat membaca dan memerhatikan Kitab Matius fasal 28 ini akan segera menyadari bahwa ayat kelimabelaslah sesungguhnya yang menjadi penutup seluruh Kitab Matius 28.

Perhatikan lagi kata-kata dengan huruf-huruf miring pada ayat 15 di atas: "cerita itu masih tersiar di antara orang Yahudi sampai pada hari ini." Ini menunjukkan bahwa peristiwa dimaksud sudah lama terjadi. Ini dengan sendirinya juga mengindikasikan bahwa Injil Matius 28 sudah lama selesai ditulis. Cerita tersebut juga sudah menjadi cerita rakyat yang dikisahkan dari satu generasi ke generasi berikutnya selama sekian dasawarsa, baru kemudian mendapat tambahan "ayat-ayat sakti" bagi kepentingan ajaran Trinitas, yakni Matius 28:16-20!

Gereja ingin mengokohkan doktrin keimanan Trinitas mereka dengan cara mengabadikannya ke dalam Kitab Injil. Semantara itu, hanya kisah dalam Kitab Matius 28 ini sajalah satu-satunya wadah yang paling tepat untuk "memanipulasi" keimanan pengikut Yesus yang dipercaya akan dengan sepenuh hati mematuhi apa pun (yang mungkin akan) diperintahkannya!

Itu sebabnya mengapa tanpa ragu mereka pun diam-diam menambahkan ayat-ayat palsu tersebut ke dalam Kitab Matius 28. Mereka tidak menyadari bahwa suatu hari kelak ayat-ayat tambahan itu akan mengundang berbagai tandatanya bagi pembacanya, terutama karena menimbulkan inkonsistensi dan kontradiksi nyata terhadap sabda-sabda Yesus dalam ayat-ayat pada fasal-fasal Injil lainnya!

Jika saja gereja cukup cerdas memperhitungkan kemungkinan ini, maka ayat atau kalimat-kalimat seperti tertulis dalam Matius 28:15 itu seharusnya diletakkan pada bagian akhir Kitab Matius 28. Dengan demikian maka pembaca dapat menerimanya sebagai suatu kesatuan kisah yang ditutup dengan kalimat: "cerita itu masih tersiar di antara orang Yahudi sampai pada hari ini." Bukanlah kalimat seperti ini jelas merupakan sebuah kalimat penutup?

Perhatikan penjelasan logis berikut ini:

Matius 28:1-10 adalah kisah tentang "kebangkitan" Yesus yang dikabarkan oleh Malaikat kepada Maria Magdalena, Maria lainnya, dan murid-mirid Yesus.
Matius 28:11-15 adalah kisah mengenai dusta Mahkamah Agama sehubungan dengan cerita tentang serdadu-serdadu romawi yang menerima suap.
Matius 28:16-20 adalah kisah tentang perintah Yesus untuk memberitakan Injil kepada seluruh makhluk, kendati di tempat lain jelas-jelas beliau melarang murid-muridnya untuk menyebarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain di luar bangsa Israel (Lihat Matius 15:5-6 dan 15:24-26) tapi karena ini bukan untuk mempertentangkan ayat-ayat tersebut, mari tetap fokus pada Matius 28:19-20 saja dulu.

(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Pertanyaannya adalah; apakah kisah tentang Yesus bertitah untuk menyebarkan Injil kepada seluruh bangsa seperti tertulis dalam Matius 28:19-20 di atas tidaktersiar sampai pada hari ini? Jelas sampai sekarang pun kisah itu masih tersiar bahkan jauh lebih tersiar daripada kisah dalam Matius 28:11-15 tentang dusta mahkamah agama dan serdadu-serdadu romawi yang disuap itu.

Tapi mengapa ayat "cerita itu masih tersiar di antara orang Yahudi sampai pada hari ini." sudah ada sebelum ayat ke-16, atau tepatnya pada ayat ke-15? Sebabnya adalah karena memang ayat itulah sebetulnya ayat penutup dari Injil Matius 28!

