Rusia Aku Datang

BAGIKAN:

Kisah-Kisah Motivasi, Rusia Aku Datang


Saya sangat memimpikan seperti sahabat-sahabat yang sudah mendapatkan beasiswa keluar negeri, Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, masih ingat ketika itu saya membaca kisah hidup sahabat kita dari tukang parkir bisa kuliah ke Amerika, Guru sekaligus motivator mas Taufik Efendi peraih 8 beasiswa meskipun beliau mempunyai kekurangan,banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Namun pada intinya kawan, dari sanalah saya membulatkan tekad .. saya harus SEPERTI MEREKA.

Biarkan saya memulai kisah hidup saya ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketika itu , saya adalah anak-anak remaja SMP seperti biasanya kawan , bermain, pacaran, dan tambahannya kalau di kampung . Kami pergi ke ladang (lahan bercocok tanam petani) untuk mencari uang tambahan dan juga terkadang bermain, makan di bawah pohon-pohon yang rindang. Kawan.., mengenai keluarga saya, saya adalah anak kedua dari dua bersaudara . Ayah saya sudah meninggal ketika saya masih kecil ,bahkan saya tidak pernah tahu dan belum merasakan melihat beliau (saya hanya melihat beliau melalui foto) . Walaupun seperti itu kawan, saya bangga dan bahagia mempunyai Ibu yang sangat luar biasa dalam hidup saya, kakak saya, kakek, nenek, dll.

Keluarga saya sangat memanjakan saya apalagi kakek saya, apapun yang saya inginkan selalu dikabulkan walaupun itu harus menjual barang kesayangan beliau, maka dari itulah saya sangat dekat dengan kakek saya. Kakek saya sama sekali tidak pernah memarahi saya, saya selalu dibela jika ada yang memarahi saya, kawan.. Kakek saya adalah Kepala Desa Teladan di kabupaten saya, pada zaman Orde baru, Kakek saya juga merupakan orang pertama di kampung halaman saya yang menginjakan kaki di JAKARTA, dan orang pertama di kabupaten saya yang berjabat tangan dengan Presiden Soeharto ketika itu (kakek saya diundang ke Istana Negara atas prestasinya). Beliau selalu menceritakan kepada saya tentang sebuah mimpi Kawan.. Mimpi yang bagi orang kampung saya akan dikatakan seperti orang gila. Kenapa tidak, kakek saya selalu menanamkan dalam pikiran saya hal yang tidak akan pernah mungkin saya lupakan. “Suatu saat pergi lah keluar negeri Ulza. Tuntutlah ilmu di sana,nah di kertas ini tulislah mimpi mu. Jadilah orang yang membangkitkan batang terapung di keluarga ini dan biarkanlah Allah yang menjadi saksinya”. Maka di hari bersejarah itu, saya tuliskan mimpi – mimpi saya di sebuah kertas lusuh pemberian kakek saya kawan.. Ada 150 mimpi yang saya tulis, diantaranya , kuliah keluar negeri, bekerja di televisi, penulis buku ,dan menjadi ketua Osis. Ketika itu kawan, saya tidak terlalu serius, hanya ingin membahagiakan kakek saya saja, kertas itu saya simpan dan tersusun rapi di lemari saya karena sebuah nama yang namanya waktu.

Mengenai ibu saya kawan.., beliau adalah wanita terkuat yang pernah saya tahu di atas dunia ini kawan. Beliau hanya lah seorang wanita tamatan sekolah menengah pertama bahkan dikatakan belum sempat tamat kawan, hanya sebatas kelas dua . Karena ketika itu beliau dinikahkan oleh kakek saya (dulu tradisi di kampung saya wanita tidak penting sekolah, cukup hanya Sekolah Dasar mereka sudah dicarikan suami). Namun jangan salah kawan, kalau masalah hitung-menghitung beliau adalah jagonya. Wajar saja karena kami memang mempunyai warung kecil-kecilan warisan kakek saya ketika ayah saya meninggal. Dan semenjak ayah saya meninggal, sudah banyak orang yang datang bermaksud untuk menikahi ibu saya. Namun beliau selalu menolak. Entah kenapa dan beliau selalu tersenyum jika selalu saya tanyakan kenapa ibu menolak?. Ibu saya adalah orang yang sangat “cuek” tidak terlalu memusingkan sesuatu, namun sangat cekatan dalam mengurus segala sesuatu yang namanya masyarakat, darah ini turun dari kakek saya. Bahkan saya melihat, beliau cuek dengan anaknya, dan sangat perhatian dengan masyakarat, terutama majelis taklim yang beliau ikuti. Karena beliau sekretaris yang tidak pernah diganti dari tahun ke tahun , entah kenapa, ini juga sampai sekarang saya tidak tahu. Namun dibalik teka –teki itu semua, saya tahu cinta beliau kepada kami sangatlah besar. Terbukti beliau berhasil menyekolahkan kedua anaknya sampai sarjana.

