Saat Muslim Rohingya Dibantai Manusia Dajjal Membisu

Medan (SI Online) - Sejumlah orang dari etnis Rohingya di Medan menggelar aksi unjuk rasa untuk meminta pertolongan dunia internasional atas pembantaian yang mereka alami. Aksi tersebut digelar di depan Konsulat AS untuk Sematera di Jalan MT Haryono, Medan Timur, pada Selasa (12/5) lalu.

Mereka sangat terpukul karena pembantaian yang dilakukan etnis mayoritas bersama aparat masih terus terjadi hingga menyebabkan 500 orang etnis Rohingya terdampar di Aceh, Ahad 10 Mei 2015.

“Semua gak ada yang tolong. Anak-anak dibakar, perempuan dibunuh. Kami diusir dari rumah,” kata Muhammad Yunus (37), warga Rohingya yang sudah lima tahun mengungsi di Medan.

Yunus mengaku heran dengan sikap dunia internasional yang tidak peduli nasib mereka. Padahal pembantaian dilakukan secara terang-terangan sejak tahun 1960. Ia pun menyindir pemerintah Indonesia tidak bisa menjadi pelindung. Menurutnya, banyak etnis Rohingya yang menaruh harapan besar terhadap Indonesia, termasuk dirinya.

“Indonesia, Malaysia, Brunei saya pikir bisa jadi pelindung. Tapi alhamdulillah kami hidup sampai sini. Banyak dari kami mati tiba di Thailand,” ujarnya dalam bahasa Indonesia terbata-bata.

Abdul Khalik (36), etnis Rohingya lainnya menambahkan, pembantaian yang mereka alami betul-betul menciptakan ketakutan dan trauma. Mereka terpaksa meninggalkan rumah dan memilih kabur ke luar negeri.

“Kami gak ada tujuan. Yang penting naik kapal, terserah nasib mau bawa ke mana,” ujarnya. Dalam aksi ini mereka didampingi sedikitnya enam organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rohingya. Massa mendesak mahkamah internasional menyeret Presiden Myanmar, Thein Shein ke pengadilan karena sudah melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat.

“Kita minta pemerintah Indonesia aktif dalam masalah ini. Kita punya tanggung jawab, karena pembantaian ini terjadi masih di ASEAN,” kata koordinator aksi, Riki Panyalai.

Etnis Rohingya di Medan diperkirakan berjumlah 350 orang. Mereka tinggal di beberapa penampungan yang disediakan Imigrasi. Hampir seluruhnya merasa kehilangan masa depan, karena hidup mereka hanya dihabiskan di penampungan tanpa bekerja.

red: adhila
sumber: serambi

Terkait Khusus

Realita Akhir Zaman 8212517295079581159

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item