Jika ayat-ayat Matius 28:16-20 itu benar-benar asli, maka seharusnya yang menjadi ayat penutup seluruh Kitab Matius 28 adalah ayat ke-20 dengan redaksi sebagai berikut:

(20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Dan "cerita itu masih tersiar sampai hari ini."

Jika demikian, maka muluslah kisah itu diselesaikan dengan kata TAMAT, atau THE END yang tidak perlu lagi menggundang banyak polemik di antara orang-orang yang berfikir dengan menggunakan akal sehat mereka. Sebab tidak ada yang harus merasa terheran-heran menemukan makna kata TAMAT di tengah-tengah kisah dalam Matius 28 itu!

Mengenai ayat-ayat palsu yang diam-diam ditambahkan oleh Gereja ini, perhatikanlah pernyataan cendikiawan pemerhati Alkitab dan Sejarah Pemikiran Kristen seperti di antaranya:
  • Hugh J. Schonfield (Nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal. 124), "Ayat ini (Matius 28:15) tampaknya adalah penutup (Injil Matius). Apa yang kemudian mengikutinya (Matius 28:16-20), dari apa yang disebutkannya nampak sebagai sesuatu yang ditambahkan kemudian." - "This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition."
  • Robert Funk (Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels) mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut: "Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 diciptakan oleh individu-individu penginjil yang mencerminkan gagasan untuk meluncurkan misi gereja ke seluruh dunia. Yesus sendiri belum tentu memiliki pemikiran untuk meneyebarkan ajarannya ke seluruh dunia, dan sudah pasti bukan pendiri (penggagas) dari institusi seperti ini. (Ayat ini) sama sekali tidak menggambarkan perintah yang datangnya dari Yesus." - "The great commission in Matthew 28:18-20 have been created by the individual evangelist reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from Jesus"

Kendati demikian, andaikata ayat-ayat palsu yang menyerukan Amanat Agung itu sudah terlanjur dipercayai sebagai perintah Tuhan menurut ajaran Trinitas karena di dalamnya ada menyebutkan kata-kata; "dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus," sesungguhnya masih ada yang perlu untuk ditanyakan lagi, yakni meskipun menyebut ketiga oknum dimaksud, tapi mengapa rangkaian ayat tersebut tidak sekaligus menegaskan bahwa yang tiga itu adalah satu?

Lebih jauh lagi, andaikata kalimat dalam ayat 19 yang berbunyi "jadikan semua bangsa muridku" itu asli sekalipun. Tokh pengertiannya sudah sangat jauh "disalah-artikan" sebagai seluruh bangsa-bangsa di dunia. Sebab yang dimaksudkan sebagai bangsa-bangsa di sini seharusnya adalah hanya keduabelas bangsa Israel saja. Jika tidak demikian, ayat tersebut akan menjadi perintah yang sangat bertentangan dengan sabda-sabda Yesus sendiri di dalam Matius 15:24 dan Matius 1:21.

Dalam The New American Standard Bible dan dalam The New World Translation of the Holy Scriptures, kata yang tertulis bukan all nations melainkan all the nations di mana penulisan kata "the" dalam tata bahasa Inggeris merujuk pada bangsa-bangsa yang sudah dikenali (atau disebutkan) sebelumnya yang dalam hal ini, tentu saja, adalah bangsa Israel. Selengkapnya, ayat ini berbunyi demikian:

(19) "Go then and make disciples of all the nations, baptizing them into the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit."

Sementara itu, perhatikan pula kalimat pada ayat 18 yang berbunyi, "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" yang jika disimak sepintas, sekonyong-konyong saja membentur benak kita dengan gambaran betapa maha besarnya kekuasaan Yesus atas dunia dan akhirat! Padahal di balik kalimat itu sesungguhnya tersembunyi sebuah pertanyaan lebih besar lagi yang akan sangat sulit untuk dijawab, bahkan oleh Yersus sendiri, yakni: jika segala kuasa di sorga dan di bumi itu telah diserahkan kepadanya, lantas apa yang kemudian terjadi pada Allah Bapa? Apa yang akan dilakukan oleh Allah Bapa yang sudah tidak lagi memiliki sedikitpun kuasa atas sorga dan bumi?