Kawan, hari demi hari  di saat saya memasuki kelas 3 SMP saya terpilih menjadi ketua OSIS sekaligus ketua kelas 3B serta juga memecahkan rekor saya berturut dari kelas 1 SD – 3 SMP selalu ditunjuk menjadi Ketua Kelas. Namun dari sinilah awal cerita sebuah kegagalan Kawan. Ketika itu kawan, persiapan Ujian Akhir Nasional, saya dengan percaya dirinya mengisi lembaran jawaban Ujian Akhir Nasional dan selalu orang pertama selama 3 hari ujian yang cepat selesai. Soal –soal ketika itu saya anggap gampang, (maklum saja saya selalu memasuki 5 besar dari SD – SMP). Setelah mengikuti ujian, dan satu bulan berikutnya nomor kami keluar, dan semua dinyatakan Lulus. Namun Kawan, nilai saya paling buruk dari semua peserta ujian di sekolah saya. Betapa malunya saya kawan.  Kenapa tidak, seorang Ketua OSIS dan peringkat 5 besar menjadi “juru kunci”. Dan parahnya lagi mimpi saya untuk melanjutkan sekolah di kota terancam pupus mengingat standar nilai yang diterima di sekolah tersebut. Jangankan untuk diterima di sekolah kota, di kampung saja belum tentu dinyatakan lulus. Benar saja Kawan, saya dinyatakan tidak diterima di SMA 1 Air-Hangat di kampung saya. Hancur, dan hampir gila ketika itu. Bagaimana mungkin bisa kuliah ke luar negeri , sekolah di kampung saja tidak lulus, terlebih lagi teman-teman dan masyarakat yang selalu memberikan sendiran.. “ehh.. katanya mau kuliah ke luar negeri, jangan mimpi tinggi-tinggilah..cagi gilo (nanti bisa gila)”.

Dalam batin saya menangis dan hampir satu bulan saya malu untuk keluar rumah. Lagi-lagi kakek saya ini bak seorang malaikat, memberikan semangat kepada saya kawan. Ketika itu kakek saya sengaja membawa saya ke lading. Beliau sengaja menenangkan diri saya ketika itu. ”Biarlah orang mengatakan kamu seperti itu, tapi bagi Kakek kamu tetaplah orang yang terbaik, ambil hikmah dari semua ini, dan jangan berhenti untuk mengejar mimpimu nak. Buktikan saja dengan tindakan, bukan dengan kata-kata, suatu saat insyaallah mereka akan mengerti dan memahami, Nyanten (panggilan kakek di kampung saya) selalu mendo’akan, karena kehendak Allah itu pasti, dan tidak akan ada yang mampu menghalanginya, jika saja gunung hendak Allah pindahkan, maka gunung itu akan berpindah. Niatkan saja, bulatkan tekadmu, insyallah akan menjadi nyata”. Kata-kata itu selalu saya ingat sampai dengan sekarang kawan. Saya memberanikan diri untuk bergaul dengan teman-teman satu angkatan saya yang memang sudah mulai menikmati masa SMA nya. Banyak ejek-ejekan dari teman –teman saya. “Katanya mau kuliah keluar negeri, SMA saja kamu tidak lulus”. Ada rasa marah, iri, dan rasa sedih kawan ketika itu, namun saya mencoba menerima dengan lapang dada. Karena memang ketika itu tidak ada jawaban yang bisa saya berikan. Saya diterima di sekolah SMA kampung saya dengan membeli bangku sekolah (istilah lain dari sogokan yang diminta SMA saya ketika itu, mengingat kelas yang tidak ada lagi dan bangku sekolah yang tidak cukup). Inilah Kegagalan pertama saya Kawan.

