Download Ebook : Sebuah Pandangan Islam Mengenai Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern

I began my study of Gog and Magog more than fifteen years ago in the early 90’s while resident in New York. My subsequent public lectures on the subject never failed to provoke keen interest from my Muslim audiences in several parts of the world. The evidence and arguments presented in the chapter on Gog and Magog in my book, ‘Jerusalem in the Qur’an’, succeeded in convincing many who read the book that we now live in a world dominated by Gog and Magog. They were easily convinced that the ‘town’ mentioned in the Qur’ān in Sūrah al-Anbiyāh’ (21:95-6) was Jerusalem and hence, that Gog and Magog (and Dajjāl) explained the ominously unfolding ‘war on Islam’ with slaughter and destruction of Muslims in so many parts of the world. As a consequence, such readers also understood Israel’s mysterious imperial agenda, and many have been making efforts to extricate themselves and their families from the embrace of Gog and Magog – an embrace that will take 999 out of every 1000 of mankind into the hellfire.

Despite my best efforts, however, I failed miserably, again and again, to convince my learned peers, the scholars of Islam, that Gog and Magog were even released into the world. I earnestly hope and pray that this book might make a difference Insha’ Allah.

Saya  mulai  mempelajari  Ya’juj  dan  Ma’juj  lebih  dari  lima  belas  tahun  yang  lalu  pada  awal  tahun  90-an  saat  tinggal  di  New  York.  Ceramah  umum  saya  selanjutnya  mengenai  topik  tersebut  tidak  pernah  gagal  membangkitkan  ketertarikan dari pendengar muslim saya di beberapa bagian dunia. Berbagai bukti  dan  argumen  yang  disampaikan  dalam  Bab  Ya’juj  dan  Ma’juj  di  buku  saya,  ‘Jerusalem dalam Al-Qur’an’, berhasil meyakinkan banyak orang yang membaca  buku  itu  bahwa  kita  sekarang  hidup  di  dunia  yang  didominasi  oleh  Ya’juj  dan  Ma’juj.  Mereka  dengan  mudah  dapat  diyakinkan  bahwa  ‘kota’  yang  disebutkan  dalam  Qur’an  Surat  al-Anbiyah  (21:  95-6)  adalah  Jerusalem,  dengan  demikian  topik Ya’juj dan Ma’juj (dan Dajjal) menjelaskan ‘perang terhadap Islam’ yang  terungkap  dengan  pembantaian  dan  penghancuran  umat  muslim  di  berbagai  belahan dunia. Sebagai akibatnya, para pembaca pun memahami agenda misterius  imperial  Israel,  dan  banyak  dari  mereka  yang  telah  membuat  usaha  untuk  melepaskan  diri  dan  keluarga  mereka  dari  pelukan  Ya’juj  dan  Ma’juj  –  sebuah  pelukan yang akan menarik 999 dari setiap 1000 manusia ke dalam api neraka.

Meskipun  dengan usaha terbaik  saya tetapi  dengan menyedihkan saya  gagal,  lagi  dan  lagi, dalam  meyakinkan  rekan-rekan  saya  yang  terpelajar,  para  ulama  Islam,  bahwa  Ya’juj  dan  Ma’juj sudah  dilepas  ke  dunia.  Saya  benar-benar  berharap dan berdoa semoga buku ini membuat sebuah perbedaan, Insya Allah.


Segala  puji  dan  ucapan  syukur  adalah  untuk  Allah  SWT  atas  keberhasilan  penyelesaian  buku  prakarsa  sederhana  ini  yang  berjudul  ‘Sebuah  Pandangan  Islam Mengenai Ya’juj dan Ma’juj pada Dunia Modern’  adalah bagian dari keajaiban Islam sehingga buku-buku ini dapat ditulis di pulau  kecil di Karibia di lepas pantai Venezuela, Amerika Selatan oleh seseorang yang  leluhurnya dibawa dari India beberapa generasi yang lalu untuk bekerja sebagai  pekerja kontrak di perkebunan tebu milik orang Inggris.


Saya sangat berterima kasih kepada Dr. Tammam Adi, ahli ilmu semantik Al- Qur’an yang telah tinggal di AS sejak 1986, atas saran, petunjuk, dan bantuannya  yang  berharga  selama  penulisan  buku  ini.  Saya  pun  berterima  kasih  kepadanya  karena  dengan  baik  setuju  menulis  Pendahuluan  di  mana  dia  menyatakan  pandangan  yang  sebagian  besar  sama  dengan  pandangan  saya.  Saya  mengakui  keahliannya  dalam  ilmu  semantik  Al-Qur’an,  sehingga  kita  memiliki  lebih  dari sekilas ilmu pengetahuan dalam Pendahuluan yang ditulis dengan cerdas adalah  sebuah aset berharga bagi dunia Islam kontemporer. Dia dilahirkan di Damaskus  dalam sebuah keluarga yang leluhurnya berasal dari klan Umar (ra). Ahli bahasa  komputasi  dengan  gelar  Ph.D  dalam  bidang  sains  ilmu  komputer,  dia  mewarisi  ketertarikan  dalam  ilmu  bahasa  Arab  dan  penelitiannya  tentang  penggunaan  bahasa  Arab  dalam  Kitab  Suci  Al-Qur’an  telah  membimbingnya  untuk  menemukan  sebuah  teori  bahasa.  Dia  setuju  untuk  segera  mulai  mengerjakan  karya tentang ‘Al-Qur’an dan Kembalinya ‘Isa (as)’.


Muhammad Alamgir, Dr. Imran Chaudhry, dan Dr. Hatim Zaghloul semuanya  memeriksa seluruh teks buku ini dengan cukup baik untuk mengoreksi kesalahan  dan menawarkan saran-saran yang sangat berharga. Tarek Jamal dan tim pembuat  film  independennya  (wakupproject.com;  hashemsfilms.com)  di  Arab  pun  memeriksa  seluruh  teks  buku  ini  dan  menanggapi  dengan  saran-saran  yang  berharga, begitu pun Salman al-Haq dan tim mahasiswanya di Islamabad. Istriku  tersayang Aisya yang menunjukkan kesabaran yang tanpa batas dengan saya, pun  membantu. Semoga Allah Maha Pemurah memberkahi mereka semua. Amin!

Penulisan  buku  ini  dengan  baik  disponsori  oleh  Rabia  Aboobakar  Hussein  Jakhura dan Aboobakar Hussein Jakhura di Malawi, Afrika. Semoga Allah Maha  Pemurah mengasihi mereka berdua. Amin!

Imran N. Hosein
Safar 1430 H
Di Trinidad, Pulau Karibia

Buku ‘Sebuah Pandangan Islam Mengenai Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern’ ini merupakan hasil terjemahan dari versi asli berbahasa Inggris yang berjudul ‘An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World’ karya Sheikh Imran Hosein.

An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World’ karya Sheikh Imran Hosein
 DOWNLOAD
password : love-is-rasa

Terkait Khusus

Imran Hosein 7424805493930261321

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item