Bukankah ini pantas disebut sebagai pembunuhan karakter Allah Bapa? Apa yang di dalam The New American Standard Bible, The New World Translation of the Holy Scriptures, The New International Version, dan The King James Version selanjutnya akan tertulis sebagai: "God's Character Assassination?"

Sekali lagi kita dapat melihat bagaimana "kurang cerdiknya" gereja dalam merekayasa ayat-ayat sakti di dalam Injil, sekaligus "lemahnya perhitungan" mereka terhadap segala kemungkinan, termasuk bagaimana bila suatu ketika nanti rahasia yang sudah ditutup rapat-rapat ini akan terungkap juga oleh orang-orang yang menggunakan akal sehat dan mata hati untuk membaca atau menelaahnya!

Dari Kitab Matius 28 ini sesungguhnya paling sedikit ada empat hal besar yang pantas untuk direnungi:
  • Jika Yesus memang dilahirkan untuk mati di tiang salib dalam rangka menebus dosa-dosa umat manusia, mengapa ketika mengetahui bahwa dirinya akan ditangkap dan digantung di tiang salib itu ia merasa gentar, takut, bahkan kemudian berusa menyelamatkan diri bersama murid-murid setianya? Mengapa ia tidak dengan sukarela menyerahkan dirinya saja? Bukankah ia sudah tahu bahwa penyaliban itu sendiri memang "ditakdirkan" untuk dirinya?
  • Jika memang Yesus berkuasa di bumi dan di sorga, maka dalam upayanya melakukan perlawanan terhadap tentara Romawi yang berusaha menangkap untuk kemudian menggantungnya di tiang salib itu, semestinya Yesus menang. Tetapi mengapa ia kalah? Seandainya pun memang sejak sebelum lahir ia sudah mengetahui bahwa Bapa menyiapkannya untuk mati di tiang salib oleh kuasa tentara Romawi, maka sekali lagi, mengapa ia melakukan upaya penyelamatan diri termasuk berusaha pula untuk melawan meskipun hanya berbekal 2 bilah pedang dan beberapa batang tongkat saja? Mengapa ia menunjukkan kepada kita bahwa ia berusaha "melawan takdir" dirinya sebagai penebus dosa-dosa bagi seluruh umat manusia? Mengapa tampak jelas bahwa ia tidak rela untuk ditangkap dan disalib?
  • Jika memang Yesus berkuasa di bumi dan di sorga, bukankah akan sangat mudah baginya untuk mengampuni dosa-dosa umat manusia kapan saja ia suka tanpa perlu mengorbankan dirinya untuk dikejar-kejar, ditangkap, dihina, disiksa, dan akhirnya dibunuh di tiang salib?
  • Jika ada yang mengatakan bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi itu baru diserahkan kepada Yesus pada hari kebangkitannya setelah mati di tiang salib, maka cobalah untuk menyimak lagi secara seksama penjelasan tentang penambahan ayat-ayat suci, tapi palsu, di atas.

IV
Markus 16:9-20


"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk." (Markus 16:15)
"Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." (Markus 16:15)

Lagi-lagi, ayat-ayat sakti ini adalah palsu!

Menurut mereka, Yesus memberi perintah untuk menyebarkan Injil kepada seluruh makhluk. Tapi setelah diselidiki, ternyata ayat diatas adalah ayat Palsu. Sebab, Kitab Markus 16 ternyata selesai hanya sampai ayat ke-8 saja:

"Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu." (Markus 16:8)

Ayat-ayat di ataslah yang sebetulnya merupakan ayat penutup dari Markus 16. Sedangkan ayat ke-9 sampai dengan ayat ke-20 adalah ayat-ayat palsu dan baru "disusupkan" oleh gereja kemudian.