Berjalannya waktu, saya sudah menikmati masa sekolah yang indah di SMA, saya mendapatkan banyak teman baru , pengalaman baru dan hal-hal baru yang indah di masa itu. Namun pada akhirnya kawan, sebagai seorang yang masih dalam masa pubertas , saya terlena dengan semua yang di masa sekolah itu. Saya gagal masuk 10 besar dari 30 orang dalam satu kelas, malahan yang ada saya berada di peringkat 22 dari 30 siswa dalam satu kelas. Saya terlena dengan kegiatan organisasi (walaupun saya gagal menjadi ketua OSIS SMA) saya berhasil menjadi Ketua Palang Merah Remaja (PMR) se-kabupaten Kerinci, saya terlena setelah mengenal wanita cantik yang sudah merubah seluruh hidup saya, melawan orang tua, menghabiskan banyak uang dengan meminta ,dan terkadang saya juga mencuri uang kakek saya . Ini adalah masa-masa tersulit dan masa yang tidak pernah saya lupakan kawan.

Allah memang Maha Luar Biasa kawan.. saya kembali ditegur dengan sebuah kegagalan, saya gagal lulus masuk universitas , ketika itu ada dua universitas besar incaran saya yakni IPB dan UNPAD.  Kedua-duanya saya dinyatakan tidak lulus, sedih memang kawan, namun apa mau dikata karena memang itulah kenyataannya ketika itu. Dan pada akhirnya saya hanya berhasil menembus universitas negeri lainnya dengan jurusan yang tidak saya sukai dan masih asing bagi saya yakni Ekonomi. Memang seperti itulah dasarnya kawan, karena memang di kampung saya sekolah (kuliah) keguruan adalah jurusan favorit dan menjadi kebanggan sendiri untuk keluarga jika anaknya kuliah di Fakultas Keguruan karena nantinya mereka bisa menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil Pemerintah) termasuk Ibu saya ketika itu.

Namun satu kali lagi kakek kebanggaan saya ini meyakinkan diri saya. Beliau mengajak berkumpul satu keluarga, kakak saya, ibu saya, dan nenek saya. Ketika itu adalah momen yang tidak pernah akan saya lupakan “Semua jurusan itu bagus,tergantung dari kita bagaimana untuk menyikapinya, ini adalah pilihan Allah yang harus kita dukung, biarlah ia kuliah dengan jurusan ini, mari kita do’akan bersama bahwa ini yang terbaik, masalah uang kuliahnya insyaallah ada jalan”, ujar kakek saya. Maka kami berdo’a bersama. Besoknya sebelum berangkat ke Kota Jambi, universitas tujuan saya kuliah. Kakek saya menyampaikan pesan khusus kepada saya, “Kamu adalah harapan satu-satunya di keluarga ini yang diharapkan bisa membawa manfaat buat orang banyak, ibumu memang tamatan SMP. Maka kamu harus buktikan bahwa anaknya bisa menjadi sarjana,janganlah kecewakan keluarga dan orang banyak , buktikanlah pilihan Allah ini adalah yang terbaik, buktikan kepada semua orang dengan bukti yang nyata. Berusahalah di atas rata-rata, jangan pernah ragu Nak. Wujudkan lah mimpi-mimpi itu, yang sudah pernah kita tulis bersama .” Pesan itu sungguh luar biasa kawan, air mata tidak terasa terjatuh di atas tangan saya yang mengenggam kertas lusuh mimpi itu kawan. Dan saat itulah kawan, saya membulatkan tekad, akan mulai mewujudkan mimpi-mimpi di kertas lusuh itu.

Hari demi hari di Universitas Jambi, saya berhasil mencoret satu persatu mimpi saya kawan walaupun disertai dengan kegagalan namun itu akan menjadi indah pada waktunya. Pada semester satu IPK saya hanya 3.00 , dan semester berikutnya, IPK saya tembus pada angka 3.90. Yang tadinya saya masih dikirim uang kuliah oleh ibu saya, tepat pada semester 4 saya berhasil mencoret mimpi saya yang berikutnya yakni membiayai kuliah sendiri dengan bekerja di salah satu televisi lokal di Jambi, menjadi seorang presenter. Sebelum bekerja di televisi , saya pernah berjualan sayur untuk membiayai kuliah saya, karena memang ibu saya mengirim uang pas-pasan untuk biaya hidup saya. Namun disaat saya mulai sibuk untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya, saya terpukul dengan kematian kakek saya. Beliau tidak sempat menyaksikan saya berada di layar televisi, beliau tidak sempat menyaksikan saya sebagai mahasiswa lulusan tercepat dengan Indek Prestasi cum laude.

