Di Malaysia "Tidak" Ada Ucapan Selamat Natal


Hidayatullah.com–Pakar hadits lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, Dr Daud Rasyid mengatakan, Indonesia tidak seperti di Malaysia jika sudah masuk perayaan Natal.

“Di Malaysia tidak ada ucapan-ucapan seperti di Indonesia, padahal di sana perbandingannya sekitar 60-40 % antaranya Muslim dan yang bukan Muslim. Tetapi di Indonesia, perbandingannya sekitar 80-20% tapi lihat di Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah seperti Singapura, pernak-pernik Natal di mana-mana,” ujarnya Dr. Daud Rasyid hari Ahad (14/12/2014) dalam Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Lebih jauh, ia mangajak pejabat lebih berhati-hati urusan akidah.

“Hati-hati terhadap pemikiran Pluralisme yang menganggap semua agama itu sama, bisa masuk dalam kekafiran.”

Menurutnya, soal toleransi itu babnya muamalah tapi kalau sudah akidah tidak bisa karena semua ajaran di luar Islam itu batil.

“Apakah gara-gara toleransi kita mengucapkan dan merayakan Natal? Ini sudah masuk wilayah akidah bukan muamalah sehingga kita tidak boleh mengucapkan selamat Natal, ikut perayaannya dan ikut-ikutan dalam perayaan Tahun Baru.”

“Tahun Baru itu satu paket dengan Natal, sama-sama tidak boleh diikuti oleh umat Islam. lihat saja di spanduk-spanduk, ucapannya satu paket antara Selamat Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.*/Abu Fatih

Terkait Khusus

Realita Akhir Zaman 3585923633848031050

Langganan Artikel Gratis Lewat Email

Masukan Alamat Email Kamu:

Delivered by FeedBurner

FOLLOW US

ARTIKEL BARUNYA DI SINI

Recent Posts Widget

Aplikasi Islami Hp Android

AUDIO DAN DOWNLOAD

item