Untuk lebih jelasnya, silahkan buka KITAB MARKUS 16:9-20, dan perhatikanlah rangkaian ayat-ayat palsu tersebut:

(9) Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
(10) Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
(11) Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
(12) Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
(13) Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
(14) Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
(15) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
(16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
(18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
(19) Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
(20) Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Catatan kaki pada Alkitab kitab Markus pasal 16 yang diterbitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia yang dicetak oleh percetakan Arnoldus Ende 1986/1987 berbunyi:

"Dengan singkat. Bagian ayat ini hanya terdapat dalam beberapa naskah. Nampaknya baru dalam abad ke-2 masuk ditambahkan dalam injil Markus. Bagian akhir injil Markus ayat 9-20 bercerita mengenai penampakan Yesus. Ini memang termasuk kitab suci, tetapi agaknya tidak termasuk Injil markus yang asli."

Dalam The Christian Counselor's New Testament, Markus 16 berakhir pada pasal 16 ayat ke-8. Lalu ke mana perginya ayat 9-20? Jawabannya dapat ditemui pada akhir kalimat yang menuliskan catatan kaki sebagai berikut:

"These verses are omitted by better MSS. An alternative shoter ending is found in same".

ATAU:

"Ayat-ayat ini dihilangkan oleh terjemahan MSS yang terbaik. Sebuah alternatif penutup yang lebih pendek seperti ini ditemukan pada versi yang sama."

Dalam The Holy Bible New International Version pada catatan kaki ayat ke-8 tertulis:

"The two most reliable early manuscripts do not have mark 16:9-20."

ATAU:

"Dua naskah paling tua yang terpercaya tidak memiliki Markus 16:9-20."

Pada catatan kaki halaman 1528 dalam kitab yang sama (The Holy Bible New International Version) juga ditemui tulisan sebagai berikut:

"Serious doubts exists as to whether these verses belong to the Gospel of Mark. They are absent from important early manuscripts and display certain peculiarities of vocabulary, style and theological content that are unlike the rest of Mark. His Gospels probably ended at 16:8, or its original ending has been lost."

ATAU:

"Terdapat keragu-raguan yang serius tentang apakah versi ini termasuk dalam Injil Markus atau tidak. Ayat-ayat ini tidak ditemui pada naskah-naskah awal kuno yang penting, dan mengandung kejanggalan-kejanggalan dalam pemilihan kosa kata, gaya bahasa, dan muatan teologis yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan tulisan-tulisan Markus lainnya. Injil Markus sangat mungkin bertakhir pada 16:8, atau ayat penutup yang asli telah hilang."

Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies dalam bukunya (Hashem, Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl, Terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94) tegas-tegas menulis; "Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan."

Dari sedikit saja catatan di atas, maka perintah Yesus agar umat Kristen memberitakan injil kepada semua bangsa-bangsa di dunia, termasuk juga kepada seluruh makluk (tumbuhan, binatang, kuman, virus, jin, setan, iblis, dll) adalah ayat palsu yang sengaja disisipkan oleh tangan-tangan jahil ke dalam kitab suci Injil!

Dengan demikian, maka jelaslah bahwa sesungguhnya Yesus tidak pernah memberikan amanat agung kepada siapa pun seperti yang selama ini begitu diagung-agungkan oleh hampir seluruh umat Kristen di muka bumi ini! Ayat-ayat palsu ini telah menyesatkan mereka sedemikian rupa sehingga menyerupai orang-orang yang "hilang akal sehat" karena demikian getolnya berusaha mengkristenkan siapa saja, tidak perduli apakah itu "makhluk" yang sudah beragama atau tidak beragama, apakah dengan cara-cara yang patut atau bahkan dengan cara-cara yang hina dina, yang penting siapa saja yang ditemui harus dipaptis menjadi pengikut Yesus! Mereka telah "dibutakan" sedemikian rupa oleh iman tanpa akal sehingga tidak menyadari bahwa telah demikian jauh tersesat, dan celakanya, berusaha keras pula untuk menyesatkan orang lain!

Maka sungguh benarlah firman Allah Subhanahu Wata'ala di dalam Al-Qur'an:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُواْ أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّواْ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيراً وَضَلُّواْ عَن سَوَاء السَّبِيلِ

"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." (QS. Al-Maidah[5]:77)

Terkait Khusus

Kristologi 832991810698425459

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item