Saya terpukul tidak bisa mendengar suara terakhir kakek saya sebelum menghembuskan napas terakhir. Namun saya yakin disaat saya berada di bangku paling depan wisuda dan maju ke depan, kakek saya melihat dengan nyata bahwa “Kamu berhasil nak “. Saya membayangkan kakek saya berada di deretan bangku orang tua bersama Ibu saya, bahwa mimpi yang pernah kita tuliskan bersama sudah terwujud satu persatu.

Akhirnya tibalah saya pada mimpi saya berikutnya kawan, saya memandangi kertas lusuh itu, terbayang jelas wajah serius kakek saya ketika kami merancang mimpi-mimpi itu,salah satunya yakni kuliah (belajar) keluar negeri. Saya bingung kawan, salah satu syarat untuk kuliah ke luar negeri, dosen saya mengatakan kita harus mampu bahasa inggris. Saya, jangankan mampu, dengar nama bahasa inggris saja saya bisa stress. Namun karena semangat mimpi di kertas lusuh itu, saya mencari banyak informasi tentang beasiswa ke luar negeri di sela pekerjaan saya, mulai dari menanyakan kepada senior-senior yang sudah pernah belajar di sana, mengikuti pameran pendidikan, dan mencari di internet yang pada akhirnya saya menemukan www.motivasibeasiswa.org. Dari semua informasi yang saya dapat, bahasa Inggris mutlak untuk diketahui jika ingin kuliah ke luar negeri.

Hari demi hari terlena dengan informasi, saya mendapatkan informasi beasiswa pertukaran pelajar dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Saya memberanikan diri untuk ikut, saya berpikir dulu, sebelum saya mengikuti test beasiswa yang sesungguhnya ada baiknya saya mencari pengalaman. Dengan tekad dan semangat tanpa bekal, saya akan menaklukkan beasiswa ini. Namun kawan, beasiswa ini mensyaratkan TOEFL 450. Bagi saya, ini sangat berat kawan, karena pada saat saya mengikuti test TOEFL pertama untuk syarat sidang skripsi, TOEFL saya hanya 390. Namun karena sudah terlanjur berada di ruangan untuk test tertulis bahasa Inggris dan nantinya tulisan tersebut harus dipresentasikan di depan dewan juri , maka saya pasrah dan memikirkan cara lain,bagaimana menyampaikan hasil persentasi dengan bahasa Indonesia. Ketika giliran saya , juri dengan wajah yang agak kurang mengenakan menanyakan saya dalam bahasa Inggris, dan jujur saya tidak mengerti sama sekali, dan dengan nada yang agak keras juri itu mengatakan, “Disini bukan tempat orang bodoh pak, kita mencari pemuda-pemuda berbakat, maaf , anda bisa datang lain kali” . Saya sadar kemampuan saya, dan saya berusaha untuk tenang ketika itu, maka saya lontarkan sebuah kata ajaib ketika itu, “Terima kasih atas motivasi ini ibu, saya berjanji pada diri saya sendiri dengan disaksikan oleh Allah dan ibu – dewan juri disini, satu tahun ke depan saya sudah berada di luar negeri”.

Dengan langkah mantap dan menahan sesak di dada, saya pulang dengan misi baru . Satu tahun ini harus belajar keluar negeri. Hari demi hari, saya memutuskan berhenti bekerja, dan fokus dengan mimpi saya, banyak sekali ejekan dari teman-teman, keluarga, ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Mereka mengatakan terlalu naïf saya dengan mimpi itu, orang kampung seperti saya tidak akan mampu dan tidak akan mungkin kuliah keluar negeri, untuk kuliah di Kota Jambi saja sudah susah, apalagi keluar negeri. Hati saya benar-benar bergejolak ketika itu kawan, namun saya terlalu teringat kata-kata kakek saya tentang mimpi –mimpi yang kami rancang itu, akhirnya saya membulatkan tekad keluar dan mengasingkan diri lebih kurang 5 bulan. Saya memutuskan meninggalkan jambi, tidak buka FB, Twitter, dan media sosial lainnya, saya hanya berhubungan dengan ibu saya dan keluarga, saya memutuskan berangkat ke Kampung Inggris, Pare, Kediri,  Jawa Timur.

Berkat Allah, do’a ibu saya, kerja keras saya, keyakinan, setelah belajar dari Kampung Inggris, saya mengikuti test TOEFL IBT . Saya berhasil mendapat skor 115. Dan kemudian saya mendaftar beberapa beasiswa dan berhasil mendapatkannya, salah satunya beasiswa kampus dari International Islamic University Malaysia Jurusan Master of Science in Marketing , beasiswa dari Nilai University Malaysia jurusan Master of Business Administration (Beasiswa ini dari pemerintah Provinsi Jambi karena Nilai University hanya menggratiskan biaya kuliah) dan kemudian saya juga berhasil mendapat beasiswa dari pemerintah Brunei Darussalam dan terakhir dari Pemerintah Russia. Saya berhasil menjadi salah satu dari 15 orang penerima beasiswa Russia tahun 2013 dari banyak pelamar beasiswa ini. Berada pada urutan pertama dari 15 orang tersebut, dan pada akhirnya quota beasiswa Russia ditambah menjadi 50 orang. Dari beasiswa yang saya apply tersebut, saya akhirnya memilih untuk kuliah ke Russia dengan beasiswa dari pemerintah Russia dan juga beasiswa LPDP serta beasiswa dari pemerintah Provinsi Jambi.

Beasiswa Russia sangat unik karena memang pemerintah Russia hanya memberikan uang saku sekitar 200$ per bulan (baru naik tahun 2014), atas dasar itulah presiden Russia –  melalui perjuangan teman-teman PERMIRA (Persatuan Pelajar Russia) dan juga Duta Besar Indonesia – memberikan tambahan beasiswa dari Indonesia melalui beasiswa LPDP, dan khusus saya sebagai putra daerah jambi mendapat tambahan uang saku dari pemerintah Provinsi Jambi. Saya berhasil membuktikan mimpi saya kepada orang-orang yang meremehkan saya, dari yang mengatakan saya gila, tidak mungkin, mustahil , anak kampung, dan terakhir julukan orang bodoh dari juri seleksi beasiswa pertukaran pelajar . Dan yang pastinya kawan saya berhasil mencoret mimpi ke – 70 saya, yakni kuliah keluar negeri. Dan satu lagi saya berhasil membuktikan kepada juri dalam waktu hanya 5 bulan Allah mengabulkan mimpi saya bukan hanya satu beasiswa,namun bertubi-tubi kawan.

Saya bukan lah orang pintar kawan. Saya hanya orang biasa, yang pernah dinyatakan gagal diterima di SMA kampung dan anak nakal pernah mencuri uang kakeknya sendiri. Namun kawan, ada hal yang harus kita sadari, bahwa tidak ada orang bodoh di dunia ini yang ada hanya kita malas untuk berbuat, dan malas untuk berubah. Jangan mudah menyerah dengan apa yang dikatakan orang. Jadikan itu sebagai cambuk semangat kita untuk membuktikan bahwa kita mampu dan kita bisa.

Tepat pada tanggal 30 September 2013 dengan dilepas oleh ibu saya dan kakak saya di Bandara Soekarno-Hatta , saya meninggalkan kampung halaman saya menuju Negeri Beruang Putih ini, negara yang dikenal berkuasa saat masih bernama Uni soviet, negara yang dikenal kebesaraannya yang membentang di bumi ini.

Setelah berada di Russia, saya pergi ke sebuah taman dengan membawa kertas lusuh pemberian kakek saya, saya coret mimpi ke-70 saya kawan…mimpi yang saya pernah saya rancang bersama kakek saya. Tepat di bawah salju dengan suhu -19 derajat celcius , mengenakan baju batik kesayangan kakek saya, sambil berkata “Terima kasih Ya Allah…, terima kasih atas semuanya, semoga kakek saya mendapat tempat terbaik di sisiMu ya Allah, dan kabulkan cita-cita beliau yang ingin mencium wajah Rasulullah.” Alfatihah…

Dan terakhir biarkan saya mengutip kata dari Merry Riana bahwa : “Banyak Pemimpi yang awalnya ditertawakan sampai dibilang gila. Semua akhirnya bungkam setelah melihat mimpi mereka jadi kenyataan“. Ketika teman-teman saya berpikir untuk memulai kuliah dengan bersenang-senang, saya kuliah sambil bekerja. Ketika teman-teman berpikir mencari kerja, saya sudah pernah bekerja. Ketika teman-teman saya berpikir untuk bisa terbang ke Jakarta, saya sudah berada di Russia. Sungguh seorang pemenang itu hadir satu langkah lebih dulu dari yang lainnya, Maha besar Allah atas segala kehendaknya,“.  (Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? – AL-RAHMAN:36).

Russia, 3 Januari 2013, Dibawah suhu -15 derajat celcius .

Emaridial Ulza (anak Kampung perbatasan Provinsi Jambi ‘Kerinci”) , kandidat Master of Marketing di National Research Tomsk University, Russia.

Senang sekali bisa mendapatkan sahabat baru.

Twitter : @emaridialulza

Facebook: Emaridial Ulza II

KOMENTAR

BLOGGER
islamic'
Nama

aagym,19,Aagym Audio,8,Abdur Raheem Green,2,Akhir Zaman,18,Akhir Zaman Ebook,35,Akhlaqul Karimah,16,Al Masih,9,apk bahasa,1,apk doa,2,apk Quran,4,apk salat,3,apk umum islam,1,Aplikasi Islami,26,aplikasi total android,10,Audio,13,Bang Imad,4,Bani Jawi dan Melayu,4,BELA DIRI,1,Belajar Bahasa Arab,2,Berita dan Kasus,27,Berita Islami,18,Bola,3,Buku Imran Hosein,4,Catatan Sang Pujangga Sesi 1,4,Dajjal,10,Doa dan Ruqyah Audio,1,Download Ebook Islami,26,Download Ebook Kristologi,18,Download Ebook Umum,4,Ebook Detektif,1,Ebook Doa,5,Ebook Fiqih,20,Ebook Hadits,18,Ebook Hubungan,6,Ebook Keluarga,3,Ebook Quran,20,Ebook Sejarah,22,Ebook Tajwid,1,Ekonomi Islam,25,Freemasonry,22,Gaib dan Non Dunia,43,Gaib dan Non Dunia Video,6,Gog and Magog,1,Gusdur,3,Hassan Al Banna,1,Hj. Irene Handono,1,Ibadah Sehari-hari,1,Ideologi,2,Imran Hosein,17,islam,1,Islam dan Hindu,2,Keajaiban Islam,15,Keluarga Bahagia,3,Keluarga Ibrahim,10,Kisah-Kisah Motivasi,10,Komunis,2,Konspirasi Amerika,18,konspirasi zionis,62,Kristologi,54,KUNGFU,1,Liberalis,1,Lintas Agama,27,Love Islam,39,Love Kesehatan,6,Love Menulis,5,Love Musik,1,Love ng-BLog,3,Love Nonton Bareng,10,Masalah Syi'ah,2,Masuk Islam,18,Minerva,4,Nubuat Muhammad,3,Office,1,Pancasila,1,Pengendalian Pikiran,13,Permasalahan Islami,19,Pernikahan,1,Politik,29,Protokol Zionisme,11,Puasa,3,Realita Akhir Zaman,39,Romansa dan Cinta,14,Science and Signs,1,Sejarah dan Biografi Islam,56,Setanisme,1,Sihir,13,Software Belajar Bahasa Inggris,3,Software dan Aplikasi,10,Sofware dan Download,9,Sundaland dan Atlantis,6,Takbiran Audio,3,The Best Book,1,The Truth Of Islam,29,Tilawah Quran,1,Video Akhir Zaman,14,Video Dokumenter,6,Video Imran Hosein,12,Video Masuk Islam,9,video sosial eksperimen,4,Video Zakir Naik,11,Wakeup Project,8,Yesus dan Isa,1,Yusuf Estes,3,Zakir Naik,15,
ltr
item
love is rasa: Rusia Aku Datang
Rusia Aku Datang
Kisah-Kisah Motivasi, Rusia Aku Datang
http://3.bp.blogspot.com/-SnYhS42H6jE/VSxqdEg37XI/AAAAAAAABQQ/ZLj4eFoPPjY/s1600/comestru.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-SnYhS42H6jE/VSxqdEg37XI/AAAAAAAABQQ/ZLj4eFoPPjY/s72-c/comestru.jpg
love is rasa
http://love-is-rasa.blogspot.com/2015/04/rusia-aku-datang.html
http://love-is-rasa.blogspot.com/
http://love-is-rasa.blogspot.com/
http://love-is-rasa.blogspot.com/2015/04/rusia-aku-datang.html
true
2777010531160768459
UTF-8
Load Semua Postingan Tidak ditemukan postingan LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Balas Batalkan balasan Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua REKOMENDASI UNTUKMU LABEL ARCHIVE SEARCH SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan entri sesuai dengan permintaan anda Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI TERKUNCI PREMIUM Silahkan bagikan untuk mengakses konten Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode telah disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin